Selasa, 8 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Setetes Darah, Seember Semangat, Air Bersih Janji Bertitikah!

Setetes Darah, Seember Semangat, Air Bersih Janji Bertitikah!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • visibility 907
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Suasana Kantor PDAM Tirta Musi mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan karena ada promo air satu kubik gratis beli dua, tapi karena ada yang lebih serius donor darah.

Ya, kegiatan mulia yang sering bikin orang mikir dua kali antara takut jarum atau takut ketahuan golongan darahnya bukan seperti yang dia klaim ke gebetan.

Di pojok ruangan, Pak Rojali, pegawai senior bagian meteran, terlihat galau. “Pak, giliran Bapak sekarang ya,” ujar Mbak petugas PMI sambil senyum manis.

Pak Rojali langsung panik, “Eh, anu… saya baru makan jengkol tadi pagi, itu boleh nggak ya?”. “Yang penting sehat, Pak. Jengkol bukan golongan darah,” jawab si Mbak santai.

Begitulah, donor darah kadang lebih banyak dramanya daripada sinetron jam tujuh. Tapi hari itu bukan sembarang donor. Kemarin hari yang bersejarah, PDAM Tirta Musi jadi BUMD pertama di Palembang yang meneken MoU bareng PMI. Gagah betul. Biasanya MoU itu urusan proyek atau tender, kali ini soal darah, setetes darah, sejuta harapan.

Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, hadir langsung. Dengan gaya khasnya, beliau menyampaikan pesan penuh semangat.
“Stok darah di Palembang itu masih ngos-ngosan. WHO bilang idealnya 7.000 kantong per bulan, tapi kita baru punya 3.000–4.000. Ini sama kayak orang lari maraton tapi napasnya baru kuat buat jalan keliling lapangan voli,” katanya.

Beliau lalu melirik ke jajaran BUMD yang hadir.
“Ayo, jangan biarkan PDAM sendirian. Masa air sudah disumbang, darah nggak?” katanya.

Tepuk tangan pun membahana. Beberapa orang mulai meringis,  bukan karena terharu, tapi karena baru sadar belum sarapan sebelum donor.

Ketua PMI Palembang, Dewi Sastrani, tak mau ketinggalan.“PDAM Tirta Musi ini bukan cuma ngucurin air bersih, tapi juga jadi sumber inspirasi. Mereka pionir, pelopor, dan pelaku langsung donor darah. Kami harap instansi lain ikut,” ujarnya.

Bayangkan, kalau semua kantor di Palembang rutin donor darah, mungkin rumah sakit nggak perlu repot pas ada pasien butuh transfusi. Apalagi kalau butuh golongan darah AB, yang langkanya kayak sinyal 5G di pedalaman.

Salah satu pendonor, Mbak Rina dari bagian Keuangan PDAM, bercerita. “Awalnya saya takut jarum, tapi setelah tahu ada orang yang bisa selamat gara-gara darah kita, saya pikir… masa saya kalah sama nyamuk yang tiap malam nyedot darah tanpa izin?”

Iya juga sih, nyamuk nggak perlu MoU buat donor, tinggal nyosor aja. Tapi kita manusia, tentu perlu tata cara, prosedur, dan tentu saja niat tulus dari hati.

Orang bijak pernah berkata. “Lebih baik berdarah karena kemanusiaan, daripada berdarah karena menggaruk gigitan nyamuk.” Nah, itulah semangat yang ingin ditularkan lewat program ini.

PMI Palembang memastikan semua darah yang disumbang akan mengalir ke orang-orang yang benar-benar membutuhkan. Dan tenang saja, PMI nggak jualan darah kayak jualan pulsa. Ini murni untuk kemanusiaan.

Jadi, buat kamu yang masih mikir donor darah itu serem, pikir lagi. Kalau air bisa mengalir sampai jauh, kenapa darah kita nggak bisa? Jangan biarkan hati saja yang rela berdarah karena cinta, sementara tubuh kita pelit setetes untuk sesama.

PDAM Tirta Musi sudah mulai, tinggal kita yang ikut, karena dalam dunia yang kadang kehausan empati, setetes darah bisa jadi mata air kemanusiaan.

Selama ini, kita tahunya PDAM itu jago memutus aliran air kalau telat bayar. Tapi ternyata, mereka juga bisa jadi pelopor aliran kemanusiaan lewat donor darah. Hebat, kan? Semoga semangat mengalirkan darah ini lebih lancar,  aliran air bersih ikut macet.

Dan jangan berhenti di seremoni dan tanda tangan MoU. Jangan sampai gerakan donor ini cuma kayak air ledeng deras di awal, netes-netes di tengah, lalu mampet entah ke mana. Jangan juga semangat kemanusiaan cuma mengalir waktu ada media datang atau Wali Kota ikut selfie. Karena darah itu bukan konten, tapi harapan.

