Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Belajar di SLB Jadi Seru dengan Papan Interaktif Digital!”

“Belajar di SLB Jadi Seru dengan Papan Interaktif Digital!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 1.385
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BELAJAR itu identik dengan murid yang duduk kaku, mata melotot ke papan tulis, dan guru teriak “Perhatikan!”, di SLB sekarang situasinya beda banget. Kenapa?, karena Papan Interaktif Digital (IFP) hadir seperti “superhero papan tulis” tanpa jubah dan tanpa masker. Tinggal sentuh, murid bisa nonton video, menghitung, bahkan belajar Al-Qur’an.

Di SLB B-C Alfiany, Jakarta Barat, guru Melda Novitasari bercerita, muridnya yang tunagrahita, tunarungu, dan autis biasanya gampang bosan dan susah fokus. Tapi sekarang, begitu layar besar itu nyala, anak-anak langsung menempel di depan papan seperti anak-anak nonton kartun favorit. “Matanya berbinar, tangannya siap menekan layar, kadang saya sampai mikir, ‘Ini murid belajar atau lagi main TikTok?” canda Melda.

Saking serunya, pembelajaran matematika pun jadi kayak permainan, “Anak-anak sekarang lebih semangat menghitung, apalagi kalau ada animasi angka yang lompat-lompat. Bahkan saya sampai kalah cepat menekan tombolnya,” tambah Melda sambil tertawa.

Tak hanya di Alfiany, di SLBN 1 Jakarta, guru Eko Wahyu Wijoyo Kusuma bilang IFP itu kayak, Swiss Army Knife versi pendidikan, papan tulis, LCD, speaker, dan laptop dalam satu layar. Jadi guru bisa lebih santai, murid bisa lebih fokus. Anak-anak pun belajar sesuai kemampuan masing-masing, tanpa harus menunggu teman yang lebih cepat atau tertinggal karena materi terlalu sulit.

Orang tua juga ikutan tersenyum, Iqthoria Himma Rubayani bercerita tentang Syahir, anaknya yang biasanya pemalu. Setelah belajar menggunakan IFP, Syahir jadi berani mencoba menulis dan menggambar sendiri, bahkan saat belajar mencuci baju, anaknya langsung praktik di rumah. Iqthoria bilang, “langkah-langkahnya tersimpan di kepala, kayak game tutorial level 1. Anak saya langsung paham dan berhasil!”.

Raden Riyandesi Saraswati, wali murid SLBN 1, menambahkan, IFP membantu anaknya lebih fokus karena ada kombinasi audio dan visual. “Pokoknya anak saya sekarang belajar kayak nonton film seru, mata nggak bisa lepas, telinga nggak mau kabur,” katanya sambil tertawa.

Secara teknis, IFP ini bikin guru bisa lebih kreatif, tidak perlu lagi ribet bawa laptop, proyektor, spidol, papan tulis, dan kabel-kabel yang kusut kayak mie instan.

Tinggal tekan tombol, materi siap tayang. Bahkan guru bisa bikin animasi sendiri, jadi murid belajar sambil ketawa. Pepatah cocok untuk ini “Sekali layar disentuh, seribu mata senang, seribu otak terpacu”.

Di balik semua tawa itu, teknologi ini juga serius, dan pemerintah menargetkan 2.360 SLB menerima IFP tahun ini, terutama di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Tujuannya jelas, yakni pendidikan inklusif yang efektif dan bermakna, dengan teknologi, guru jadi seperti DJ kelas, murid ikut dance sesuai irama belajar masing-masing.

