Olahraga & Otomotif

28 Pembalap dari 10 Negara Ujicoba Sirkuit Skyland Sekayu, Begini Komentar Presiden Gymkhana

Foto : One

KABUPATEN  Musi  Banyuasin (Muba) dinilai pioner Gymkhana di Indonesia, apalagi kejuaraan Slalom Asia untuk kali pertama dilakukan di dalam sirkuit.

Hal itu dikatakan Presiden Gymkhana Dr. Kwong Wing Yeung  saat menyaksikan pemanasan dan uji treck kejuaraan Asia Auto Gymkhana 2019 dilaksanakan di Sirkuit Skyland, Sekayu Muba, Sabtu (30/11/2019).

Uji coba tersebut dilakukan oleh 28 pembalap dari 10 negara di Asia.

Dr kwong wing Yeung, menjelaskan, dengan kejuaraan ini  membuktikan Gymkhana dapat  dikenal di Asia, Pasifik dan Eropa.

Untuk itu, ia berharap kedepannya dapat menyelenggarakan World Cup Gymkhana.

Kejuraan di Sekayu ini lanjutnya bisa dimanfaatkan dengan baik, karena diselenggarakan di sirkuit memberikan pengalaman menarik.

“Kita menghormati budaya di setiap negara yang hendak mempromosikan Gymkhana atau slalom, ” paparnya.

Ia mengaku sebelum  kesini (Muba), saya belum mengetahui bagaimana panitia mempersiapkannya. Bahkan sebelum kesini 5 negara yang menerapkan peraturan umum Gymkhana dengan setiap sudut belokan tidak boleh lebih dari 50 meter.

Namun disini paparnya, bisa mendapatkan kecepatan tertinggi. “Kita bisa mengatur akselerasi karena kita memperhatikan mobil dan safety barrier dan lainnya, “urainya.

Biasanya lanjut dia lagi, kejuaraan melakukan di dalam kota di jalan umum, dan banyak penonton di sekitarnya.

“Tapi disini tidak, kita bisa melakukan teknik tanpa perlu khawatir akan keselamatan penonton,karena menonton di tribun. Di tempat lain pembalap ditantang untuk bisa mengendalikan mobil, namun tetap menerapkan skill tinggi dan kecepatan. Di sini juga lebih mudah diingat sirkuitnya karena berjalan di satu jalur,” jelasnya.

Dia menyarankan, sirkuit Skyland depannya jalan dibangun bisa lebih lebar.

Karena kata dia, dengan sirkuit lebih lebar bisa menyimpan cone dan membuat jalurnya lebih menantang.  “Sekarang terlalu sempit jadi tidak bisa terlalu banyak berekreasi,”urainya.

Pengalaman berbeda
Ng Aik Sha, pembalap Slalom wanita dari Jiran Malaysia mengatakan selama ini Gymkhana dilakukan di jalanan dalam kota. Namun baru kali pertama menjajal  Sirkuit Skyland Sekayu.

“Yang saya tahu Gymkana dilakukan di jalanan kota, Jadi ini benar- benar sirkuit. Sangat menarik, karena kita harus mengingat jalur yang harus dilalui melewati cone dan menghafal sirkuitnya, ” terangnya.

Dia menambahkan, biasanya kalau diselenggarakan di jalanan umum, mobil melaju lebih lambat daripada dilakukan di sirkuit. “Tapi karena ini di sirkuit kita harus melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, itu jadi tantangan tersendiri,” terangnya.

Gymkhana ujarnya bisa dilakukan oleh semua orang dengan mobil -mobil pada umumnya yang tidak memerlukan modifikasi terlalu banyak. selain itu tidak hanya soal handbrake, tapi juga freestyle kendaraan melalui rintangan cone. “Kita tidak perlu modif mobil seperti hidrolik brake dan lainnya,” ulasnya.

Selain Sik Sha, Pembalap Singapura Yap Hui Ching, asal Negara Singapura mencontohkan  di Jepang sangat menyenangkan. “Kita juga datang kesini (Skyland) juga lebih menyenangkan dan memberikan pengalaman yang berbeda, apalagi dalam kondisi cuaca panas. Sirkuitnya baik dan bisa menantang bagi para pebal,” tutupnya.(**)

Penulis : one
Comments

Terpopuler

To Top