Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parlemen » Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

Perjuangan PPPK Mengabdi di Tanah Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
  • visibility 845
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Diangkat itu enak. Tapi kalau sudah diangkat, jangan lupa turun juga turun ke masyarakat, maksudnya, bukan turun jabatan, karena sejatinya, yang diangkat hari ini adalah pundak, bukan dagu.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, baru saja meresmikan 3.077 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama, dan seremoni ini digelar megah di The Sultan Convention Center, Palembang baru-baru ini.

Sebuah momentum bersejarah, karena selain jadi hari baik tanggal 9 Dzulhijjah alias Hari Arafah, juga jadi hari di mana banyak status berubah: dari honorer yang penuh harap, jadi ASN yang penuh tanggung jawab (dan mudah-mudahan tak penuh gaya). Namun seperti kata pepatah orang tua kita di kampung “Kalau sudah jadi mata air, jangan cuma ngucur ke diri sendiri”.

Dalam pidatonya, Pak Gubernur menekankan pentingnya empat hal bersyukur, mengerti hirarki, tanggung jawab, dan inovatif. Empat nilai ini, kalau dijadikan singkatan mungkin jadi BHTI, yang kalau dibaca cepat bisa terdengar seperti merek sabun mandi. Tapi memang begitulah ASN, harus bersih dari niat malas, wangi dalam pelayanan, dan licin dari gosip tak sedap.

Kita tahu, jadi PPPK bukanlah akhir dari perjuangan, justru baru awal dari babak baru: babak di mana rakyat bisa sewaktu-waktu datang ke kantor dengan keluhan kabel tiang listrik yang miring atau jalan rusak depan warung kopi. Layanan tak boleh macet hanya karena pegawainya sibuk update status. “Akhirnyaaaa…resmi juga jadi ASN”. Kalau cuma duduk di balik meja sambil main game cacing, ya sama aja bohong. Cacingnya naik level, rakyatnya tetap nunggu tanda tangan.

Pak Deru juga menyinggung tentang pentingnya paham hirarki. Memang, dalam birokrasi, kita harus tahu siapa atasan, siapa bawahan. Tapi jangan sampai semua cuma tunduk ke atas, lalu lupa nengok ke bawah.

Di Jepang, pegawai negeri bukan cuma datang ke kantor, duduk, pulang. Di sana, mereka bisa sampai nyapu jalanan demi jaga citra publik. Di Finlandia, birokratnya terbiasa naik sepeda ke kantor bukan karena miskin, tapi karena tahu diri. Sementara di Sumsel, mari kita akui, masih ada yang baru dilantik, langsung minta ganti kursi empuk pakai sofa santai, he..he ..[maaf -guyon…]. Padahal meja kerja masih pinjaman.

Tuntutan inovasi dari Pak Gubernur untuk sementara ini patut kita tepuk tangan. [takutnya hanya basa-basi!].  Tapi ingat, jangan sampai semua yang disebut inovasi cuma jadi bentuk PDF buat lomba.

Inovasi bukan tentang memperbanyak slide PowerPoint, tapi memperbanyak solusi. Kalau rakyat bisa urus KTP tanpa harus bawa berkas seperti pindahan rumah, itu baru inovasi. Kalau bisa urus SKCK tanpa pakai sandal jepit tiga kali bolak-balik, itu baru layanan.

Setiap ASN harus punya produk inovasi, kata Gubernur. Tapi jangan sampe nanti ada yang bikin produk bernama Aplikasi Layanan Berbasis Kecepatan, isinya tetap lemot kayak sinyal di pinggir rawa.

Pak Gubernur juga mengingatkan soal ribuan pendaftar PPPK yang belum diangkat. Nah, ini catatan penting karena keberhasilan sejati bukan saat kita dapat SK, tapi saat kita tetap rendah hati melihat teman kita belum dapat apa-apa. Jangan baru dapat kartu pegawai langsung ghosting grup alumni. Ingat, yang tertawa hari ini, dulunya juga sama-sama gelisah menanti hasil.

Jadi, kalau hari ini kamu resmi PPPK, jangan hanya merayakan dengan potong tumpeng, tapi juga potong niat buruk niat malas, niat aji mumpung, dan niat pamer yang tak perlu. Jadi setelah dilantik, jangan hanya jadi “pegawai dalam papan nama”, tapi jadi pelayan yang sigap, murah senyum, dan punya niat baik tiap pagi.

