Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Narkoba vs Pempek, Mana yang Lebih Nagih?”

“Narkoba vs Pempek, Mana yang Lebih Nagih?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
  • visibility 1.348
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PASTI kita pernah membaca pepatah ini,  “Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, namun di Sumatera Selatan pepatahnya itu bisa di-upgrade lebih menarik lagi  menjadi “Sekali nyicip pempek, dua tiga kapal selam ikut tenggelam”, he..he.

Bedanya, kalau pempek bikin kenyang dan bahagia, narkoba justru bikin sengsara, perut kempes, dompet jebol dan terkuras, mirisnya lagi masa depan pengguna bubar jalan, bahkan bisa-bisa jadi pecandu di depan namanya dapat titel  almarhum/mah…

Beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, ketemu sama Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan. Pertemuan ini serius, bahas narkoba, tapi coba bayangkan kalau gaya bahasanya kayak nongkrong di warung kopi. “Bro, narkoba ini udah kayak cabe rawit campur micin, kecil-kecil, tapi bikin ketagihan, kalau dibiarkan, generasi kita bisa salah bumbu semua!, kacau dan masuk angin semua”.

Ancaman narkoba memang bikin kepala cenat-cenut, ibarat main mobile legends, musuhnya nggak cuma satu hero, tapi full squad, plus buff lord, sementara kita kadang masih sibuk ribut soal sinyal lemot.

Di sisi lain, masyarakat suka berpikir “Ah, urusan narkoba kan kerjaan polisi,” padahal salah besar, lur…. narkoba ini bukan cuma jadi masalah aparat, tapi masalah semua orang. Sama kayak nyamuk, dia nggak pilih-pilih darah, anak pejabat, anak petani, anak sultan, atau anak kos yang tiap malam makan mi instan, semua bisa jadi target.

Pak Gubernur ngomong, pemberantasan narkoba jangan cuma di hilir alias nangkep bandar, harus juga di hulu, yakni pencegahan, edukasi, kampanye, sampai ke sekolah dan kampus.

Nah, kalau mau gampang ngerti, bayangin bikin pempek, kalau salah di adonan (hulunya), hasilnya bisa keras kayak ban dalam, sama juga, kalau pendidikan anak-anak diabaikan, di hilirnya tinggal panen masalah, yakni generasi lost, masa depan gelap gulita, orang tua kusut.

Sekarang coba kita ngaca sebentar ya… kadang program anti narkoba cuma rame di spanduk dan baliho, “katakan tidak pada narkoba” tulisannya besar-besar. Tapi habis itu?, ya sudah, baliho pudar, narkoba tetap berkeliaran.

Lucunya lagi, kadang kampanye anti narkoba malah mirip konser dangdut, ada panggung, ada artis, ada lomba joget, tapi pesan intinya entah ke mana. Niatnya edukasi, tapi yang diingat penonton malah “eh…. kemarin goyangnya keren ya”.

Oleh karena itu,  jangan sampai perang lawan narkoba hanya menjadi ajang seremoni, anak muda nggak butuh pidato panjang, mereka butuh konten relatable. Coba bikin kampanye lewat TikTok atau Instagram dengan gaya yang kekinian bahkan jika ada konten “Bandar narkoba vs emak-emak komplek”  pasti dijamin lebih viral daripada drama perselingkuhan seleb.

Solusinya, setidaknya masuk ke sekolah dan kampus, misalnya bikin kurikulum kreatif yang bikin menarik anak-anak soal bahaya narkoba, bukan sekadar ceramah, tapi pake game, drama, atau stand-up comedy.

Penuh godaan

Selain itu, juga  libatkan komunitas lokal [kalau sudah ada syukur Alhamdullilah], dari ustaz, pendeta, guru ngaji, sampai Ketua RT, semua bisa jadi influencer anti narkoba.

Bikin juga konten digital positif, misalnya saat ini anak muda lebih sering scroll TikTok daripada baca koran, jadi, lawan propaganda narkoba dengan meme, parodi, dan video singkat yang nyentil tapi ngena.

Terakhir rehabilitasi yang ramah, maksudnya jangan perlakukan korban narkoba kayak kriminal kelas berat, mereka butuh dipulihkan, bukan dijadikan bahan olok-olok.

Jadi, intinya, kita semua tahu, hidup itu penuh godaan, ada yang nagih rebahan, ada yang nagih cicilan, ada juga yang nagih gebetan [tapi gebetannya nagih yang lain]. Nah, kalau udah ketemu narkoba, nagihnya nggak ketolongan lagi, ampun dech…..,karena lebih baik nagih pempek kapal selam seporsi, daripada nagih barang haram yang bikin masa depan karam.

