Nasional

Polisi Sumsel Turun Lapangan Dorong Petani dan Ojol Berdaya

ist,

POLDA Sumatera Selatan turun langsung ke lapangan untuk mendukung petani dan pengemudi ojek online, akhir pekan lalu.

Kapolda Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memimpin penanaman lahan serentak dan pendampingan langsung buruh serta ojol, sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Langkah nyata ini menunjukkan polisi bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi mitra ekonomi rakyat, memastikan program pemerintah seperti Asta Cita dan Makan Bergizi Gratis (MBG) 3T sampai ke masyarakat secara langsung.

Aksi ini, yang berlangsung akhir pekan lalu menunjukkan transformasi polisi dari sekadar penegak hukum menjadi penggerak ekonomi lokal dan sosial.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho memimpin program ini didampingi Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana dan Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso.

Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seluruh program difokuskan pada hasil yang langsung dirasakan masyarakat, bukan sekadar kegiatan simbolik atau seremoni.

Program meliputi penanaman lahan serentak untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, pendampingan langsung kepada buruh dan pengemudi ojol melalui forum komunikasi kamtibmas, serta perluasan aplikasi Makan Bergizi Gratis (MBG) 3T yang menjangkau wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal.

Polisi juga memastikan kesiapan fasilitas publik baru seperti Pakri Sport City, wisma atlet, dan jembatan, yang langsung berdampak pada perekonomian warga sekitar.

Kegiatan berlangsung di berbagai titik di Sumatera Selatan, dari perkotaan hingga desa terpencil. Command Center Polda Sumsel memantau pelaksanaan, memastikan koordinasi di lapangan berjalan efektif, dan mendokumentasikan seluruh kegiatan untuk evaluasi dan transparansi publik.

Strategi ini dikonsolidasikan dalam rapat pemantapan Jumat, 20 Februari 2026, menjelang kunjungan kerja Kapolri ke wilayah tersebut. Penekanan utama diberikan pada percepatan aksi dan hasil nyata agar masyarakat segera merasakan dampaknya.

Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan program diukur dari dampak nyata bagi warga. Dengan memadukan aksi lapangan, teknologi, dan komunikasi sosial.

Polda Sumsel mendorong produktivitas pertanian, menjaga ketertiban masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan warga secara simultan.

Interaksi langsung dengan ojol dan buruh juga membangun jaringan sosial yang memperkuat keamanan komunitas sekaligus mendukung ekonomi rakyat.

Langkah ini menandai pergeseran paradigma kepolisian dari hanya penegak hukum menjadi mitra aktif pembangunan sosial dan ekonomi.

Pendekatan ini memungkinkan masyarakat merasakan manfaat nyata,  sawah lebih produktif, ojol dan buruh punya dukungan langsung, serta fasilitas publik baru menstimulasi ekonomi lokal.

Dengan strategi ini, Polda Sumsel menegaskan  pelayanan publik tidak berhenti di meja perencanaan atau seremonial, tetapi langsung terlihat dan dirasakan di lapangan, menjadi model bagi wilayah lain di Indonesia. (***)

To Top