Olahraga & Otomotif

Pengurus KONI & Perbakin Lahat Dilantik, Harus Utamakan Atlet Lokal, Bisa Bantu Polisi &TNI Berantas Senpi Ilegal

foto : Istimewa

GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru SH MM yang juga Ketua Pengprov Perbakin Sumsel menghadiri sekaligus melakukan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lahat dan Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Lahat Masa Bakti 2020-2024, Rabu (21/10/20) di GOR Bukit Telunjuk Lahat. Kepada pengurus KONI dan Perbakin yang baru dilantik itu, Herman Deru minta mereka tidak disorientasi.

Untuk KONI misalnya, Ia  minta pengurus betul-betul berorientasi pada prestasi olahraga. Namun demikian prestasi yang dibangun itu harus dibangun dengan keaslian pemain daerah, bukan sebaliknya bangga menggunakan atlet dari daerah lain demi menorehkan prestasi.

“Sejak menjadi Bupati ini selalu Saya tekankan. Jangan pernah bangga dengan memakai atlet daerah lain. Karena ini ajang kita menempa prestasi,” tegasnya.

Begitu juga untuk pengurus Perbakin Lahat yang baru dilantik, menurutnya jangan hanya bangga karena sudah dilantik menjadi pengurus. Pasca pelantikan, Ia berharap pengurus segera melakukan pembinaan dan fungsi edukasinya kepada para pelajar maupun masyarakat.

“Makanya Saya pesankan pada Bupati, pelajaran mengenai olahraga menembak ini bisa dikenalkan ke sekolah-sekolah. Silahkan kenalkan tentang menembak mulai dari aturan hukum sampai teknisnya,” ujarnya.

Ia mengatakan komitmen Kabupaten Lahat membesarkan olahraga menembak sangat dihargainya. Terutama dalam penyediaan sarana pembinaan dan edukasinya karena dilakukan langsung oleh Bupatinya Cik Ujang yang juga Ketua Perbakin Lahat.

“Tapi tetap tugasnya tidak sederhana karena dalam hal pemenuhan kebutuhan senjata memang kadang sulit dibendung. Disinilah peran pengurus, KONI dan Polisi untuk melakukan pembinaan,” jelasnya.

Ia berharap sambil memberantas keberadaan senjata ilegal bersama Polisi, pengurus Perbakin Lahat juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat. Bukan hanya dikenal dengan imagenya sebagai olahraga mahal tapi pengurus juga harus mengenalkan bahwa menembak adalah olahraga yang produktif.

Selain sosialisasi dan edukasi, Ia menghimbau agar pengurus juga mulai segera meningkatkan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal penyediaan lapangan tembak. Misalnya bekerjasama dengan TNI dan Batalyon setempat. Sehingga prestasi tidak terhambat karena alasan minimnya ketersediaan lapangan.[***]

Ril

Comments

Terpopuler

To Top