Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Kisah di Ujung Lorong, Roda untuk Rohim

Kisah di Ujung Lorong, Roda untuk Rohim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
  • visibility 938
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di sudut Palembang yang sunyi tapi tetap hidup dengan suara ketok panci dan ayam jago insomnia, hiduplah seorang lelaki tua bernama A. Rohim. Rumahnya di Jalan Teguh Kandrak RT 28 RW 10 Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan bukan rumah besar dengan gerbang besi dan CCTV. Namun cukup untuk berteduh dari hujan, tidur nyenyak, dan menampung cucu-cucu yang kadang datang cuma buat numpang Wi-Fi.

Sudah beberapa bulan terakhir, Pak Rohim tidak bisa berjalan, bukan karena lagi ikut aksi diam seribu bahasa atau ikut tantangan “tiduran 100 hari demi konten”, tapi karena tubuhnya dikuasai stroke dan tekanan darah tinggi. Kalau tensinya diukur, angkanya, wah.., bisa bikin nyesek kayak liat tagihan listrik pas AC lupa dimatikan seminggu.

Awalnya, keluarga mengira beliau hanya kecapean. Tapi lama-lama, kecurigaan muncul saat posisi tidur beliau konsisten dari subuh ke magrib, dan yang berubah cuma siaran TV.

“Pak, makan dulu…”

“Hmm.”

“Pak, mandi dulu…”

“Hmm.”

“Pak, anak sapi tetangga lahir!”

“Hmm.”

Begitulah, … hidup beliau jadi sunyi seperti sinyal HP di bawah tower rusak!.

Lantas, di hari Selasa yang entah kenapa terasa penting, datanglah tamu dari langit. Bukan malaikat, tapi Ketua Tim Penggerak PKK Palembang, Ibu Dewi Sastrani, turun dari mobil seperti bintang film, lengkap dengan rombongan ada Camat Kertapati, Kepala Dinas Sosial, dan petugas Puskesmas yang mukanya lebih tegang dari kawat jemuran putus.

“Warga lapor, katanya Pak Rohim butuh perhatian,” kata Ibu Dewi sambil melangkah masuk ke rumah.

Pak Rohim hanya melirik. Beliau pikir, ini pasti petugas survei data bansos lagi. Tapi begitu Dewi duduk dan langsung panggil petugas Puskesmas buat cek tensi, suasana jadi berubah.

“Berapa?” tanya Dewi.

“200 lebih, Bu!” jawab petugas, suara sedikit bergetar seperti mau umumkan nilai ujian nasional.

“Ya Allah, ini tensi apa kode diskon belanja online?”

Semua tertawa, kecuali tensimeter yang mau pensiun dini karena shock.

Dengan sigap, Dewi langsung menoleh ke keluarga. “Ini darurat. Saya minta izin, Pak Rohim harus dirujuk ke rumah sakit. Jangan ditunggu-tunggu. Ini bukan flu yang bisa sembuh pakai teh manis dan kipas bambu.”

Keluarga akhirnya setuju. Anak laki-laki Pak Rohim, Mas Ujang, mengangguk dengan mata berkaca-kaca. “Iya Bu, kami ikhlas. Yang penting Bapak bisa segera sehat.”

Namun, Dewi tahu bahwa penyembuhan tidak hanya dimulai dari rumah sakit. Ia lalu membuka bagasi mobil dan mengeluarkan tiga hadiah satu paket sembako, uang santunan, dan sebuah kursi roda mengilap, lengkap dengan bantal dudukan.

“Ini bukan hadiah, tapi harapan,” kata Dewi. “Supaya setelah ini, Pak Rohim bisa keliling halaman lagi meski pakai roda.”

Pak Rohim mencoba tersenyum. Senyum itu memang tidak simetris, tapi hangatnya melebihi nasi goreng tengah malam.

Sebelum beranjak, Dewi menepuk pundak Mas Ujang. “Jagain bapakmu baik-baik. Kadang, roda kehidupan itu bukan tentang naik atau turun. Tapi siapa yang dorong dan siapa yang rela didorong.”

Petugas puskesmas pun bersiap, kursi roda dibuka, dan Pak Rohim dengan dibantu tiga orang dan satu tenaga semangat keluarga akhirnya berpindah dari ranjang ke kursi roda. Sebuah momen yang mungkin kecil bagi dunia, tapi besar bagi seorang lelaki yang lama terkunci dalam diam.

“Pak, siap berangkat?” tanya camat sambil senyum.

Pak Rohim mengangkat jempol. Dalam diamnya, ada tawa kecil.

Dan saat mobil ambulance mulai menjauh dari gang sempit, tetangga-tetangga berdiri di pinggir jalan. Beberapa melambaikan tangan, lainnya menahan air mata. Bukan karena sedih, tapi karena sadar: ternyata, di kota ini, masih ada orang yang peduli.

