KALAU soal dukung Timnas Indonesia, wong kito galo jelas tak mau ketinggalan. Dari nobar sampai beli jersey, semangatnya kadang lebih panas dari siang di bawah Jembatan Ampera.
Tapi, ada satu pertanyaan yang mulai sering terdengar di tongkrongan kalau Batam dan Balikpapan sudah punya, Palembang kapan kebagian Garuda Official Store?
Belum lama ini, PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi menambah dua toko fisik Garuda Official Store di Batam dan Balikpapan. Keduanya bukan sembarang lokasi langsung “parkir” di bandara, tempat lalu lalang orang dari berbagai penjuru.
Di Balikpapan, toko dibuka di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, tepatnya di area keberangkatan. Sementara di Batam, store hadir di Bandara Internasional Hang Nadim, menyasar penumpang yang siap boarding. Strateginya jelas tangkap momentum, sapa fans di titik mobilitas tinggi.
Langkah ini bukan tanpa alasan, Antusiasme suporter Timnas Indonesia memang lagi naik daun. Jersey resmi, hoodie, sampai apparel edisi kolaborasi makin diburu. Bukan cuma soal gaya, tapi juga bentuk dukungan nyata ke tim kebanggaan.
Nah, di sinilah “kegelisahan” itu muncul.
Palembang bukan kota kecil dalam urusan sepak bola. Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pernah jadi saksi berbagai laga besar.
Basis suporter? jangan ditanya, kalau Timnas main, suara dukungan dari Sumsel bisa tembus langit minimal bikin tetangga sebelah ikut hafal chant.
Tapi urusan akses merchandise resmi, warga Palembang masih harus mengandalkan pembelian online atau berburu saat bepergian ke kota lain.
Belum ada toko fisik yang bisa disambangi langsung, pegang barangnya, coba ukurannya, lalu bayar di tempat. Sensasi “belanja langsung” itu yang belum hadir.
Padahal, kalau melihat pola yang ada, bandara jadi lokasi favorit pengembangan Garuda Official Store. Artinya, peluang itu sebenarnya terbuka. Palembang punya Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ramai, strategis, dan jadi gerbang utama Sumatera Selatan.
Pertanyaannya tinggal satu: apakah Palembang sudah masuk radar?
Dari sisi bisnis, kehadiran toko resmi bukan sekadar jualan jersey, ini juga bagian dari penguatan ekosistem sepak bola nasional. Penjualan merchandise membantu menopang pembiayaan tim, sekaligus membangun identitas brand Timnas di mata publik.
Buat suporter, ini soal kebanggaan. Pakai jersey asli rasanya beda ibarat makan pempek langsung dari kuali, bukan versi beku kiriman.
Saat ini, Garuda Official Store sudah tersebar di beberapa titik strategis seperti Jakarta, Tangerang, Surabaya, Makassar, hingga yang terbaru Batam dan Balikpapan. Totalnya kini delapan lokasi. Artinya, ekspansi masih berjalan.
Dan biasanya, kalau sudah mulai merambah kota-kota besar di luar Jawa, langkah berikutnya tinggal soal waktu.
Jadi, Palembang kapan?
Bisa jadi besok, bisa jadi tahun depan. Tapi satu hal pasti: selama animo suporter tetap menyala, peluang itu tak akan padam. Tinggal menunggu momen yang tepat—ibarat pesawat yang sudah di runway, menunggu lampu hijau untuk lepas landas.
Sementara itu, wong kito galo tetap dengan caranya sendiri: mendukung Timnas sepenuh hati. Soal toko resmi? Kita tunggu saja kabar baiknya. Siapa tahu, giliran Palembang segera dipanggil boarding. (***)