Akhirnya dongeng ngalur ngidul ini, yakni perang melawan narkoba bukan cuma soal aparat dan pejabat, itu semua tanggung jawab kita bersama, dari dapur rumah sampai ruang kelas, dari grup WA keluarga sampai konten viral di medsos. Kalau Pemprov dan BNNP udah siap sinergi, kita sebagai warga jangan cuma tepuk tangan, semestinya ikut jaga diri dong , jaga anak-anak, dan jaga lingkungan.

Akhir kata, narkoba itu ibarat mantan toxic, keliatannya manis di awal, tapi ujung-ujungnya bikin hancur lebur, makanya jangan jadi pasien dari benda ini,  jadi, jika ada yang nawarin? lebih baik senyumin aja, terus bilang begini “Sorry bos, aku lebih pilih pempek, nagih sih, tapi halal, kenyang, dan nggak bikin masa depan ambyar”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update COVID-19 Muba: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif dan Sembuh, Hanya 1 Kasus Meninggal Dunia

    Update COVID-19 Muba: Tidak Ada Penambahan Kasus Positif dan Sembuh, Hanya 1 Kasus Meninggal Dunia

    • calendar_month Senin, 16 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba,mengkonfirmasikan bahwa nihil penambahan kasus positif dan bertambah 1 kasus meninggal dunia pada Senin (16/8/2021). “Nihil penambahan kasus positif dan bertambah 1 kasus meninggal dunia, per 16 Agustus 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi merinci, adapun penambahan 1 kasus meninggal dunia dialami […]

  • BUMDes Menjadi Kunci Dalam Menumbuhkan Perekonomian Desa, Mengapa ?

    BUMDes Menjadi Kunci Dalam Menumbuhkan Perekonomian Desa, Mengapa ?

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar terus berupaya memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa. Halim Iskandar mengatakan, kunci kesuksesan dalam memulihkan ekonomi nasional di tingkat desa ada di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Mendes PDTT mengatakan, posisi BUMDes saat ini telah resmi berbadan hukum dan setara dengan BUMN dan […]

  • Media Sosial dan Kampanye Politik

    Media Sosial dan Kampanye Politik

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.794
    • 0Komentar

    Dahulu, Teknologi  yang kita kenal seperti Telepon  hanya bisa digunakan untuk menelpon dan sekedar berkirim pesan atau Televisi yang hanya bisa kita lihat dengar, begitu juga surat kabar dan Radio. Seiring berjalannya waktu, teknologi sudah semakin berkembang dan maju s seperti smart phone yang menyediakan banyak palatform digital yang dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi […]

  • Kapal Asing Berbendera Malaysia Berhasil Tingkap di Selat Melaka

    Kapal Asing Berbendera Malaysia Berhasil Tingkap di Selat Melaka

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.542
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap satu kapal ikan asing berbendera Malaysia pada patroli perdana yang dilakukan di tahun 2022 di Selat Malaka pada hari Kamis (13/1/2022). Penangkapan dan tindakan tegas terhadap pelaku pencurian ikan ini merupakan implementasi akselerasi pengawasan dan pemberantasan illegal fishing sejalan dengan upaya KKP untuk akselerasi program prioritas kelautan dan […]

  • Malaysia (FIM) Tawarkan Beasiswa untuk Talenta Kuliner Muda Melalui Program Chef Muda Mahsuri

    Malaysia (FIM) Tawarkan Beasiswa untuk Talenta Kuliner Muda Melalui Program Chef Muda Mahsuri

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.845
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, PETALING JAYA, MALAYSIA – Media OutReach – Pada 12 Juli, Mahsuri Food Sdn. Bhd. (“Mahsuri”) mengumumkan komitmennya untuk memberikan kembali kepada masyarakat melalui program Chef Muda Mahsuri dengan memberikan kesempatan beasiswa kepada calon warga Malaysia yang ingin mengasah keterampilan kuliner mereka melalui Certificate of Attendance in Malay Dishes Course di Food Institute of Malaysia […]

  • Seimbangkan Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama

    Seimbangkan Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.248
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Ogan Ilir – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan terus mendorong tumbuhnya rumah tahfizd sebagaimana banyaknya muncul sekolah pendidikan umum. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya  ketika meresmikan Mushola Salim Rafid  yang letaknya  satu lokasi dengan SMK Negeri 1 Desa Bangun Jaya Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (14/2/2019). “Maraknya […]

expand_less
WordPress Archive Light – Minimalist WordPress portfolio theme Liker – WordPress Rating Plugin Lilac – Fashion Responsive WooCommerce WordPress Theme Lilium – Beauty and Skincare WordPress & WooCommerce Theme liMarquee – Horizontal and Vertical Scrolling of Text or Image or HTML Code Limerick – A Colorful and Modern Multipurpose Portfolio Theme Limme – Limousine Transfers & Car Dealer WordPress Theme + RTL Linden — Single Property RealEstate Agent WordPress Line Agency | Interior Design & Architecture WordPress Theme Liner – SVG Animation for Elementor