Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Gurunya Gagah, Murid Makin Gagah – Filosofi Almamater Merah Marun Sekolah Rakyat”

“Gurunya Gagah, Murid Makin Gagah – Filosofi Almamater Merah Marun Sekolah Rakyat”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
  • visibility 838
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KALAU  muridnya terlihat bintang lima, gurunya sudah bintang delapan, begitulah filosofi yang tiba-tiba nongol di benak kita ketika  Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus IpulSosial, Gus Ipul dalam keterangan rilisnya, selasa (19/8/2025) memperkenalkan almamater Sekolah Rakyat terbaru. Warna merah marun berani, baret senada, pin di dada kiri memancarkan aura gagah seperti superhero lokal, tapi versi pendidikan Indonesia.

Gus Ipul berdiri di depan kepala sekolah dan guru sambil memakai almamater contoh itu, lengkap dengan tanda kepangkatan di bahu. Terbayang kalau murid-murid SD mengenakan jas merah marun ini, mereka tampak gagah, rapi, seperti miniatur bintang pop yang baru turun dari panggung.

Lalu guru-gurunya? Kalau murid bintang lima, guru sudah bintang delapan. Dasi merah marun, baret di kepala, senyum bijak ala pahlawan nasional. Dagelan visual yang bikin ngakak tapi bikin bangga.

Misalnya ada contoh adegan  sebut saja namanya Pak Joko, guru SMP, menunduk menata dasi, mukanya serius tapi matanya berbinar. Seorang murid menatapnya “Pak… bapak itu bintang delapan, ya?” Pak Joko mengangguk pelan sambil bergumam, “Kalau begitu, kamu harus jadi bintang sembilan, Nak”, lucu, tapi terselip pesan moral kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebanggaan dalam belajar itu penting.

Filosofi almamater ini bukan sekadar pakaian, tapi simbol kesetaraan dan dorongan untuk menjadi lebih baik. Almamater merah marun ini menandakan identitas Sekolah Rakyat dan memberi pesan terselubung murid harus gagah, guru harus lebih gagah, supaya pendidikan bisa berjalan dengan penuh hormat dan tawa.

Seperti pepatah lama “Guru bagai lentera, murid bagai jalan”. Kalau lentera redup, jalan gelap. Tapi kalau lentera bersinar terang, bahkan genangan hujan pun terlihat cantik.

Apalagi almamater merah marun ini adalah lentera baru, siap menyalakan jalan murid-murid Indonesia dengan gagah dan percaya diri.

Detail kocak lain, tanda kepangkatan di bahu, murid-murid pasti bertanya, “Pak, Mbak… itu pangkat apa?” Guru bisa menjawab sambil bercanda “Itu pangkat guru gagah, Nak, kalau kamu rajin belajar, nanti pangkatmu muncul juga, tapi jangan terlalu cepat, nanti baretmu meledak.” Lucu, tapi pesan moralnya jelas, pendidikan karakter harus ditanam sejak dini.

Almamater ini punya “saudara kandung” seragam olahraga, seragam pramuka, batik khas Sekolah Rakyat, hingga kemeja batik nasional. Semua itu bukan sekadar fashion show, tapi bagian dari pendidikan karakter.

Anak-anak belajar setiap peran, antara lain olahraga, laboratorium, upacara, pantas diapresiasi, dan guru siap menemani mereka dengan wujud gagah yang seragam.

Bayangkan upacara bendera murid-murid memakai almamater merah marun, dasi rapi, celana putih dengan garis merah, baret di kepala.

Mereka tampak seperti miniatur pasukan pahlawan lokal yang mempersiapkan negeri untuk masa depan. Guru-gurunya berdiri gagah, lencana kepangkatan bersinar, senyum bijak menyelimuti wajah pesan terselubung. “Kalian bisa gagah, tapi aku di sini untuk memastikan kalian lebih gagah dari hari kemarin”.

Ini bukan hanya soal penampilan, filosofi ini bisa diterapkan sehari-hari, anak-anak belajar menyiapkan diri dengan baik, disiplin, dan percaya diri. Guru mencontohkan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tapi juga transfer sikap dan integritas.

Murid belajar dari guru yang gagah secara moral dan etika akan tumbuh jadi generasi gagah bukan hanya di penampilan, tapi di hati dan pikiran.

Bumbu dagelan visual dan bintang-bintang imajinatif terselip pesan moral kebanggaan itu menular. Murid bangga mengenakan almamater, guru bangga mendampingi murid, masyarakat bangga melihat generasi muda tumbuh penuh karakter. Lingkaran pendidikan yang harmonis, seperti pepatah Sunda “Leutik leutik jadi gede, gede gede jadi eling”. Hal kecil seragam, baret, pin tumbuh menjadi karakter besar.

