Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Narkoba vs Pempek, Mana yang Lebih Nagih?”

“Narkoba vs Pempek, Mana yang Lebih Nagih?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.374
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASTI kita pernah membaca pepatah ini,  “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, namun di Sumatera Selatan pepatahnya itu bisa di-upgrade lebih menarik lagi  menjadi “Sekali nyicip pempek, dua tiga kapal selam ikut tenggelam”, he..he.

Bedanya, kalau pempek bikin kenyang dan bahagia, narkoba justru bikin sengsara, perut kempes, dompet jebol dan terkuras, mirisnya lagi masa depan pengguna bubar jalan, bahkan bisa-bisa jadi pecandu di depan namanya dapat titel  almarhum/mah…

Beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, ketemu sama Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan. Pertemuan ini serius, bahas narkoba, tapi coba bayangkan kalau gaya bahasanya kayak nongkrong di warung kopi. “Bro, narkoba ini udah kayak cabe rawit campur micin, kecil-kecil, tapi bikin ketagihan, kalau dibiarkan, generasi kita bisa salah bumbu semua!, kacau dan masuk angin semua”.

Ancaman narkoba memang bikin kepala cenat-cenut, ibarat main mobile legends, musuhnya nggak cuma satu hero, tapi full squad, plus buff lord, sementara kita kadang masih sibuk ribut soal sinyal lemot.

Di sisi lain, masyarakat suka berpikir “Ah, urusan narkoba kan kerjaan polisi,” padahal salah besar, lur…. narkoba ini bukan cuma jadi masalah aparat, tapi masalah semua orang. Sama kayak nyamuk, dia nggak pilih-pilih darah, anak pejabat, anak petani, anak sultan, atau anak kos yang tiap malam makan mi instan, semua bisa jadi target.

Pak Gubernur ngomong, pemberantasan narkoba jangan cuma di hilir alias nangkep bandar, harus juga di hulu, yakni pencegahan, edukasi, kampanye, sampai ke sekolah dan kampus.

Nah, kalau mau gampang ngerti, bayangin bikin pempek, kalau salah di adonan (hulunya), hasilnya bisa keras kayak ban dalam, sama juga, kalau pendidikan anak-anak diabaikan, di hilirnya tinggal panen masalah, yakni generasi lost, masa depan gelap gulita, orang tua kusut.

Sekarang coba kita ngaca sebentar ya… kadang program anti narkoba cuma rame di spanduk dan baliho, “katakan tidak pada narkoba” tulisannya besar-besar. Tapi habis itu?, ya sudah, baliho pudar, narkoba tetap berkeliaran.

Lucunya lagi, kadang kampanye anti narkoba malah mirip konser dangdut, ada panggung, ada artis, ada lomba joget, tapi pesan intinya entah ke mana. Niatnya edukasi, tapi yang diingat penonton malah “eh…. kemarin goyangnya keren ya”.

Oleh karena itu,  jangan sampai perang lawan narkoba hanya menjadi ajang seremoni, anak muda nggak butuh pidato panjang, mereka butuh konten relatable. Coba bikin kampanye lewat TikTok atau Instagram dengan gaya yang kekinian bahkan jika ada konten “Bandar narkoba vs emak-emak komplek”  pasti dijamin lebih viral daripada drama perselingkuhan seleb.

Solusinya, setidaknya masuk ke sekolah dan kampus, misalnya bikin kurikulum kreatif yang bikin menarik anak-anak soal bahaya narkoba, bukan sekadar ceramah, tapi pake game, drama, atau stand-up comedy.

Penuh godaan

Selain itu, juga  libatkan komunitas lokal [kalau sudah ada syukur Alhamdullilah], dari ustaz, pendeta, guru ngaji, sampai Ketua RT, semua bisa jadi influencer anti narkoba.

Bikin juga konten digital positif, misalnya saat ini anak muda lebih sering scroll TikTok daripada baca koran, jadi, lawan propaganda narkoba dengan meme, parodi, dan video singkat yang nyentil tapi ngena.

Terakhir rehabilitasi yang ramah, maksudnya jangan perlakukan korban narkoba kayak kriminal kelas berat, mereka butuh dipulihkan, bukan dijadikan bahan olok-olok.

Jadi, intinya, kita semua tahu, hidup itu penuh godaan, ada yang nagih rebahan, ada yang nagih cicilan, ada juga yang nagih gebetan [tapi gebetannya nagih yang lain]. Nah, kalau udah ketemu narkoba, nagihnya nggak ketolongan lagi, ampun dech…..,karena lebih baik nagih pempek kapal selam seporsi, daripada nagih barang haram yang bikin masa depan karam.