Kadang, hidup kita tidak selalu bisa dikendalikan. Seperti Pak Rohim, tubuh bisa lumpuh, dan tekanan darah bisa naik lebih cepat dari harga telur. Tapi satu hal yang pasti harapan tidak pernah lumpuh. Ia tetap hidup lewat tangan-tangan yang datang memberi, lewat senyum yang tak pamrih, dan lewat kursi roda yang jadi kendaraan semangat baru.“Jangan takut hidupmu berhenti berjalan. Tak apa tak punya kaki yang kuat, asal ada hati yang masih bisa digerakkan.”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disdukcapil Banyasin Kembali Aktif, Urus KTP, KK, AK Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

    Disdukcapil Banyasin Kembali Aktif, Urus KTP, KK, AK Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banyuasin kembali membuka pelayanan, seperti KK, KTP dan Administrasi kependudukan lainnya. Menurut Kepala Dianas Catatan Sipil (Disdik Capil) Kabupaten Banyuasin Saukani. Pelayanan tersebut akan sedikit berbeda dengan pelayanan sebelumnya, pelayanan kali ini  akan menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan tentang pencegahan Covid-19 di tempat kerja perkantoran […]

  • RGR Raih Penghargaan Host Radio Terbaik ke – III

    RGR Raih Penghargaan Host Radio Terbaik ke – III

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    LEMBAGA Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gema Randik (RGR) Musi Banyuasin (Muba) 97 FM yang dinaungi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba berhasil meraih satu (1) penghargaan dari lima (5) kategori yaitu Penghargaan Host Radio Terbaik ke tiga (3) Se Indonesia. Prestasi yang diraih RGR Muba ini, tentu membuat bangga masyarakat dan pemerintah khususnya penggemar […]

  • Dana Besar, Pemerintah Bahas Peningkatan Ekonomi Haji

    Dana Besar, Pemerintah Bahas Peningkatan Ekonomi Haji

    • calendar_month Selasa, 22 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) tengah mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Rencana ini sedang dibahas bersama antara Ditjen PHU dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Indonesia. “Ini menjadi visi dan perhatian bersama, bagaimana kita bisa terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan haji dan […]

  • Kasus Covid Melonjak, Kemenag Siapkan Ribuan Kamar di Asrama Haji, Ada 26 Asrama Haji, Dimana Saja ?

    Kasus Covid Melonjak, Kemenag Siapkan Ribuan Kamar di Asrama Haji, Ada 26 Asrama Haji, Dimana Saja ?

    • calendar_month Jumat, 25 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    WAMENAG Zainut Tauhid Sa’adi memastikan 26 asrama haji di seluruh Indonesia siap dijadikan alternatif ruang isolasi pasien Covid-19. “Ada sebanyak 3.308 kamar yang siap digunakan untuk pasien Covid-19. Kira-kira dapat menampung sebanyak 10ribuan orang,” kata Wamenag saat meninjau asrama haji Pondok Gede, belum lama ini. Hadir mendampingi, Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman, […]

  • Agar Sejajar dengan BJB, Jateng dan DKI, Gubernur Ingin BSB Lebih Agresif

    Agar Sejajar dengan BJB, Jateng dan DKI, Gubernur Ingin BSB Lebih Agresif

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.030
    • 0Komentar

    Oleh : Asri SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru meminta Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumsel-Bangka Belitung lebih agresif mengembangkan diri ke depan. Pernyataan tersebut dilontarkannya pada acara pengarahan Gubernur Provinsi Sumsel Kepada Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank Sumsel Babel, di Kantor Utama BSB Lantai I6, Jakabaring Selasa (9/10/2018). “Pada poin ini saya minta […]

  • Masa Pandemi, Pagar Alam Bakal Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75, Tapi …

    Masa Pandemi, Pagar Alam Bakal Gelar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75, Tapi …

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 934
    • 0Komentar

    PEMKOT Pagar Alam berencana tetap menggelar upacara Hari Jadi [HUT] ke -75 Kemerdekaan RI yang jatuh pada 17 Agustus mendatang. Meski demikian pelaksanaannya diselenggarakan secara terbatas serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Keputusan tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi Persiapan Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kota Pagar Alam, yang dipimpin langsung Walikota Alpian Maskoni, […]

expand_less
WordPress Archive GetCab | Online Taxi Service WordPress Theme Getleads High-Performance Landing Page WordPress Theme GetResponse for NEX-Forms Getstall – Grocery Store Elementor Template Kit Gettree – Garden & Landscaping Elementor Template Kit GGWEPE – Esports & Gaming Elementor Template Kit Gift Wrapper for WooCommerce Gifting for WooCommerce Subscriptions Gifts Shop | Handmade Souvenirs WooCommerce WordPress Theme Gild – Agency Elementor Template Kit