Perbankan & Keuangan

Bukan Apel Pagi, Bank Sumsel Babel Kumpulkan 300 ASN

ist

Ada Apa? Bahas Persiapan dan Perencanaan Masa Pensiun ASN di Sumatera Selatan.

ADA satu kata yang sering diucapkan pelan-pelan oleh ASN, seperti menyebut nama mantan, kata itu tak lain “pensiun.” Nah kata itu sebenarnya tidak  salah, namun bikin rasanya campur aduk, antara lega, bingung, dan sedikit was-was. Soalnya, pensiun itu bukan cuma soal berhenti kerja, tapi soal berubah identitas, dari yang tiap hari sibuk tanda tangan berkas, tiba-tiba sibuk mikir. “Wah, besok aku ni nak  ngapo?.”

Pertanyaan semacam itu  tentunya jarang dibahas terang-terangan. Tidak muncul di rapat resmi, apalagi di apel pagi. Padahal, cepat atau lambat, semua ASN akan sampai di titik itu dan siap atau tidak, mau atau tidak yang kata pensiun tetap ketemu dimasa akhir pengabdian.

Mungkin karena itulah, ketika Bank Sumsel Babel mengumpulkan sekitar 300 ASN Provinsi Sumatera Selatan, suasananya terasa berbeda. Ini bukan acara baris-berbaris, tidak ada peluit, tidak ada aba-aba. Yang ada justru kursi, kopi, dan obrolan serius, tapi santai  tentang satu hal yang sering bikin deg-degan, yaitu masa depan setelah pensiun.

Tidak ada ASN yang bisa menghindar dari pensiun,  sehebat apa pun kinerjanya, seloyal apa pun pengabdiannya, tanggal itu tetap datang. Masalahnya, banyak orang menyiapkan seragam dinas dengan rapi, tapi lupa menyiapkan rencana hidup setelah seragam itu disimpan.

Padahal, masa pensiun ASN bukan hitungan bulan, bisa belasan, bahkan puluhan tahun, jika tidak disiapkan, yang datang bukan ketenangan, melainkan kebingungan.

Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Marzuki menyampaikan  masa purna tugas merupakan fase penting yang perlu dipersiapkan sejak dini, terutama dari sisi keuangan.

“Masa pensiun adalah fase penting dalam kehidupan ASN, karena itu, perlu perencanaan yang matang, agar bisa dijalani dengan tenang dan sejahtera. Bank Sumsel Babel hadir untuk memberikan rasa aman dan kemudahan layanan bagi ASN, sejak masih aktif hingga memasuki masa pensiun,” ujar Marzuki saat Gathering ASN Provinsi Sumatera Selatan Satu Tahun Menjelang Pensiun bertema “Bahagia dan Sejahtera di Masa Purna Tugas.”

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bank plat merah milik Sumsel Babel ini tidak ingin hadir hanya saat ASN masih produktif bekerja, tapi juga tetap mendampingi ketika jabatan resmi telah dilepas.

Yang menarik lagi, dari kegiatan ini adalah pendekatannya, apalagi tidak menggurui,  tidak juga menakut-nakuti, di acara itu ASN diajak ngobrol, mendengar, dan bertanya, karena urusan pensiun bukan soal siapa paling pintar, tapi siapa paling siap.

Ada yang sudah punya rencana berkebun, ada juga rencananya  ingin buka usaha kecil,  ada pula yang sederhana saja, yaitu ingin lebih banyak waktu bersama keluarga dan cucu. Jabatan boleh pensiun, tapi peran dalam hidup justru bisa bertambah.

Oleh karena itu, dalam suasana itulah, bank pembagunan daerah ini menjelaskan berbagai layanan yang bisa dimanfaatkan ASN dan pensiunan, misalnya mulai dari kemudahan pembayaran gaji pensiun hingga akses layanan keuangan yang berkelanjutan.

Menata ulang 

Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Chandra, ia menilai persiapan pensiun merupakan bagian penting dari manajemen ASN secara menyeluruh. Menurut Edward, masa purna tugas seharusnya dipandang sebagai fase hidup yang tetap bermartabat dan produktif, bukan masa yang penuh kekhawatiran.

“Kegiatan ini sebenarnyo biso jadi bekel penting untuk ASN, manfaatnyo dak lain untuk  nyiapke  masa pensiun dengan baek, baek secara mentalnyo, apolagi perencanaan keuangannyo. Intinyo tu dengen persiapan yang matang, masa purna tugas tu dapet dijalani dengan lebih bahagio dan sejahtera,” ujar Edward Chandra.

Oleh sebab itu, pesannya tak lain untuk  memperkuat makna kegiatan, yaitu urusan pensiun bukan hanya soal administrasi, tetapi soal kualitas hidup setelah masa pengabdian. Salah satu hal yang sering bikin ASN cemas menjelang pensiun adalah urusan teknis, gaji pensiun, administrasi, bolak-balik urus berkas, sehingga hal-hal kecil ini yang bikin melelahkan.

Melalui Bank Sumsel Babel, proses pembayaran gaji pensiun bisa dilakukan tanpa harus pensiunan mengurus sendiri ke kantor Taspen. Sistem dan jaringan layanan bank yang luas membuat pensiunan tetap bisa menerima haknya dengan nyaman, baik yang berdomisili di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, bahkan hingga luar daerah seperti Jakarta.

Bagi banyak ASN, kemudahan semacam ini bukan sekadar fasilitas, tapi ketenangan. Satu mitos yang masih sering melekat, yaitu anggapan bahwa pensiun berarti berhenti berkarya, padahal, justru banyak ide baru lahir ketika tekanan pekerjaan sudah berkurang.

Menyadari hal itulah, Bank Sumsel Babel juga menyediakan fasilitas kredit dan pembiayaan bagi pensiunan ASN, yang gaji pensiunannya disalurkan melalui bank tersebut. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan finansial maupun rencana produktif setelah pensiun.

Marzuki menegaskan pensiun adalah fase untuk menata ulang kehidupan, bukan mematikannya. “Kami ingin pensiunan tetap memiliki akses terhadap layanan keuangan yang memadai, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk rencana produktif setelah pensiun,” kata Marzuki menambahkan.

Oleh sebab itu, keseriusan pendampingan ini diperkuat juga melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Sumsel Babel, Korpri Provinsi Sumatera Selatan, dan PWRI Sumatera Selatan. Kerja sama ini menjadi payung resmi sosialisasi produk dan layanan perbankan bagi ASN dan pensiunan ASN.

Melalui sinergi ini, ASN diharapkan mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih terintegrasi, baik sebelum maupun setelah memasuki masa purna tugas, jadi intinya pensiun bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tapi dipersiapkan, semakin dini direncanakan, semakin ringan dijalani.

Ketika ada lembaga yang mau hadir, mendampingi, dan membuka ruang dialog, tinggal kita mau atau tidak memanfaatkannya. Hari itu memang bukan apel pagi, karena tidak ada barisan, tidak ada aba-aba pula.

Namun dibalik itu, justru terlihat suasananya santai, sehingga  lahirlah kesadaran baru, bahwa masa depan tidak perlu ditakuti, cukup dipersiapkan, karena pensiunan itu bukan akhir cerita, pensiun hanya BAB baru.

Dalam setiap bab akan jauh lebih indah kalau ditulis dengan rencana yang matang, jadi dengan pendampingan yang tepat, masa purna tugas dapat menjadi fase hidup yang tenang, bermakna, dan membahagiakan.(***)

Terpopuler

To Top