Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Rakyat : Jembatan Impian Anak-Anak Terpinggirkan

Sekolah Rakyat : Jembatan Impian Anak-Anak Terpinggirkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
  • visibility 835
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Hidup ini kadang kayak main monopoli. Ada yang lahir langsung punya rumah di daerah elit, bisa sekolah di tempat terbaik, dan punya segala fasilitas buat sukses. Tapi ada juga yang cuma kebagian lapak di sudut sempit, uangnya cekak, tiap jalan malah kena pajak. Nah, Sekolah Rakyat (SR) ini ibarat kartu “Kesempatan” yang akhirnya bikin semua pemain punya peluang buat menang, bukan cuma mereka yang dari awal udah dikasih modal gede!

Bayangin ada lomba lari seru. Semua anak udah siap di garis start dengan sepatu lari kece, tapi ada beberapa yang masih nyeker karena nggak punya. Nah, Sekolah Rakyat ini kayak temen baik hati yang balik ke belakang, kasih mereka sepatu, dan ngajak lari bareng! Bukannya ngerugiin peserta lain, tapi biar semuanya bisa sampai garis finish tanpa harus merangkak kesakitan. Kan nggak seru kalau yang menang cuma yang dari awal udah enak posisinya!

Jadi gini, SR bukan pesaing sekolah reguler yang udah ada. Mereka lebih kayak suplemen gizi buat pendidikan di Indonesia—melengkapi, bukan menggantikan. SR hadir buat anak-anak yang selama ini kesulitan masuk sekolah. Bukannya mereka nggak mau belajar, tapi sering kali terhalang faktor ekonomi, lokasi yang jauh, atau lingkungan yang nggak mendukung.

Salah satu prinsip utama dalam pendirian Sekolah Rakyat adalah menjangkau anak-anak yang selama ini belum memiliki akses ke sekolah, baik karena kendala ekonomi, geografis, maupun faktor sosial lainnya. Pemilihan ini didasari oleh desil-desil yang tercantum dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sekolah Rakyat hadir untuk melengkapi, bukan meniadakan sekolah yang sudah ada. Fokus kita adalah memastikan bahwa setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar,” jelas Prof. M. Nuh Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat belum lama ini.

Ibarat restoran all-you-can-eat, semua orang boleh makan sepuasnya, tapi kalau pintu masuknya setinggi tiang listrik dan nggak ada tangga, ya gimana mereka bisa ikut menikmati?

Makanya, SR ini nggak asal berdiri kayak warung kopi kekinian. Mereka beneran ngecek daerah yang butuh sekolah, liat data angka putus sekolah, baru deh bangun sekolah di tempat yang tepat. Dan biar makin efektif, para guru direkrut dari daerah sekitar, biar gampang nyambung sama muridnya. Kan nggak lucu kalau gurunya ngajarin anak-anak tapi kagok sama budaya setempat. Masa iya ngajarin bahasa daerah malah bingung sendiri?

Yang bikin SR makin kece, mereka nggak sekadar buka sekolah terus bilang, “Ya udah, terserah lo pada.” Nggak gitu konsepnya, Bos! Mereka punya sistem manajemen yang solid. Kepala sekolahnya bukan cuma duduk manis di ruangan, tapi beneran jadi project manager yang ngejagain sistemnya tetap jalan. Pendidikan yang berkualitas itu bukan soal “datang, duduk, ngantuk, terus pulang.” Anak-anak harus beneran ngerti dan bisa pakai ilmunya buat masa depan mereka.

Bahkan sebelum tahun ajaran dimulai, ada program matrikulasi selama sebulan buat nyiapin mental, sosial, dan akademik anak-anak biar nggak kaget pas mulai belajar. Kan beda dong, anak yang udah biasa sekolah sama yang baru pertama kali pegang buku. Jadi SR nggak asal nyemplungin mereka ke lautan ilmu tanpa pelampung. Mereka dipastikan nyaman, percaya diri, dan siap buat belajar.

Guru-gurunya juga nggak bisa asal ngajak anak-anak ngafalin tabel perkalian doang. Mereka harus ikut pelatihan khusus buat ngasah empati sosial. Kenapa? Karena anak-anak di SR ini punya latar belakang dan tantangan yang beda dari sekolah biasa. Jadi, gurunya harus peka, bukan sekadar ngasih PR lalu ngilang kayak ninja. Mereka harus bikin muridnya nyaman dan nggak minder dibanding anak-anak lain. Harus jadi guru yang bukan cuma bisa ngajarin rumus, tapi juga ngajarin cara percaya diri!

SR ini ibarat superhero tanpa jubah di dunia pendidikan. Mereka nggak datang buat ngerebut lahan sekolah lain, tapi buat nutupin celah yang selama ini bikin banyak anak nggak bisa sekolah. Bayangin kalau nggak ada SR, mungkin masih banyak anak yang akhirnya harus kerja dari kecil, kehilangan masa depan, atau bahkan nggak punya harapan buat keluar dari lingkaran kemiskinan. Padahal, siapa tahu kalau dikasih kesempatan, mereka bisa jadi ilmuwan, dokter, guru, atau bahkan pemimpin hebat yang bakal ngubah dunia?

Jadi, buat yang masih skeptis dan takut SR bakal bikin sekolah lain merana, santai aja, cuy! Ini bukan soal rebutan murid, tapi soal memastikan nggak ada lagi anak yang ketinggalan. Kita butuh lebih banyak inisiatif kayak gini, bukan malah sibuk nyinyir doang.

