Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » “MBG Sudah Mantap? Atau Baru Separuh Jalan?”

“MBG Sudah Mantap? Atau Baru Separuh Jalan?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 1.952
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BICARA soal Program Makan Bersama Gratis (MBG) di Sumsel, rasanya kita ini seperti tetangga yang melihat asap dapur sebelah, ada wangi sedapnya, tapi kadang juga bikin bertanya, itu masak apa sih sebenernya?

Nah, kemarin Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, tampil percaya diri di acara Rakorda Evaluasi Survei Monev Program MBG Tahap II Tahun 2025.

Gayanya yakin betul, seperti anak kelas lima yang baru dapat nilai 90 lalu langsung duduk paling depan. Di depan para pejabat dan tamu undangan, beliau menyampaikan bahwa MBG ini makin masif, makin nendang, dan makin sinkron sama Program GSMP (Gerakan Sumsel Mandiri Pangan).

Menurut beliau, GSMP ini katanya berhasil bikin masyarakat berubah mindset dari yang nunggu harga naik jadi yang siap-siap ngatur stok pangan sendiri. Intinya, dapur Sumsel aman sentosa.

Dalam pemaparannya, HD bilang kalau MBG sudah menjangkau 1,5 juta penerima manfaat. Target totalnya 2,5 juta, jadi kalau diibaratkan pertandingan bola, baru babak pertama tapi sudah leading 1–0.

Tapi ini bukan pertandingan, bro. Ini kebutuhan perut orang banyak, dan perut itu tidak bisa diajak negosiasi.

Kepala BPS Sumsel, Pak Wahyu (gelarnya panjang seperti katalog buku perpustakaan), menjelaskan kalau MBG ini bukan cuma soal ngenyangin anak sekolah, tapi juga ngasih vitamin buat ekonomi Sumsel.

Katanya, berdasarkan survei khusus industri makanan & minuman tumbuh 9,6%, sektor penunjang 9,1%, perdagangan eceran 10,3% dan penyediaan Makanan & Minum 12,6%.

Wah, angka-angka ini kalau dibacakan di seminar, pasti langsung bikin tepuk tangan. Apalagi ditambah info bahwa ekonomi Sumsel tahun 2025 tumbuh 5,2%, lebih tinggi dari nasional (5,04%), mantap betul…..

Namun angka itu memang indah, tapi realitas sering kali lebih suka bercanda. Di beberapa daerah, masih ada warung yang bilang bahan baku naik, pasar yang ramai cuma di tanggal muda, dan dapur-dapur MBG yang kadang tak berjalan seindah narasi.

HD bilang juga bahwa dari target 808 Sentra Pengelolaan Pangan Gratis (SPPG), sampai akhir Desember 2025 baru 500 yang beroperasi.

Kalau diibaratkan, ini seperti ibu-ibu yang janji mau masak 10 lauk untuk arisan, tapi yang baru jadi baru 6. Sisanya? Wajan belum dipanasin.

Tentu kita apresiasi capaian 500 itu, tapi itu bukan angka kecil, karena kalau targetnya 808, ya… tetap masih ada separuh jalan yang belum diselesaikan.

Pertanyaan besarnya, apakah data sama dengan realitas di lapangan?. Nah.. ini dia inti dari semua obrolan kopi sore.

Apakah data sudah sepenuhnya mencerminkan realitas lapangan? jawabannya belum tentu sebab, kadang yang dilaporkan “berjalan baik” tapi di lapangan masih bingung-bingung.

Ada dapur yang jalan lancar, ada yang masih pakai istilah “menyesuaikan”. Ada anak yang benar-benar mendapat makanan bergizi, ada daerah yang distribusinya kadang terlambat dan ekonomi naik di angka, tapi pedagang kecil tetap bilang “omset masih terasa seret”.

Ini bukan menyalahkan pemerintah, hanya untuk  mengingatkan bahwa data itu instrumen, bukan kenyataan mutlak. Pepatah lama bilang “Air tenang jangan dikira tak berarus”.

Begitu pula angka-angka indah itu, terkadang di baliknya ada arus kecil yang harus diwaspadai.

Namun Pemprov Sumsel patut diapresiasi karena setidaknya punya program jelas dan skema pembangunan terarah. Tapi ada baiknya juga di atas panggung keberhasilan itu, pemerintah sedikit menunduk, melihat ke bawah cek dapur-dapur yang belum siap. Tinjau daerah terpencil yang distribusinya belum mulus.

Selain itu, dengarkan suara nenek-nanek penjaga dapur umum yang bilang beras datangnya kadang telat. Pastikan bahwa MBG tidak hanya sukses sebagai program, tapi juga terasa manfaatnya tanpa drama.

Karena rakyat itu bukan butuh angka, tapi butuh rasa kenyang dan rasa adil, jadi setidaknya pemerintah jangan berhenti di angka, rakyat jangan cepat puas

Oleh karena itu, pemerintah harus ingat bahwa program sebesar MBG bukan kompetisi mencari “angka paling keren” tapi perjuangan memastikan tidak ada anak di Sumsel yang sekolah dalam keadaan lapar, tidak ada lagi siswanya keracunan lagi.