Karena kalau PDAM bisa konsisten donor darah, siapa tahu suatu hari mereka juga konsisten bikin air ngalir 24 jam tanpa drama, biar rakyat Palembang bisa mandi bukan cuma pas hujan.

Lihat ke daerah lain di Jepang misalnya, Tokyo Waterworks Bureau bekerja sama dengan Palang Merah Jepang mengadakan “Water for Life – Blood for Life”, program donor darah rutin yang terintegrasi dengan layanan pelanggan. Jadi sambil bayar tagihan air, bisa sekalian donor darah. Luar biasa. Air bersih dan kemanusiaan dijadikan satu paket hemat, bukan dua dunia yang terpisah kayak pipa bocor dan tukang servis yang tak kunjung datang.

Oleh karena itu, kita doakan semoga darah yang mengalir dari pegawai PDAM bukan hanya menyelamatkan nyawa, tapi juga menyadarkan bahwa pelayanan publik itu harus seperti darah, terus mengalir, tak pilih-pilih, dan tak pernah mogok kerja.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Dampak COVID, Pemkot Berencana Tambah Satu Hektare Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

    Antisipasi Dampak COVID, Pemkot Berencana Tambah Satu Hektare Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 668
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang berencana menambah areal pemakaman seluas 1 hektare khusus pasien Covid-19 di kawasan TPU Gandus Hill. Ini sebagai antisipasi apabila lahan seluas dua hektare yang telah digunakan sejak Mei 2020 kemarin penuh. Kepala Dinas PRKP Kota Palembang, Affan Prapanca Mahali, mengatakan, saat ini keterisian lahan tersebut sudah 70 persen terhitung sejak pandemi Covid19. […]

  • Tanjung Carat Dikebut, Legalitas Jadi Kunci Utama

    Tanjung Carat Dikebut, Legalitas Jadi Kunci Utama

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 112
    • 0Komentar

    RENCANA pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat kini bergerak ke fase yang lebih serius. Dalam pertemuan antara Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dan jajaran PT Bukaka Teknik Utama Tbk, arah percepatan terlihat semakin jelas. Di atas kertas, banyak hal sudah siap, namun justru masalah ini menimbulkan  kehati-hatian mulai ditekankan lebih kuat. Bukan tanpa alasan, pasalnya  proyek […]

  • Dinyatakan Negatif, 5 ODP di Rumah Sehat Jakabaring di Pulangkan

    Dinyatakan Negatif, 5 ODP di Rumah Sehat Jakabaring di Pulangkan

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 738
    • 0Komentar

    LIMA orang pendatang domestik di Bandara SMB II Palembang yang sempat menjalani pemeriksaan di ODP Center atau Rumah Sehat Covid-19 di Jakabaring, akhirnya dipulangkan ke kediamannya masing-masing, Jum’at (3/4) pagi. Juru bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, lima orang tersebut merupakan sisa dari 72 orang yang sempat dibawa ke rumah sehat Jakabaring pada […]

  • RSUD Prov. Sumsel Diresmikan

    RSUD Prov. Sumsel Diresmikan

    • calendar_month Sabtu, 23 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.245
    • 0Komentar
  • Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

    Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    AKHIR  2025 lalu, uang di Indonesia lagi rajin-rajinnya berolahraga, berlari kencang sampai ngos-ngosan, tapi terlihat bahagia. Menurut rilis Bank Indonesia dilaman resminya, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen (yoy), naik dari November 2025 yang 8,3 persen (yoy). Total M2 pun tembus Rp10.133,1 triliun. Angka ini kalau […]

  • Penanganan Covid-19 Jangan Lengah, Pemda Diminta Wajib Cari Tahu Penyebab Utama Kasus Kematian Pasien di Daerahnya, Begini Alasan Satgas Covid-19

    Penanganan Covid-19 Jangan Lengah, Pemda Diminta Wajib Cari Tahu Penyebab Utama Kasus Kematian Pasien di Daerahnya, Begini Alasan Satgas Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.366
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN baik penanganan COVID-19 di bulan Agustus 2021 jangan disikapi dengan lengah oleh semua pemerintah daerah (Pemda). Pemda wajib mencari tahu penyebab utama kasus kematian pasien yang ada di daerahnya. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut angka kematian per Agustus 2021 tercatat sebanyak 37.330 kasus. Disamping itu, saat ini varian delta masih […]

expand_less
WordPress Archive Ale – eCommerce WordPress Multipurpose Theme Aleb – Event Conference Onepage WordPress Theme Alecta – Creative Agency WordPress Theme Aleos – Business Agency Elementor Template Kit Alert and Notification For Elementor AleSushi – Restaurant WordPress Theme Alex Stone | Gym & Coach WordPress Theme Algori Image and Video Slider Pro for WordPress Gutenberg Algori PDF Viewer Pro for WordPress Gutenberg Alhambra | Islamic Centre WordPress Theme + RTL