Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Palembang & Hujan: Antara Nostalgia Sirine & Realita Genangan

Palembang & Hujan: Antara Nostalgia Sirine & Realita Genangan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
  • visibility 1.125
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Hujan deras di Palembang bukan lagi sekadar fenomena alam, tapi sudah kayak episode tahunan yang selalu bikin deg-degan. Setiap musim penghujan datang, warga otomatis masuk mode survival, mulai dari siap-siap nyelametin motor dari air bah, ngecek tinggi air di depan rumah, sampai ngelihat apakah jalanan udah berubah jadi kolam dadakan.

Yang lebih sedih? Kita kayak udah pasrah. Seakan-akan banjir itu bagian dari budaya, bukan masalah yang harusnya bisa dicegah.

BMKG udah kasih warning keras, tanggal 11-18 Maret cuaca bakal ngamuk. Pemerintah nggak mau kecolongan, makanya Pak Wali, Ratu Dewa, langsung ngerahin pasukan—camat, lurah, sampai dinas-dinas terkait. Gaspol? Iya! Tapi pertanyaannya, ini solusi buat selamanya atau cuma solusi panik jangka pendek?

Apalagi hujan deras di Palembang bukan cerita baru. Tiap musim penghujan, warga udah hafal betul pola-pola genangan yang muncul, terutama di daerah-daerah langganan banjir kayak Simpang Polda, Kertapati, Seberang Ulu I & II, Kalidoni, Gandus, dan Sematang Borang. Yang jadi pertanyaan: apakah tahun ini akan berbeda?

Kita semua tahu Simpang Polda itu udah kayak ikon banjir di Palembang. Setiap hujan deras, tempat ini selalu berubah jadi “waterpark alami” yang nggak perlu bayar tiket masuk. Bahkan, kadang-kadang kita bercanda, “Kalau hujan deras, jangan bawa motor, bawa perahu aja!” Nah, sekarang pemerintah janji bakal bikin codetan baru biar air ngalir lebih lancar. Pompanisasi di Sungai Bendung juga bakal dimaksimalkan, karena dari 6 pompa yang ada, cuma 3 yang benar-benar kerja. Sisanya? Kayaknya udah pensiun dini.

Tapi ini yang jadi PR besar, apakah pengerukan sungai dan optimalisasi pompa ini cukup? Atau cuma bakal bertahan satu-dua tahun sebelum kembali macet karena sedimentasi lagi? Kalau nggak ada sistem perawatan yang serius, ini semua cuma bakal jadi solusi sementara.

Dulu di tahun 90-an, Palembang punya sirine yang berbunyi di jam-jam tertentu. Sekarang, sirine ini bakal dihidupin lagi sebagai penanda kalau ada potensi banjir. Gimana rasanya? Nostalgic, iya. Berguna? Mungkin. Tapi apakah cukup buat menghadapi realitas banjir?

Sirine itu bagus buat warning, tapi kalau ujung-ujungnya tetap nggak ada solusi konkret, ya cuma jadi alarm panik aja. Masyarakat butuh lebih dari sekadar peringatan. Mereka butuh infrastruktur yang beneran bisa mengurangi risiko banjir, bukan cuma sirine dan lampu sorot dari kantor walikota.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah rumah panggung, terutama buat warga yang tinggal di pinggir sungai. Idenya bagus: rumah panggung bisa bikin air lewat tanpa harus masuk ke rumah. Tapi mari realistis. Membangun rumah panggung itu butuh biaya lebih, dan nggak semua warga mampu. Kalau solusinya cuma nyuruh warga beradaptasi tanpa ada insentif atau bantuan, ya sulit.

Kalau beneran mau serius, pemerintah bisa kasih program subsidi buat warga yang mau merenovasi rumahnya jadi lebih tahan banjir. Atau minimal, ada kebijakan perumahan yang mendukung pembangunan di daerah rawan banjir tanpa bikin warga harus nombok banyak. Kalau nggak ada insentif, ya jangan heran kalau ide ini cuma berakhir jadi teori doang.

Setiap tahun kita selalu ngomongin hal yang sama, hujan, banjir, solusi tambal sulam, dan akhirnya pasrah. Kalau kita nggak mulai mikirin solusi jangka panjang, 10 tahun lagi anak-anak kita bakal tetap ngalamin hal yang sama. Apa itu yang kita mau?

Beberapa langkah mungkin jadi solusi yang bisa dilakukan buat beneran ngurangin risiko banjir di Palembang Revitalisasi Drainase – Jangan cuma bersihin parit pas udah kebanjiran. Harus ada sistem perawatan rutin buat drainase biar nggak mampet lagi. Zona Resapan Air – Kota yang penuh beton tanpa area resapan air bakal gampang banjir. Pemerintah harus lebih tegas soal tata ruang, jangan semua lahan hijau dijadiin bangunan.

Sistem Polder dan Waduk – Kota-kota lain udah mulai pakai sistem polder buat nampung air hujan supaya nggak langsung menggenangi jalanan. Palembang juga harus mulai mikir ke arah sana.Edukasi dan Insentif untuk Warga – Kalau mau warga bangun rumah tahan banjir, kasih insentif. Jangan cuma nyuruh doang tanpa solusi konkret.