Papan Interaktif Digital di SLB bukan sekadar layar besar, ia adalah alat ajaib yang bikin belajar lebih menyenangkan, menumbuhkan rasa percaya diri anak, dan bikin guru kreatif tanpa harus stres kabel kusut sehingga belajar bukan lagi kewajiban yang menjemukan, tapi petualangan seru yang bikin anak-anak tersenyum lebar sambil menekan layar.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Covid Naik Turun, Ahli Epidemiologi Minta Masyarakat Tetap Dispilin Protokol Kesehatan 

    Kasus Covid Naik Turun, Ahli Epidemiologi Minta Masyarakat Tetap Dispilin Protokol Kesehatan 

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    MASYARAKAT terus diminta terapkan disiplin protokol kesehatan dalam melakukan aktifitas, hal tersebut mengingat masih turun naiknya kasus positif di Sumsel. Demikian yang dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel yang juga Ahli Epidemiologi Sumsel Dr. Iche Andriani Liberty saat update covid-19 di Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (1/7/2020). Berdasarkan data perkembangan covid-19 di Provinsi […]

  • “Canting Kencana”, Pendampingan Calon Pengantin di OKI untuk Cegah Stunting

    “Canting Kencana”, Pendampingan Calon Pengantin di OKI untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sangat serius menurunkan angka prevalensi stunting. Salah satunya yakni dengan mencegah stunting sejak hulu melalui program Cegah Stunting dan Tingkatan Kualitas Keluarga dengan Terencana atau (Canting Kencana). Canting Kencana merupakan program kolaborasi antara Pemkab OKI dengan Kementrian Agama untuk mendampingi para calon pengantin agar mendapat pendampingan masalah kesehatan dari […]

  • Wanita Berhijab Tak Jadi Penghalang jadi Atlet Sepakbola, Salah Satu Contoh Ayunda Dwi Anggraini, Simak Yuk Ceritanya di Sini !

    Wanita Berhijab Tak Jadi Penghalang jadi Atlet Sepakbola, Salah Satu Contoh Ayunda Dwi Anggraini, Simak Yuk Ceritanya di Sini !

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.146
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Keimanan yang teguh bisa jadi berkah, meski berhijab bukan jadi penghalang seseorang untuk menjadi atlet, karena tak ada korelasinya, apalagi sepak bola adalah olahraga yang dapat dinikmati oleh semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, agama, atau pilihan berbusana. Hijab adalah bagian dari identitas dan keyakinan banyak wanita Muslim, dan mereka berhak untuk berpartisipasi […]

  • Antisipasi Pertambahan Misbar, Pemkot Palembang Berencana Bahas Fasilitas Non Berbayar

    Antisipasi Pertambahan Misbar, Pemkot Palembang Berencana Bahas Fasilitas Non Berbayar

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berencana dalam waktu dekat membahas fasilitas non berbayar guna mengantisipasi pertambahan orang miskin baru [Misbar]. “Diprediksi dampak dari COVID-19 terjadi peningkatan misbar, makanya wacana tersebut akan dibicarakan dengan Walikota untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, “kata  Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Selasa [7/4/2020]. Namun kata dia, Ini baru rencana, belum bisa dipastikan dan […]

  • Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    Perlu Audit Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit, Alasannya ?

    • calendar_month Selasa, 5 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 796
    • 0Komentar

    SEPANJANG Covid -19 mewabah di Sumsel, ada sekitar 14 tenaga kesehatan [nakes] yang meninggal dunia saat menangani Covid-19. 14 nakes yang meninggal karena COVID-19 itu rinciannya adalah 4 dokter, 4 bidan, 5 perawat, dan 1 nakes lainnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, Selasa (5/1/2021). Lesty menambahkan, jumlah tersebut tidak bisa dikatakan banyak atau […]

  • BRIN Lokalkan Teknologi Smart Greenhouse Korea untuk Pertanian Indonesia

    BRIN Lokalkan Teknologi Smart Greenhouse Korea untuk Pertanian Indonesia

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Korea Institute of Science and Technology (KIST) mendorong penerapan teknologi smart greenhouse Korea yang disesuaikan dengan kondisi iklim dan kebutuhan pertanian Indonesia. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transfer teknologi pertanian cerdas sekaligus membuka peluang hilirisasi hasil riset. Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan […]

expand_less
WordPress Archive WPForms – Conversational Forms WPForms – Custom Captcha WPForms Pro – Drag & Drop WordPress Form Builder WPForms – Drip WPForms – Form Abandonment WPForms – Form Locker WPForms – Form Pages WPForms – Form Templates Pack WPForms – Geolocation WPForms – GetResponse