Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Palembang Makin Tua & Kado Ulang Tahun Rp50 M

Palembang Makin Tua & Kado Ulang Tahun Rp50 M

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
  • visibility 794
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Tepuk tangan dulu, kawan-kawan sekota dan seperjuangan!. Kota Palembang, Ibukotanya Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel] berulang tahun tanpa terasa sudah yang ke-1.342. Usia sangat udzur, diibaratkan manusia, udah lewat masa pensiun, naik haji tujuh kali, dan ngaji juz ‘amma sambil goyang ampar-ampar pisang. Kota tertua di Indonesia ini memang makin tua, tapi katanya juga makin dewasa, meski kadang kelakuan kotanya masih kayak remaja galau, suka bikin warga kesel tapi tetap dicintai.

Nah, tahun ini, selain pesta budaya, senam poco-poco massal, dan pameran pempek raksasa, Palembang juga dapat “kado” dari Gubernur Sumsel, yakni dana segar Rp50 miliar!. Katanya untuk infrastruktur. Jalan-jalan utama mau dipermak, trotoar dibenahi, dan Palembang bakal jadi kota yang “layak huni”.

Tak ada yang salah dengan itu, justru patut diapresiasi, tapi mari  pelan-pelan bertanya dalam hati. “Apa kabar jalanan kota kita, terutama yang sudah lama hidupnya seperti tambalan baju bolongasal nutup, gak penting serasi?”.

Jalan di Palembang ini ibarat naskah skripsi mahasiswa tingkat akhir banyak coretan, revisi sana-sini, tapi belum juga rampung sempurna. Ada ruas yang aspalnya bagai kulit wajah remaja puberberlubang di sana-sini, dan kalau hujan, bisa berubah fungsi jadi kolam refleksi.Belum lagi lampu penerangan jalan yang kerap tidur lebih awal dari ayam kampung. Malam hari, beberapa titik jalan malah gelapnya minta ampun.

Bukan karena hemat energi, tapi entah karena apa. Warga yang lewat pun harus pasang mata setajam elang dan doa sekuat karang, agar tidak tersandung lubang sambil menyebut nama mantan.Jangan lupakan parade truk tronton yang lalu-lalang saban hari.

Ukurannya segede niat pindah ibu kota, jalurnya padat, dan lajunya kadang semaunya biin shok jantung, bikin sepeda motor dan sepeda kayak naik roller coaster, tapi versi murah meriah dan penuh risiko kena pinggiran aspal yang ngambek.Jalan utama pun serasa jalur pelayaran barang berat, sesak, dan penuh beban. Kadang, kita merasa lebih mudah memesan martabak dari Bandung ketimbang melintasi jalan tanpa berjabat erat dengan lubang jalan.

Kami paham, pembangunan itu butuh waktu dan prioritas, tapi jangan sampai wajah kota hanya didandani pas ulang tahun. Sehari dua cantik, selebihnya kembali ke rupa lama tambal sulam dan tebak-tebakan lampu hidup mati.Mari kita berkaca ke kota-kota lain, Surabaya, misalnya, sukses menyulap pedestrian jadi tempat nongkrong yang ramah lansia. Di luar negeri, Seoul punya sistem truk malam hari yang tidak bikin warga meriang.

Tokyo – Jepang, bahkan, menjadikan urusan lampu jalan dan trotoar sebagai bagian dari martabat kota karena menurut mereka, kota bukan hanya tempat tinggal, tapi cerminan akal sehat para pengurusnya. Truk-truk logistik besar hanya boleh beroperasi di jam-jam tertentu agar tidak mengganggu lalu lintas umum. Ada regulasi dan ada kesadaran.Singapore, di negeri singa, bukan cuma MRT-nya yang tepat waktu, tapi juga trotoar-trotoarnya yang bersih, rata, dan ramah semua usia. Bahkan lubang kecil di jalan langsung ditindak, seolah itu aib nasional. Bandingkan Di Palembang, lubang di jalan bisa dikasih nama karena saking lamanya menetap di situ.

