INDONESIA memperkuat posisi industri otomotif melalui percepatan elektrifikasi kendaraan dan ekspansi kapasitas produksi menjelang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
IIMS 2026 menjadi panggung utama untuk menampilkan ekosistem kendaraan listrik, mendorong investasi, dan memacu inovasi teknologi otomotif. Pemerintah menekankan pentingnya memperluas adopsi mobil listrik dan hybrid sambil menjaga daya saing ekspor kendaraan Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kemarin menyatakan, “IIMS 2026 diharapkan mempercepat transformasi industri otomotif nasional, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.”
Sebanyak 41 pabrikan mobil dan 82 pabrikan kendaraan roda dua dan tiga terlibat langsung, didukung 15 perusahaan peserta Program Low Carbon Emission Vehicle dengan investasi tambahan Rp22 triliun.
Jakarta menjadi pusat perhatian, tempat IIMS 2026 digelar, sekaligus hub koordinasi antara pemerintah, investor, dan produsen kendaraan listrik dari seluruh Indonesia.
Momentum ini berlangsung sepanjang pameran awal Februari 2026, setelah industri otomotif menunjukkan stabilisasi akhir 2025, ditandai lonjakan permintaan kendaraan listrik dan hybrid.
Industri otomotif menyumbang Rp194,22 triliun investasi dan menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja. Penjualan mobil listrik meningkat dari 43.194 unit pada 2024 menjadi 103.931 unit pada 2025. Di sisi lain, segmen mobil murah (LCGC) menurun lebih dari 30 persen, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen dan kebutuhan kebijakan insentif fiskal untuk menjaga keberlanjutan pasar.
Pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir, termasuk pabrik sel baterai berkapasitas 10 GWh dan fasilitas produksi battery pack. Proyek pengembangan baterai senilai USD5,9 miliar diproyeksikan menyumbang ekonomi hingga USD48 miliar, sekaligus memperluas kapasitas produksi, mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan, dan menjaga posisi Indonesia sebagai basis produksi otomotif global.
Pada 2025, ekspor kendaraan utuh naik 9,7 persen menjadi 518.212 unit, meski penjualan domestik turun karena tantangan daya beli dan pembiayaan. Rasio kepemilikan mobil nasional 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah negara tetangga, menunjukkan potensi pertumbuhan besar di pasar domestik.
Sepanjang Triwulan I–III 2025, industri pengolahan non-migas tumbuh 5,17 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 5,01 persen, dengan kontribusi PDB Rp3.051,58 triliun dan ekspor USD227,10 miliar.
IIMS 2026 menegaskan Indonesia bergerak cepat menjadi pusat elektrifikasi otomotif ASEAN, dengan investasi strategis dan pertumbuhan kendaraan listrik yang meningkat. (***)