Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parlemen » Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
  • visibility 818
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Diangkat itu enak. Tapi kalau sudah diangkat, jangan lupa turun juga turun ke masyarakat, maksudnya, bukan turun jabatan, karena sejatinya, yang diangkat hari ini adalah pundak, bukan dagu.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, baru saja meresmikan 3.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama, dan seremoni ini digelar megah di The Sultan Convention Center, Palembang baru-baru ini.

Sebuah momentum bersejarah, karena selain jadi hari baik tanggal 9 Dzulhijjah alias Hari Arafah, juga jadi hari di mana banyak status berubah: dari honorer yang penuh harap, jadi ASN yang penuh tanggung jawab (dan mudah-mudahan tak penuh gaya). Namun seperti kata pepatah orang tua kita di kampung “Kalau sudah jadi mata air, jangan cuma ngucur ke diri sendiri”.

Dalam pidatonya, Pak Gubernur menekankan pentingnya empat hal bersyukur, mengerti hirarki, tanggung jawab, dan inovatif. Empat nilai ini, kalau dijadikan singkatan mungkin jadi BHTI, yang kalau dibaca cepat bisa terdengar seperti merek sabun mandi. Tapi memang begitulah ASN, harus bersih dari niat malas, wangi dalam pelayanan, dan licin dari gosip tak sedap.

Kita tahu, jadi PPPK bukanlah akhir dari perjuangan, justru baru awal dari babak baru: babak di mana rakyat bisa sewaktu-waktu datang ke kantor dengan keluhan kabel tiang listrik yang miring atau jalan rusak depan warung kopi. Layanan tak boleh macet hanya karena pegawainya sibuk update status. “Akhirnyaaaa…resmi juga jadi ASN”. Kalau cuma duduk di balik meja sambil main game cacing, ya sama aja bohong. Cacingnya naik level, rakyatnya tetap nunggu tanda tangan.

Pak Deru juga menyinggung tentang pentingnya paham hirarki. Memang, dalam birokrasi, kita harus tahu siapa atasan, siapa bawahan. Tapi jangan sampai semua cuma tunduk ke atas, lalu lupa nengok ke bawah.

Di Jepang, pegawai negeri bukan cuma datang ke kantor, duduk, pulang. Di sana, mereka bisa sampai nyapu jalanan demi jaga citra publik. Di Finlandia, birokratnya terbiasa naik sepeda ke kantor bukan karena miskin, tapi karena tahu diri. Sementara di Sumsel, mari kita akui, masih ada yang baru dilantik, langsung minta ganti kursi empuk pakai sofa santai, he..he ..[maaf -guyon…]. Padahal meja kerja masih pinjaman.

Tuntutan inovasi dari Pak Gubernur untuk sementara ini patut kita tepuk tangan. [takutnya hanya basa-basi!].  Tapi ingat, jangan sampai semua yang disebut inovasi cuma jadi bentuk PDF buat lomba.

Inovasi bukan tentang memperbanyak slide PowerPoint, tapi memperbanyak solusi. Kalau rakyat bisa urus KTP tanpa harus bawa berkas seperti pindahan rumah, itu baru inovasi. Kalau bisa urus SKCK tanpa pakai sandal jepit tiga kali bolak-balik, itu baru layanan.

Setiap ASN harus punya produk inovasi, kata Gubernur. Tapi jangan sampe nanti ada yang bikin produk bernama Aplikasi Layanan Berbasis Kecepatan, isinya tetap lemot kayak sinyal di pinggir rawa.

Pak Gubernur juga mengingatkan soal ribuan pendaftar PPPK yang belum diangkat. Nah, ini catatan penting karena keberhasilan sejati bukan saat kita dapat SK, tapi saat kita tetap rendah hati melihat teman kita belum dapat apa-apa. Jangan baru dapat kartu pegawai langsung ghosting grup alumni. Ingat, yang tertawa hari ini, dulunya juga sama-sama gelisah menanti hasil.

Jadi, kalau hari ini kamu resmi PPPK, jangan hanya merayakan dengan potong tumpeng, tapi juga potong niat buruk niat malas, niat aji mumpung, dan niat pamer yang tak perlu. Jadi setelah dilantik, jangan hanya jadi “pegawai dalam papan nama”, tapi jadi pelayan yang sigap, murah senyum, dan punya niat baik tiap pagi.

Biar kelak, saat kita pensiun (dan semoga benar dapat pensiun beneran dari Taspen), kita bisa menepuk dada sambil berkat. “Aku pernah jadi pelayan rakyat, bukan sekadar pemilik meja kerja”

Selamat bekerja, para PPPK, jangan lupa meja kerja itu tempat melayani, bukan tempat bersantai sambil ngopi tiga jam, ngetik setengah jam, pulang cepat karena rapat internal keluarga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

    “Tenaga Kerja Kita Bukan Kaleng-Kaleng, Tapi Kalang Kabut: Saatnya BLK Jadi ‘Kompor Gas’ SDM Indonesia!”