Di Palembang? Truk tronton bebas goyang di jam sibuk, bikin kita merasa lagi ikut lomba sabar nasional. Ada aturan sudah dibuat tapi sekali-sekali masih lupa?.Copenhagen, Denmark, kota ini terkenal ramah sepeda, jalanan dibuat sangat mulus dan aman untuk warga gowes ke mana-mana. Kalau di sini, sepedanya mungkin kuat, tapi shockbreaker-nya yang nangis duluan.Kembali ke dalam negeri, seperti Semarang, Jawa Tengah Pemerintah kota Semarang fokus mengatur jalur truk dan memperbaiki jalan rusak di kawasan industri. Smart city diterapkan bukan hanya di layar presentasi, tapi terasa dalam hidup harian.

Semarang membuktikan kota pelabuhan bisa tertib, asal niat dan koordinasi jalan bareng. Bandung, Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil dulu, Bandung fokus pada estetika kota, pengaturan lalu lintas, dan pedestrian. Jalan-jalan kecil dibikin indah, trotoar Instagramable, dan penerangan merata. Mereka sadar, wajah kota dimulai dari kaki dari trotoar dan jalan, bukan dari atas baliho.

Nah, dari situ kita belajar, kota itu bisa maju bukan cuma karena kado uang miliaran, tapi karena niat kolektif buat berbenah total. Solusinya?. Fokus pada pembangunan menyeluruh, bukan tambal sulam dadakan, kalau mau bikin jalan, sekalian yang bener, jangan kaya orang pacaran sebentar terus ghosting. Tetap pertahanankan  program semula dan lebih ditingkatkan seperti audit semua lampu jalan dan fasilitas umum, ganti yang mati, rawat yang hidup, dan lebih ditingkatkan, jangan sampai Palembang kayak kota Gotham, nunggu Batman muncul karena saking gelapnya.Tindak tegas truk-truk besar di jam tertentu.

Kalau perlu, bikin jalur khusus. Masa tronton segede dosa lewat di jam kerja bikin semua orang terlambat?. Digitalisasi pengaduan publik, bikin aplikasi pengaduan jalan rusak yang benar-benar direspons.

Yang penting libatkan swasta dan peran BUMN sertamasyarakat dan komunitas lokal. Palembang, di usia 1.342 tahun, sudah saatnya tidak hanya sekadar tua dalam usia, tapi juga dewasa dalam pengelolaan. Ulang tahun itu bagus untuk dirayakan, tapi jangan sampai jadi topeng sementara atas masalah yang tetap menjerit diam-diam. Rp50 miliar itu angka yang luar biasa, tapi lebih luar biasa lagi kalau dana itu menyulap jalanan kita jadi mulus, penerangan jadi terang, dan truk tronton bisa diajak kompromi demi kenyamanan semua.Jangan sampai semangat ulang tahun ini cuma jadi momen pencitraan tahunan, seperti rutinitas update status di medsos.

“Syukur usia nambah, semoga makin baik,” tapi lantas lupa bayar utang jalanan yang udah lama menganga. Karena di mata warga, pembangunan bukan dinilai dari jumlah baliho atau panjang pidato, tapi dari mulusnya jalan dan terangnya trotoar.

Warga sudah makin cerdas. Mereka tidak cuma mengingat angka-angka IPM dan grafik ekonomi, tapi juga merasakan langsung apakah ban motornya awet atau malah tiap bulan akrab sama tukang tambal.Ulang tahun boleh semarak, panggung boleh megah, tapi panggung kehidupan warga sehari-hari jauh lebih penting.

Jalanan yang baik, air bersih yang cukup, lampu menyala, dan truk yang tahu diri, itu semua jauh lebih dibutuhkan daripada pesta kembang api semalam suntuk.Karena kota yang maju itu bukan yang sering dapat WTP doang, tapi yang warganya bilang, “Wah, tenang tinggal di sini… Gak cuma pas difoto doang bagusnya”

Semoga ke depannya jalan dan infrastruktur lainnya tidak bikin pegal, terutama penerangan yang tidak bikin kita pakai senter HP tiap malam. Karena kota ini bukan hanya tentang sejarah kejayaan Sriwijaya, tapi tentang bagaimana anak cucu kita nanti bisa bersepeda di trotoar yang ramah, berjalan malam tanpa rasa was-was, dan berkata “Aku bangga tinggal di sini, bukan hanya pas ulang tahunnya saja”.