Sementara kita sebagai masyarakat juga jangan cuma jadi tim horee, dan tim senyum-senyum dan nyengir… yang hanya ikut-ikutan tepuk tangan.

Kita harus ikut memastikan program benar-benar tepat sasaran, karena kritik itu bukan tanda benci justru tanda sayang.

Memang MBG ini di Sumsel sudah mantap, tapi masih perlu diasinkan sedikit, program MBG di Sumsel ibarat masakan rumah yang aromanya sudah ada, rasanya sudah lumayan, tapi masih perlu ditambahkan sedikit garam, sedikit bawang goreng, dan kadang perlu diaduk ulang biar merata.

Kalau pemerintah Sumsel mau benar-benar bikin program ini jadi ikon nasional, maka PR-nya masih ada,  dan PR itu tidak bisa dikerjakan dengan angka saja, tapi dengan ketelatenan, kehadiran, dan keberanian untuk mengakui mana yang belum beres.

Karena pembangunan itu bukan sprint, tapi lari estafet, yang penting bukan cuma cepat, tapi juga tepat….begitu, bro…[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petinggi Dirombak,Gubernur Sumsel Ingin BSB Jadi Bank Besar, Kapan ?

    Petinggi Dirombak,Gubernur Sumsel Ingin BSB Jadi Bank Besar, Kapan ?

    • calendar_month Kamis, 29 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.241
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasan [RUPSLB] memutuskan mengganti sejumlah jajaran direksi Bank Sumsel Babel [BSB],rapat tersebut diselenggarakan,Kamis [29/11/2018] siang di Kantor Utama BSB Jakabaring. Selain itu, dalam RUPSLB juga mengganti Komisaris Utama Yusri Effendi, rapat tersebut juga menghasilkan kesepakatan mencopot Muhammad Adil sebagai Direktur Utama. Gubernur Sumsel Herman Deru [HD] membenarkan […]

  • BSU Segera Cair, Berikut Syarat Penerima BSU 2021 bagi Pekerja

    BSU Segera Cair, Berikut Syarat Penerima BSU 2021 bagi Pekerja

    • calendar_month Kamis, 5 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 8,7 juta penerima bantuan subsidi gaji/upah (BSU) 2021 bagi pekerja/buruh senilai Rp1 juta. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, untuk mendapatkan bantuan tersebut, pekerja/buruh harus memenuhi seluruh persyaratan sebagaimana diatur dalam Permenaker Nomor 16 Tahun 2021. “Pekerja/buruh yang memenuhi seluruh persyaratan berhak mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu per bulan […]

  • Menteri LHK : Potensi Keragaman Genetik RI Harus Dijaga & Dicegah Agar Tidak beralih Kepada Asing

    Menteri LHK : Potensi Keragaman Genetik RI Harus Dijaga & Dicegah Agar Tidak beralih Kepada Asing

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.721
    • 0Komentar

    MENTERI  Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya menjelaskan jika relevansi penerapan Wawasan Nusantara dapat dilihat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, yaitu meliputi : (1) Kesadaran akan pentingnya bersatu untuk mencapai tujuan bersama (kita mengenalnya sebagai persatuan dan kesatuan); (2) penguatan jati diri dan ikatan batin bangsa sebagai bangsa yang bermartabat, besar dan disegani ( […]

  • Lupo Samo Anak Dewe

    Lupo Samo Anak Dewe

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

          Komikus : Septian Mauludi Naskah   : One

  • VinFast Umumkan Partisipasi di Mobile World Congress 2022

    VinFast Umumkan Partisipasi di Mobile World Congress 2022

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    BARCELONA, SPANYOL– VinFast mengumumkan partisipasinya dalam acara teknologi dan seluler paling berpengaruh di dunia –Mobile World Congress 2022 (MWC 2022), yang berlangsung dari 28 Februari hingga 3 Maret 2022 di Barcelona, Spanyol Pada acara tersebut, VinFast akan menghadirkan teknologi konektivitas tercanggih yang terintegrasi ke dalam model EV VinFast, strateginya untuk pasar Eropa, serta kemitraan besar […]

  • Ingin Berpergian Gunakan KA, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Ingin Berpergian Gunakan KA, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Jumat, 20 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.195
    • 0Komentar

    PELANGGAN Kereta Api (KA) Jarak Jauh (KAJJ) yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen pada saat proses boarding untuk berpergian. Kebijakan ini diberlakukan KAI untuk seluruh perjalanan KA jarak jauh mulai keberangkatan 18 Mei 2022. Daop 1 Jakarta menghimbau para pengguna […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Birthdays GamiPress BuddyBoss Notifications GamiPress BuddyPress Notifications GamiPress Conditional Emails GamiPress Conditional Notifications GamiPress Congratulations Popups GamiPress Coupons GamiPress Credly Gamipress Daily Login Rewards GamiPress Easy Digital Downloads Discounts