Kalau kita nggak mulai dari sekarang, ya siap-siap aja tahun depan ngobrolin hal yang sama lagi. Jadi, Palembang mau maju atau tetap stuck di masalah yang itu-itu aja?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Pemkab Muba dengan Bulog, Tekan Laju Inflasi hingga Kemiskinan Ekstrem

    Sinergi Pemkab Muba dengan Bulog, Tekan Laju Inflasi hingga Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id-  Sinergi Pemkab Muba dengan Bulog untuk menekan laju inflasi hingga Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Muba, salah satu caranya menggelar Operasi Pasar. Oleh sebab itu, Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemkab Musi Banyuasin untuk mengkonsumsi beras lokal atau Bulog. Ini disampaikannya saat menerima audiensi Jajaran Perusahaan Umum […]

  • Si Loki milik OKI masuk nominasi top 10 inovasi se-Sumatera Selatan

    Si Loki milik OKI masuk nominasi top 10 inovasi se-Sumatera Selatan

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.534
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Inovasi Sistem Layanan Keamanan Informasi OKI (Si Loki) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI dan Rice Milling Unit (RMU) Kasmuri Desa Sungai Belida, Kecamatan Lempuing Jaya masuk nominasi top 10 inovasi se-Sumatera Selatan (Sumsel). Si Loki dan RMU Kasmuri menyisihkan puluhan peserta lainnya asal kabupaten/kota se-Sumsel pada ajang inovasi daerah yang digelar oleh […]

  • “Muba Melepas, Sumsel Menyambut, Langkah Baru Apriyadi”

    “Muba Melepas, Sumsel Menyambut, Langkah Baru Apriyadi”

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.189
    • 0Komentar

    ORANG bilang “pindah kerja itu rezeki”, maka buat Dr Apriyadi MSi, rezekinya bukan kaleng-kaleng. Setelah puluhan tahun jadi penggawa di Pemkab Musi Banyuasin (Muba), kini beliau resmi naik pangkat ke level provinsi sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel. Tapi jangan salah, walau berangkat ke Palembang, aroma kopi dan getah karet Muba tetap nempel di […]

  • Disbun Sumsel Terus Optimalkan Lahan,  Sektor Perkebunan Penyumbang PAD Tertinggi Skala Nasional

    Disbun Sumsel Terus Optimalkan Lahan, Sektor Perkebunan Penyumbang PAD Tertinggi Skala Nasional

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    GUNA meningkatkan hasil komoditas perkebunan di wilayah Provinsi Sumsel pada tahun 2022 ini akan dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya adalah pengoptimalisasian lahan, intensifikasi lahan dan sambung pucuk. Sedangkan untuk intensifikasi masih menggunakan metode pupuk dan teknologi yang ada. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Agus Darwa terkait perkembangan Komoditas […]

  • Permudah masyarakat bikin KIS, Ini dilakukan Pemkot Palembang, Ratu Dewa : Semuanya gratis, kalau  ada iming-iming memberi uang, itu pungli !

    Permudah masyarakat bikin KIS, Ini dilakukan Pemkot Palembang, Ratu Dewa : Semuanya gratis, kalau  ada iming-iming memberi uang, itu pungli !

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Walikota Ratu Dewa menegaskan warga tidak dikenakan biaya apapun dalam mengurus berbagai jenis dokumen kependudukan semuanya gratis, jika mengiming-iming memberi uang itu termasuk pungli. Imbuan tersebut disampaikannya saat jumput bola  mempermudah masyarakat dalam pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta dokumen kependudukan lainnya, Kamis (21/3/2024). “Warga tidak dikenakan biaya apapun dalam mengurus berbagai […]

  • Simak !!, Pemkot Keluarkan Edaran Terkait Sistem Kerja ASN

    Simak !!, Pemkot Keluarkan Edaran Terkait Sistem Kerja ASN

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.571
    • 0Komentar

    DALAM surat edaran nomor 39/SE/BKPSDM-V/2020 menyebutkan pimpinan perangkat daerah harus mengatur pembagian kerja pegawai, dimana 50 persen di kantor dan setengahnya lagi bekerja dari rumah. Surat edaran tersebut dikeluarkan Pemerintah Kota Palembang guna pencegahan penyebaran corona virus Disease (Covid-19). “Kebijakan ini diambil dari tindak lanjut dari kementerian Aparatur Negara dan Birokrasi Nomor 58 tahun 2020 […]

expand_less
WordPress Archive Wastey – Waste Pickup and Disposal Services WordPress Theme Waterly – Drinking Water Delivery WordPress Theme Wauki: Responsive WordPress Menu WaveRide – Surfing and Water Sports WordPress Theme Waves – Startup Agency Elementor Template Kit WaveSurfer – Surfing and Water Sports WordPress Theme WaveX – One Page Parallax WayMart – Multipurpose WooCommerce Theme Wayune - Beauty Care Product Elementor Template Kit WC Marketplace Vendor Filter