Mari kita ucapkan Selamat ulang tahun, Palembang! Tapi tahun depan, semoga bukan hanya pesta budaya dan angka WTP yang kita rayakan—tapi juga jalan mulus tanpa tambal sulam, trotoar bersih, dan lampu jalan yang terang benderang seperti masa depan kota ini. Amin…[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadapi PON XX Trengginas Papua, Muba Siapkan Atlet

    Hadapi PON XX Trengginas Papua, Muba Siapkan Atlet

    • calendar_month Minggu, 14 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    KAB Muba persiapkan atlet secara maksimal guna mengukuti di PON XX Oktober mendatang di Trengginas Papua.”Kita dorong dengan maksimal atlet-atlet asal Muba untuk menghadapi PON XX dan tampil trengginas di Papua,” ungkap Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP saat menghadiri Peresmian/Launching Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) PON XX–2021 Papua di Griya Agung, Palembang, minggu (14/2/2021). Ketua […]

  • Pertemuan GPDRR Bali, Jurnalis Asing Puji Media Center

    Pertemuan GPDRR Bali, Jurnalis Asing Puji Media Center

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.168
    • 0Komentar

    PELAYANAN media center pada pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Nusa Dua mendapatkan apresiasi jurnalis media asing. Media Center yang disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dianggap membantu kegiatan peliputan yang dilakukan oleh jurnalis yang berasal dari dalam dan luar negeri. “Saya bicara atas nama 22 jurnalis yang diorganisir dari […]

  • Sebagian Besar Melalui e-Filing, Ribuan Wajib Pajak Sudah Laporkan SPT

    Sebagian Besar Melalui e-Filing, Ribuan Wajib Pajak Sudah Laporkan SPT

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.397
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Pajak (DJP) mencatat, hingga Jumat (4/3/2022) jumlah surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak, yang telah dilaporkan oleh Wajib Pajak (WP) sudah mencapai 4.609.468 SPT. “SPT itu sebagian besar dilaporkan melalui e-Filing atau sebanyak 96,27 persen,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor, dalam keterangan tertulisnya, belum lama ini. Neilmaldrin pun mengingatkan […]

  • Kakanwil Sumsel Ajak Masyarakat Waspadai Konten Provokatif

    Kakanwil Sumsel Ajak Masyarakat Waspadai Konten Provokatif

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 651
    • 0Komentar

    KAKANWIL Kemenag Sumsel Syafitri Irwan merasa geram atas beredarnya foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan seseorang diduga pengidap LGBT Ragil Mahardika. Syafitri menegaskan bahwa foto tersebut hoaks dan berharap masyarakat cerdas dalam memilah informasi. Menurut Syafitri, banyak sebaran konten di media sosial yang mengandung unsur provokatif maupun ujaran kebencian yang kerap mengadu domba. Karenanya, […]

  • Pesona Ketenangan di Pulau Setan

    Pesona Ketenangan di Pulau Setan

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.771
    • 0Komentar

    Pulau Setan menjadi salah satu surga wisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Apalagi secara keseluruhan objek wisata Kawasan Mandeh memiliki gugusan dan kesamaan dengan Raja Ampat, Papua Barat. PULAU Setan merupakan salah satu pulau yang terdapat di Kawasan Objek Wisata Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat. Mendengar namanya, […]

  • Macron, Batik & Talenta Kreatif yang Siap Ngetop di Dua Benua

    Macron, Batik & Talenta Kreatif yang Siap Ngetop di Dua Benua

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pada suatu pagi di akhir Mei, Istana Merdeka tak hanya jadi tempat upacara bendera atau pidato kenegaraan. Hari itu, halaman istana berubah seperti set film gabungan antara Emily in Paris dan Siti di Jakarta. Bedanya, ini bukan drama romantis, tapi upacara tanda tangan kesepakan antara dua negara yang doyan budaya dan ekonomi kreatif. Di […]

expand_less
WordPress Archive Leverage – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Levita – Photography WordPress Theme Levre — Beauty Cosmetics Shop WordPress Lexal – Personal / Portfolio / Resume WordPress Theme Lezar Beauty Salon & Spa Elementor Template Kit Liberty – A Clean Personal WordPress Blog Theme Licenses Manager for WooCommerce Life Coach – Public Speaker Personal Page WordPress theme Life Coach WordPress Theme LifeCoach | Mentor & Trainer Template Kit