Kesimpulannya, almamater merah marun Sekolah Rakyat bukan sekadar mode, tapi filosofi yang tertuang dalam kain, murid gagah, guru lebih gagah, pendidikan lebih menyenangkan.

Dengan dagelan, bintang-bintang imajinatif, dan senyum, kita bisa mengubah momen sederhana mengenakan jas menjadi pelajaran berharga disiplin, kebanggaan, dan keberanian tampil beda.

Mari sambut almamater merah marun ini bukan sekadar kain, tapi lentera bar pendidikan Indonesia gagahnya sejajar, moralnya lebih tinggi, dan tawa tetap mengalir.[***]u

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sumsel Tanam 1.200 Pohon, Kapolda : Wariskan Cadangan Oksigen Untuk Cucu

    Polda Sumsel Tanam 1.200 Pohon, Kapolda : Wariskan Cadangan Oksigen Untuk Cucu

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    KAPOLDA Sumsel Irjen Pol Drs. Priyo Widyanto menanam 1.200 bibit pohon, kegiatan penghijauan ini merupakan kebijakan dari Kapolri. “Sesuai perintah Kapolri tepatnya tanggal 10 Januari seluruh Polda di seluruh Indonesia menyelenggarakan acara tanam pohon serempak,” katanya disela-sela Acara di Halaman Pakri,  Jumat (10/1/2019). Kapolda menyebutkan sebelumnya pada 7 Januari lalu, seluruh Polres sudah menanam. Totalnya […]

  • Menakar Rezeki dari Sektor Laut, Pemerintah Buat Aturan

    Menakar Rezeki dari Sektor Laut, Pemerintah Buat Aturan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 616
    • 0Komentar

    PERATURAN baru PNBP dari sektor kelautan diberlakukan. Dampaknya akan nendang pada 2022, dengan potensi penerimaaan sampai Rp12 triliun. Sebagian dari pungutan hasil reklamasi pantai. Dari laut kembali ke laut. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa perolehan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor perikanan akan selalu disalurkan kembali untuk mempercepat pembangunan sektor kelautan dan […]

  • 1.460 Anggota BPD Bakal Dilantik Serentak

    1.460 Anggota BPD Bakal Dilantik Serentak

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 768
    • 0Komentar

    SETELAH melalui pesta demokrasi Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh Pemeritah Desa (Pemdes) di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin sejak awal 2019 yang lalu. Sebanyak 1.460 anggota BPD yang terpilih dari 197 Desa di 15 Kecamatan bakal dilantik serentak. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melalui Sekretaris Dinas PMD, Agus Kurniawan SIP MSi menjelaskan bahwa pelantikan […]

  • Pandemi Covid Bukan Halangan Kerjasama, Peningkatan Kerja Sama Indonesia – Jepang sebagai Mitra Strategis Terus Berlanjut

    Pandemi Covid Bukan Halangan Kerjasama, Peningkatan Kerja Sama Indonesia – Jepang sebagai Mitra Strategis Terus Berlanjut

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 776
    • 0Komentar

    NEGARA Jepang merupakan mitra yang sangat penting bagi Indonesia. Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global, termasuk Pandemi Covid-19, hubungan antar kedua negara tetap terjalin kuat bahkan masih terbuka ruang untuk penguatan hubungan yang bisa digali. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Jepang pada tahun 2020 mencapai USD24,3 miliar. Selama periode 2018 hingga 2020 Jepang konsisten menduduki peringkat ke-3 […]

  • Diingatkan, Daerah Segera Pangkas Perizinan, Kata Presiden

    Diingatkan, Daerah Segera Pangkas Perizinan, Kata Presiden

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 926
    • 0Komentar

    Sehingga diharapkan lapangan kerja semakin bertambah.

  • “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

    “Telur Penyu Nusantara, Sambas Anambas & Kisah Telur Lawan Emas Putih”

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    KALAU bicara soal telur, pikiran kita biasanya melayang ke ayam goreng di warung pecel lele, telur ceplok setengah matang yang jadi rebutan di warung soto, atau telur asin yang biasanya nongol di rak-rak toko oleh-oleh. Tapi di lautan Nusantara, ada telur yang nilainya jauh lebih ribet ketimbang emas putih telur penyu. Baru-baru ini, negeri ini […]

expand_less
WordPress Archive YITH Iris | Interior Design WordPress Theme YITH Kidshop | A Creative Kid|s E-Commerce Theme YITH Live Chat Premium YITH Multiple Shipping Addresses for WooCommerce Premium YITH Panarea | Restaurant and Food WordPress Theme YITH Panthea | Minimal WooCommerce Theme YITH Payment Method Restrictions for WooCommerce Premium YITH Paypal Adaptive Payments for WooCommerce Premium YITH PayPal Braintree For WooCommerce YITH PayPal Payouts for WooCommerce