SAAT Ramadhan tiba, ritme hidup banyak orang ikut berubah. Jam tidur bergeser, energi kadang menurun, dan rasa kantuk sering datang lebih cepat di siang hari. Namun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bulan puasa justru menjadi ruang latihan untuk memperkuat disiplin dan integritas dalam bekerja.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra saat menghadiri kegiatan siraman rohani Ramadhan bagi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumsel.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bina Praja Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (13/3/2026), mengangkat tema “Nilai-Nilai Ramadhan sebagai Penguatan Integritas, Disiplin, dan Kinerja ASN.”
Di hadapan para ASN, Edward mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan adalah latihan untuk mengendalikan diri, menjaga kejujuran, serta membangun kedisiplinan dalam menjalankan tugas.
“Alhamdulillah Ramadhan ini sudah kita lewati hingga mendekati akhir, dan kita masih diberikan kesehatan dalam menjalaninya,” ujarnya.
Menurut Edward, nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadhan sangat dekat dengan tugas ASN sebagai pelayan masyarakat. Disiplin waktu, tanggung jawab, dan kejujuran menjadi fondasi penting dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Puasa juga melatih keteraturan. Dari sahur hingga berbuka, semuanya berjalan dengan jadwal yang jelas. Kebiasaan sederhana ini, kata dia, bisa menjadi latihan untuk membangun etos kerja yang lebih baik.
“Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, dan integritas yang dilatih selama Ramadhan harus bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa bulan puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. ASN tetap dituntut bekerja profesional dan memberikan pelayanan terbaik.
Menurutnya, justru di bulan Ramadhan para aparatur dapat menunjukkan bahwa ibadah dan kinerja dapat berjalan beriringan.
“Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memperbaiki kualitas kerja,” ujarnya.
Selain tausiyah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan sembako kepada anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia Provinsi Sumatera Selatan serta ASN golongan I dan II.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan ASN.
Kegiatan ini juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan seperti ini, semangat Ramadhan diharapkan tidak hanya berhenti pada ibadah pribadi. Nilai-nilai yang dipelajari selama bulan suci diharapkan juga tercermin dalam etos kerja, kedisiplinan, dan pelayanan publik yang lebih baik.
Pada akhirnya, Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Bagi ASN, bulan suci ini juga menjadi ruang belajar untuk memperkuat integritas sebagai pelayan masyarakat.(***)