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 632
    • 0Komentar

    SDM kita diibaratkan makanan, maka banyak yang masih mentah, ada pula yang setengah matang, tapi sudah disajikan di atas piring industri yang panas, alhasil, bukan malah enak disantap, tapi malah bikin industri kenyang dengan kekhawatiran. Inilah yang coba disoroti Menaker Yassierli dalam Forum Executive Breakfast Meeting, bukan forum sarapan bubur ayam biasa, tapi forum penuh […]

  • Apa keutamannya dari ngaji Al-Quran hingga tamat, ustadz ?…

    Apa keutamannya dari ngaji Al-Quran hingga tamat, ustadz ?…

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    “Assalamualikum ustadz, izin bertanya, banyak sekali anjuran dari ustadz-ustadz agar supaya di bulan ramadhan ini kita dianjurkan untuk membaca Al-Quran hingga tamat (khatam), kalua boleh minta penjelasan, apa keutamannya dari ngaji Al-Quran hingga tamat, ustadz? Terimakasih. Wassalamu alaikum”. Jawaban: Waalaikum salam wr wb. Aktivitas tadarus (membaca dan mempelajari) Al-Quran di bulan ramadhan yang biasanya rutin […]

  • Masih Bertengger Diposisi Pertama di Porprov Sumsel XIII

    Masih Bertengger Diposisi Pertama di Porprov Sumsel XIII

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    KONTINGEN Muba dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel XIII tetap menduduki posisi urutan pertama dengan peraihan total 187 medali. Hal ini diketahui berdasarkan hasil rekapitulasi resmi data PB Porprov, Jumat (26/11/2021) pukul 20.00 WIB. Adapun peraihan medali kontingen Muba yakni medali emas 81, medali perak 61, dan medali perunggu 45. Sementara, Kota Palembang berada […]

  • Gunting Si Pemotong Kusut, Curhat dari Laci Peralatan

    Gunting Si Pemotong Kusut, Curhat dari Laci Peralatan

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.331
    • 0Komentar

    HALO, nama aku Gunting. Iya…. cuma “Gunting”, tidak ada embel-embel nama dibelakang aku, apalagi gelar sarjana, meskipun kerjaan saya setiap hari bikin orang jadi rapi dan teratur. Aku lahir di pabrik sederhana, dibesarkan di toko kelontong, lalu diadopsi oleh keluarga yang katanya “butuh alat serba bisa”. Sejak saat itu, hidup aku penuh drama, dari laci […]

  • Fitri Nilai Ada 2 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjual Hasil Industri Rumahan

    Fitri Nilai Ada 2 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menjual Hasil Industri Rumahan

    • calendar_month Senin, 8 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebenarnya hasil industri rumahan /usaha kecil menengah [UKM] belum terpengaruh dengan krisis, seperti pada 1998  UKM tetap bertahan bahkan mampu menopang perekonomian. Oleh sebab itu, melalui bantuan dengan pinjaman tanpa bunga dan agunan kepada pengusaha baik perorangan maupun kelompok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda […]

  • Sukseskan Pertamina MotoGP Mandalika,  Pemerintah  Siapkan 135  Penerbangan Menuju Lombok

    Sukseskan Pertamina MotoGP Mandalika,  Pemerintah  Siapkan 135  Penerbangan Menuju Lombok

    • calendar_month Sabtu, 19 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 671
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memaksimalkan jalur transportasi udara, dengan menambah 135 penerbangan berkapasitas 25.000 kursi, guna suksesnya gelaran  Pertamina Grand Prix of Indonesia [MotoGP Mandalika 2020] di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tambahan penerbangan itu dilakukan selama tiga hari 18-20 Maret 2022, bekerja sama dengan seluruh operator penerbangan dan bandara. “Kita harus bangga, karena kegiatan Internasional dan apresiasi […]

expand_less
WordPress Archive Radio Player With Playlist – Shoutcast and Icecast Radius – Business Training WordPress Theme Raint – Digital Agency Elementor Template Kit Ramom School – Multi Branch School Management System Ramsay – Personal CV/Resume WordPress Theme Ranbron – Business and Consulting WordPress Theme Randai Theater Entertainment & Performing Arts Elementor Template Kit Randai – Theater Entertainment & Performing Arts FSE WordPress Theme Rango | Elegant Fashion WooCommerce WordPress Theme Rankie | WordPress Rank Tracker Plugin