Biar kelak, saat kita pensiun (dan semoga benar dapat pensiun beneran dari Taspen), kita bisa menepuk dada sambil berkat. “Aku pernah jadi pelayan rakyat, bukan sekadar pemilik meja kerja”

Selamat bekerja, para PPPK, jangan lupa meja kerja itu tempat melayani, bukan tempat bersantai sambil ngopi tiga jam, ngetik setengah jam, pulang cepat karena rapat internal keluarga.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Rempah, Cita Rasa & Cita-Cita, Saat Pelajar SMA Masak Bukan Lagi Karena Lapar”

    “Rempah, Cita Rasa & Cita-Cita, Saat Pelajar SMA Masak Bukan Lagi Karena Lapar”

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Kompetisi Koki Muda Koepoe Koepoe Jadi Ajang Ngulek Rasa, Ngasah Bakat, dan Ngarungi Masa Depan Kuliner Indonesia COBA jika seorang anak SMA lagi ngulek sambal, bukan karena disuruh emak, tapi karena sedang mengejar gelar chef muda nasional. Inilah kenyataan baru di negeri +62, di mana kompetisi memasak “Koki Muda Koepoe Koepoe” resmi bikin dapur sekolah […]

  • Hasil Quick Count Keluar, Dolar AS Bergerak Naik Turun

    Hasil Quick Count Keluar, Dolar AS Bergerak Naik Turun

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.775
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Pemilu 2019 diyakini memiliki pengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Benar saja, hari ini mata uang Indonesia sempat mengalami penguatan. Melansir data Reuters, Kamis (18/4/2019), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mengalami pelemahan. Dolar AS sempat berada di bawah level Rp 14.000. Pada pukul 09.00 WIB dolar AS berada di level Rp […]

  • Samsung Ajarkan 5 Cara bikin konten ciamik Galaxy Tab S9 Series

    Samsung Ajarkan 5 Cara bikin konten ciamik Galaxy Tab S9 Series

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.362
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Apps unggulan pada Galaxy Tab S9 Series yang diperkuat Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy, kemampuan multitasking dan S Pen, mendukung content creator di Indonesia untuk menghasilkan konten berkualitas profesional Di Indonesia, dengan penetrasi internet yang mencapai 77 persen1 dari populasi, content creator menjadi ladang baru bagi pekerja kreatif. Menurut data terbaru, ada 1592 content creator di Indonesia dengan […]

  • RP3 Bukan Duit, Jadi Apa Dong ? Dari Jakarta Menteri PPPA Bakal Datang Untuk Meresmikannya & Sekalian Kukuhkan Puspaga Muba

    RP3 Bukan Duit, Jadi Apa Dong ? Dari Jakarta Menteri PPPA Bakal Datang Untuk Meresmikannya & Sekalian Kukuhkan Puspaga Muba

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali gelar rapat pemantapan terkait Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati SE MSi ke Kabupaten Muba. “Menteri PPPA akan melakukan Kunker ke Kabupaten Muba pada 9 Juni 2021 mendatang, dengan agenda meresmikan pembentukan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) […]

  • Vaksinasi Bangkitkan Pelaku Sektor Pariwisata & Ekonomi Kreatif

    Vaksinasi Bangkitkan Pelaku Sektor Pariwisata & Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    MENTERI  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan vaksinasi untuk pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan satu langkah kolosal untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif. “Langkah ini dimulai di Bali pada 27-28 Februari. Ini wujud gerak cepat dan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya dalam Dialog Produktif Inspirasi Senin bertema Vaksinasi Datang Pariwisata Gemilang […]

  • Inilah ATCS Simpang Lampu Merah Yang Telah Berfungsi di Kota Palembang, 2020 Tambah 13 Titik Lagi

    Inilah ATCS Simpang Lampu Merah Yang Telah Berfungsi di Kota Palembang, 2020 Tambah 13 Titik Lagi

    • calendar_month Rabu, 13 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.315
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto menjelaskan 15 titik  terkoneksi dan berfungsi Area Trafic Control Sistem /ATCS  tersebut, antara lain, Simpang Lampu Merah Bandara, Simpang Tanjung  Api-api, Simpang Angkatan 45, Simpang 5 DPRD Provinsi Sumsel, Simpang Macan Lindungan, Simpang Charitas, Simpang Jakabaring, Simpang Soekarno Hatta, dan titik lainnya,” jelas Agus. Agus menambahkan, kedepan akan ditambah lagi […]

expand_less
WordPress Archive Radio Player With Playlist – Shoutcast and Icecast Radius – Business Training WordPress Theme Raint – Digital Agency Elementor Template Kit Ramom School – Multi Branch School Management System Ramsay – Personal CV/Resume WordPress Theme Ranbron – Business and Consulting WordPress Theme Randai Theater Entertainment & Performing Arts Elementor Template Kit Randai – Theater Entertainment & Performing Arts FSE WordPress Theme Rango | Elegant Fashion WooCommerce WordPress Theme Rankie | WordPress Rank Tracker Plugin