So, yuk kita dukung bareng-bareng Sekolah Rakyat ini! Karena kalau pendidikan makin merata, masa depan bangsa juga makin cerah. Jangan sampai ada bocah yang nggak bisa sekolah cuma karena “nasib kurang baik.” Yuk, bikin pendidikan jadi hak semua anak, bukan cuma yang hoki aja! Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Let’s go, bikin Indonesia makin pinter bareng-bareng.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RevComm dalam Conversa 3.0: Kolaborasi Manusia dan AI Tingkatkan Produktivitas Bisnis

    RevComm dalam Conversa 3.0: Kolaborasi Manusia dan AI Tingkatkan Produktivitas Bisnis

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Jakarta, 25 Agustus 2023 – RevComm, satu-satunya perusahaan AI dari Asia yang terpilih dalam daftar Forbes AI 50 2023, berpartisipasi dalam Conversa 3.0, konferensi tahunan yang diadakan oleh Qiscus (23/8). Pada momen tersebut, RevComm bersama Telkom Indonesia dan Kata.ai berbagi wawasan terkait hybrid intelligence, yakni kolaborasi antara manusia dan artificial intelligence (AI), yang memiliki potensi dalam mendorong produktivitas […]

  • SAMTAMA, Si Tukang Sulap Sampah Bikin Menteri Tersenyum

    SAMTAMA, Si Tukang Sulap Sampah Bikin Menteri Tersenyum

    • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 793
    • 0Komentar

    KAMPUNG di kota identik dengan sumpek, got meluap, dan kucing yang stres karena enggak nemu tempat jongkok yang layak, RW 03 di Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta ini beda cerita. Kampung ini ibarat kucing bersih yang sudah mandi pakai sabun sereh, wangi, tertib, dan cinta lingkungan. Namanya Kampung SAMTAMA , bukan nama grup dangdut ibu-ibu […]

  • Waduh..! Masih Zona Merah, Malah Covid-19 Berkembang di 62 Kelurahan, Tim Terpadu Diminta Lebih Masif Lagi  Edukasi Masyarakat

    Waduh..! Masih Zona Merah, Malah Covid-19 Berkembang di 62 Kelurahan, Tim Terpadu Diminta Lebih Masif Lagi Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 21 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.094
    • 0Komentar

    KASUS Covid-19 di Kota Palembang meningkat, dari sebelumnya hanya di 54 Kelurahan, kini berkembang di 62 Kelurahan, bahkan mirisnya dengan kondisi tersebut predikat zona merah masih bertahan di Kota Palembang Data Dinas Kesehatan Palembang, menyebutkan untuk sementara, Kecamatan Plaju dan Kecamatan Ilir Barat  I masih mendominasi kawasan zona yang beresiko tinggi. Menanggapi kondisi berkembangnya zona merah di Kelurahan, […]

  • DAK Infrastruktur Bertambah, Sumsel Optimistis Percepat Pembangunan Sumsel

    DAK Infrastruktur Bertambah, Sumsel Optimistis Percepat Pembangunan Sumsel

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Provinsi Sumatera Selatan Mawardi Yahya menghadiri pembukaan konsultasi program dana alokasi khusus (DAK) Tahun anggaran 2020 dalam pembinaan infrastruktur daerah wilayah barat, bertempat di Hotel Wyndham. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Prof. Anita Firmanti Senin (21/10/2019). Wakil Gubernur Provinsi Sumsel Mawardi Yahya mengatakan, pengalokasian DAK  ditujukan […]

  • Tim Rescue FPTI Sumsel Latih Keahlian Vertical Rescue di Stabel Berkuda

    Tim Rescue FPTI Sumsel Latih Keahlian Vertical Rescue di Stabel Berkuda

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.435
    • 0Komentar

    Penuh Semangat, Tim Rescue FPTI Sumsel Latih Keahlian Vertical Rescue di Stabel Berkuda SEKAYU, MUBA – Sebanyak 15 peserta dari tim Rescue FPTI Sumsel terlihat sangat antusias melaksanakan Latihan Keahlian Vertical Rescue di Stabel Berkuda Sekayu, Selasa (28/1/2020). Adapun peserta berasal dari utusan PMI Provinsi Sumatera Selatan 1 (satu) orang, utusan pengkot FPTI Sumatera Selatan […]

  • 2 Pemimpin Ini Bisa Jadi Contoh Politikus Daerah, Siapa Dia ?

    2 Pemimpin Ini Bisa Jadi Contoh Politikus Daerah, Siapa Dia ?

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.413
    • 0Komentar

    HIRUK Pikuk Pilkada untuk memperebutkan kursi nomor satu di Sumsel memang sudah hampir satu tahun lebih berakhir. Saling adu gagasan, bahkan hujatan mewarnai kompetisi dimasing-masing kandidat. Namun, semua sudah berakhir membangun Provinsi Sumsel itu menjadi prioritas utama bagi yang menang menjadi nomor satu, yang kalah juga bisa membantu pemikirannya untuk membangun Sumsel dengan cara lain, […]

expand_less
WordPress Archive Rentive – Car Rental & Auto Dealer Elementor Template Kit Reon – Restaurant WordPress Theme Repair Plus – Electronics and Phone WordPress Theme RepairKit – Mobile Phone & Computer Repair Elementor Template Kit Reparo – Car Service Elementor Template Kit Report Builder – Generate Word DOCX and Excel XLSX documents Resco – Resume Elementor Template Kit ResellPress – Hosting WordPress & WHMCS Theme Residence Real Estate WordPress Theme Resido – Laravel Real Estate Multilingual System