Akhirnya dongeng ngalur ngidul ini, yakni perang melawan narkoba bukan cuma soal aparat dan pejabat, itu semua tanggung jawab kita bersama, dari dapur rumah sampai ruang kelas, dari grup WA keluarga sampai konten viral di medsos. Kalau Pemprov dan BNNP udah siap sinergi, kita sebagai warga jangan cuma tepuk tangan, semestinya ikut jaga diri dong , jaga anak-anak, dan jaga lingkungan.

Akhir kata, narkoba itu ibarat mantan toxic, keliatannya manis di awal, tapi ujung-ujungnya bikin hancur lebur, makanya jangan jadi pasien dari benda ini,  jadi, jika ada yang nawarin? lebih baik senyumin aja, terus bilang begini “Sorry bos, aku lebih pilih pempek, nagih sih, tapi halal, kenyang, dan nggak bikin masa depan ambyar”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alex Ajak Tokoh Masyarakat Muba Sukseskan Asian Games

    Alex Ajak Tokoh Masyarakat Muba Sukseskan Asian Games

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin menggelar silaturahmi sekaligus mensosialisasikan Asian Games XVIII tahun 2018 kepada 1500 orang tokoh masyarakat dari 15 Kecamatan se-Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di Griya Agung Palembang, Kamis malam (12/4/2018). Sosialisasi Asian Games tersebut gencar dilaksanakan Gubernur Alex Noerdin kepada seluruh masyarakat sejak ditetapkannya Palembang sebagai tuan rumah bersama Jakarta. […]

  • Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres HMI 2020

    Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Kongres HMI 2020

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    SIMPOSIUM Nasional Himpunan Mahasiswa Islam [HMI]  diselenggarakan di Ballroom Hotel Daira, kemarin. HMI  merupakan sebuah acara yang mengingatkan agar semua elemen mawas diri dan saling menghormati perbedaan terhadap keragaman bangsa Indonesia. Dari acara ini harapannya, sangat positif  agar para pemuda-pemudi dapat berpikir secara kritis untuk menjaga keutuhan Republik Indonesia Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, segala kebudayaan bisa masuk dengan […]

  • Grab Luncurkan GrabAds untuk Pasang Iklan

    Grab Luncurkan GrabAds untuk Pasang Iklan

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Grab meluncurkan GrabAds, sebuah unit bisnis periklanan dengan pemasangan promosi pada tubuh mobil. Layanan ini dinilai membantu mitra pengemudi GrabCar dari segi pendapatan. Head GrabAds, Grab Nasheet Islam menjelaskan GrabAds memberikan kesempatan kepada berbagai jasa pemasang iklan untuk mendistribusikan konten yang menarik serta menciptakan pengalaman beriklan yang mengesankan untuk para konsumen. “Para […]

  • Bea Cukai Mataram Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Emas di Lombok

    Bea Cukai Mataram Gagalkan Dua Upaya Penyelundupan Emas di Lombok

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Dua upaya penyelundupan emas melalui penerbangan internasional berhasil digagalkan Bea Cukai Mataram. Dalam penindakan  dilakukan di Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, petugas mengamankan emas batangan seberat 5.003,6 gram dan gelang emas seberat 294,2 gram. Emas batangan yang diamankan bernilai Rp12,4 miliar, sedangkan gelang emas ditaksir mencapai Rp732 juta. Pengungkapan kedua kasus tersebut […]

  • Ada Pasar Murah di Stisipol Candradimuka

    Ada Pasar Murah di Stisipol Candradimuka

    • calendar_month Sabtu, 20 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.974
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Menyambut perayaan hari ulang tahun Wanita Syarikat Islam (WSI) ke-100 sekaligus hari ulang tahun Stisipol Candradimuka yang ke-51 Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK)  Sumatra Selatan ( Sumsel)  Hj. Fauziah Mawardi Yahya membuka rangkaian kegiatan pasar murah dan lomba memasak kreasi ibu cermat (20/10/2018) di halaman gedung Stisipol Candradimuka Palembang. […]

  • Jangan Khawatir TKI di Malaysia Dilindungi, Indonesia – Malaysia akan MoU.

    Jangan Khawatir TKI di Malaysia Dilindungi, Indonesia – Malaysia akan MoU.

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.804
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Indonesia dan Pemerintah Malaysia terus mematangkan kerja sama tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik ke Malaysia. Hingga saat ini, kerjasama dimaksud masih terus dibahas secara konkrit oleh kedua negara dikarenakan counter-draft (draf tanggapan) Pemerintah Malaysia atas initial draft Memorandum of Understanding (MoU) sektor domestik yang telah disampaikan oleh Pemerintah Indonesia pada […]

expand_less
WordPress Archive Light – Minimalist WordPress portfolio theme Liker – WordPress Rating Plugin Lilac – Fashion Responsive WooCommerce WordPress Theme Lilium – Beauty and Skincare WordPress & WooCommerce Theme liMarquee – Horizontal and Vertical Scrolling of Text or Image or HTML Code Limerick – A Colorful and Modern Multipurpose Portfolio Theme Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor