Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Indonesia Ubah Arah Riset, Fokus Masalah Nyata

Indonesia Ubah Arah Riset, Fokus Masalah Nyata

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH Indonesia menggeser strategi riset nasional dengan menuntut perguruan tinggi membangun penelitian dari persoalan konkret masyarakat, bukan sekadar agenda akademik. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, menyampaikan perubahan arah itu dalam rapat koordinasi 26 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dan peluncuran panduan Riset Kolaborasi Indonesia/Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (RKI/PMKI) 2026 di Universitas Sriwijaya, Palembang, Kamis (20/2/2026).

Fauzan meminta lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) tidak lagi menyusun proposal dari ruang diskusi internal kampus semata. Ia menginstruksikan kampus turun langsung ke pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan sektor industri untuk mengidentifikasi kebutuhan riil sebelum merancang riset. Ia menilai pendekatan berbasis problem statement akan mempercepat dampak inovasi terhadap pembangunan ekonomi dan layanan publik.

“Kami tidak lagi berbicara soal besaran anggaran sebagai tolok ukur utama. Kami menilai kecepatan pertumbuhan inovasi dan relevansinya terhadap kebutuhan nasional,” ujar Fauzan. Ia menyebut Indonesia menunjukkan kinerja inovasi yang melampaui proyeksi kapasitas ekonominya, dengan kenaikan peringkat output inovasi dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah, kata dia, ingin menjaga tren tersebut melalui kolaborasi yang lebih terstruktur.

Pemerintah menyediakan pendanaan reguler hingga Rp5 miliar per proyek dan skema riset strategis hingga Rp20 miliar per proyek. Skema itu menyasar penelitian multidisiplin yang melibatkan konsorsium lintas kampus. Fauzan mendorong PTNBH membangun kemitraan yang tidak hanya berbasis jejaring akademik, tetapi juga kebutuhan industri dan prioritas daerah.

Sepanjang 2025, serapan anggaran riset nasional mencapai 96–97 persen. Pemerintah menganggap capaian itu sebagai indikator membaiknya tata kelola riset. Kementerian juga memperluas digitalisasi laboratorium nasional dengan mengintegrasikan 1.300 laboratorium di 13 kampus dan sekitar 23.000 peralatan sains ke dalam satu sistem daring. Integrasi tersebut memungkinkan peneliti mengakses informasi spesifikasi alat, lokasi, dan peluang kolaborasi secara terbuka untuk mencegah duplikasi investasi dan meningkatkan efisiensi.

Fauzan juga menegaskan kebijakan baru yang memungkinkan penerima beasiswa luar negeri tetap mengakses pendanaan riset nasional tanpa perhitungan ganda. Pemerintah berharap langkah ini memperkuat konektivitas riset global dan mendorong transfer pengetahuan ke dalam negeri.

Pimpinan perguruan tinggi menyambut kebijakan tersebut sebagai momentum konsolidasi ekosistem riset. Ketua LPPM Universitas Sriwijaya, M. Said, menilai peluncuran panduan RKI/PMKI 2026 memberi kerangka operasional yang lebih jelas bagi kolaborasi nasional. Ia menyatakan kampus akan menyelaraskan agenda penelitian dengan kebutuhan pembangunan daerah dan sektor produktif.

Wakil Ketua LPPM/DRPM PTN-BH, Suharman Hamzah, menekankan pentingnya kualitas luaran riset. Ia meminta kampus menargetkan publikasi bereputasi internasional sekaligus produk inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Ia juga mendorong perluasan kolaborasi hingga kawasan Indonesia Timur agar pemerataan kapasitas riset berlangsung lebih seimbang.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya, Radiyati Umi Partan, menyebut program RKI telah membangun kultur kerja kolaboratif sejak pertama kali digagas. Ia mendorong integrasi pendekatan multidisiplin dan internasionalisasi riset tanpa mengabaikan kearifan lokal sebagai sumber inovasi.

Pemerintah menargetkan hasil riset nasional tidak berhenti pada laporan akademik, tetapi hadir sebagai solusi konkret bagi industri, layanan publik, dan pembangunan wilayah. Melalui reformasi kebijakan ini, Indonesia berupaya mempercepat transformasi ekonomi berbasis pengetahuan dan memastikan investasi riset menghasilkan dampak terukur bagi masyarakat luas. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramuka, Swasembada Pangan dan “Pelita Kecil” yang Kita Butuhkan

    Pramuka, Swasembada Pangan dan “Pelita Kecil” yang Kita Butuhkan

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    PERINGATAN Hari Pramuka ke-65 di Sumatera Selatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema itu memang patut diapresiasi, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang juga mendorong Gerakan Pramuka mengambil bagian dalam agenda tersebut. Ia menekankan pentingnya pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, serta kesiapan generasi […]

  • Gubernur Tinjau Penerapan Prokes PTM  Dua Sekolah di Palembang 

    Gubernur Tinjau Penerapan Prokes PTM  Dua Sekolah di Palembang 

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 625
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di beberapa sekolah yang ada di Kota Palembang, Senin (30/8). Peninjauan yang dilakukan Gubernur Herman Deru itu guna memastikan pelaksaan PTM tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Di sela peninjauan, Herman Deru mengatakan, jika PTM tersebut dilakukan sebagai jawaban atas keinginan […]

  • KB ( Kelakar Bae ) “ Asep Pecah Utak “

    KB ( Kelakar Bae ) “ Asep Pecah Utak “

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    Betapa pentingnya progran Keluarga Berancana ( KB ) gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran, seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Kacibob : “ Sep istri kamu ikut KB dak yo ???? “ […]

  • Wujudkan Indonesia Satu Data, Bupati Iskandar Ajak Warga OKI Sukseskan Program Regsosek 2022

    Wujudkan Indonesia Satu Data, Bupati Iskandar Ajak Warga OKI Sukseskan Program Regsosek 2022

    • calendar_month Minggu, 16 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co,id, OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Iskandar, SE menjadi orang pertama di Bumi Bende Seguguk yang di data oleh petugas Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022. Regsosek merupakan program nasional pendataan sosial ekonomi masyarakat meliputi kondisi geografis,  perumahan, sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, […]

  • Bareskrim Polri Ungkap Pencucian Uang Obligasi Dragon Rp36 Miliar, Dua Orang Sudah Ditahan

    Bareskrim Polri Ungkap Pencucian Uang Obligasi Dragon Rp36 Miliar, Dua Orang Sudah Ditahan

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    MABES Polri melalui Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) menahan dua orang tersangka berinisial AM dan JM dalam kasus tindak pidana pencucian uang dalam bentuk obligasi fiktif. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., mengatakan, kasus tersebut dilaporkan oleh tiga korban serta sudah didalami oleh pihak Dittipideksus Polri […]

  • Daerah di Luar PPKM Diingatkan Tetap Waspada, Zona Merah Meningkat

    Daerah di Luar PPKM Diingatkan Tetap Waspada, Zona Merah Meningkat

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 974
    • 0Komentar

    DAERAH lain di luar Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diminta untuk waspada mengingat zona merah kembali miningkat di 70 Kabupaten/kota. Melihat secara perkembangan peta zonasi risiko mingguan, para pimpinan daerah harusnya tidak hanya terpaku pada daerah yang dikenakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri. Melainkan daerah lain juga harus waspada agar […]

expand_less
WordPress Archive Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit Gainlove – Nonprofit Charity WordPress Theme Galatia – Contemporary Agency WordPress Theme Galax – eCommerce Multi-Purpose WordPress Theme Galaxy Funder – WooCommerce Crowdfunding System Galicia – Restaurant WordPress Theme Galleria Storefront WooCommerce Theme Gallery Plugins Bundle