Nasional

Penguatan Koordinasi Penanganan Bencana, Komit Bentuk Klaster Logistik

ist

UNDANG Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana mengamanahkan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara terkoordinasi, terpadu dan menyeluruh dengan melibatkan semua unsur yang ada. Hal ini kemudian diterjemahkan oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo, melalui konsep pentaheliks kebencanaan yang melibatkan lima unsur, yaitu pemerintah, lembaga usaha, masyarakat, akademisi dan media untuk ikut berkontribusi dalam penanganan bencana di Indonesia. Salah satu cara penguatan koordinasi di antara kelima unsur pentaheliks tersebut adalah dengan pembentukan klaster.

Rapat Koordinasi Kemitraan ini dilaksanakan secara fisik dan daring pada tanggal 16 – 18 Maret 2021 di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya, Jawa Timur. Peserta yang diundang adalah Kepala Pelaksana dan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik dari 34 BPBD Provinsi di Indonesia. Sedangkan dari tingkat Pusat turut mengundang Tenaga Ahli kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan, Biro Perencanaan, Biro SDM dan Umum, Biro Hukum, Organisasi dan Kerja Sama, Pusat Pendidikan dan Pelatihan PB, Pusat Pengendalian Operasi serta Direktorat Pengelolaan Logistik.

Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan program kegiatan Direktorat Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan di tahun 2021 serta mendapatkan komitmen dari daerah yang akan menjadi lokus kegiatan Pendampingan Pembentukan Klaster Logistik di tahun 2021 dan 2022.

Kegiatan dimulai pada tanggal 16 Maret setelah kedatangan para peserta daerah. Arahan sekaligus pembukaan disampaikan secara langsung oleh Prasinta Dewi, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB serta diiringi ucapan selamat datang dari Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur. Puncak acara pada tanggal 17 Maret 2021 diawali dengan paparan dari tiga orang narasumber secara panel terkait klaster logistik, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai pemilihan lokus kegiatan pada tahun 2021 dan 2022. Daerah yang terpilih kemudian menandatangani surat pernyataan komitmen untuk mendukung kegiatan Pendampingan Pembentukan Klaster Logistik.

Sebanyak 40 peserta hadir secara fisik di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya, sedangkan 24 peserta hadir secara virtual dikarenakan berhalangan hadir secara langsung. Sedangkan dari tingkat pusat terdapat 5 orang perwakilan yang hadir, yaitu Biro Perencanaan, Biro Hukum, Organisasi dan Kerjasama.

Dalam arahannya, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan menyampaikan pentingnya peranan klaster logistik terutama di daerah dalam tiap tahapan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, pada keadaan darurat hingga saat pemulihan. Peran sentral klaster logistik sudah banyak terlihat dalam bencana-bencana yang telah terjadi di Indonesia, seperti gempa dan likuefaksi Palu tahun 2018 serta banjir bandang Kalsel tahun 2021.

Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah terpilihnya Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan untuk lokasi kegiatan Pendampingan di tahun 2021 dan Jawa Timur dan Sumatera Barat sebagai lokasi kegiatan pendampingan di tahun 2022. Para Kepala Pelaksana yang hadir juga telah menyatakan komitmennya secara tertulis untuk mendukung terbentuknya klaster logistik di masing-masing daerah. Dengan adanya komitmen daerah akan mempermudah perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Pendampingan ke depannya.

Koordinasi merupakan salah satu kunci penanggulangan bencana yang efektif. Oleh karena itu, pembentukan klaster sebagai upaya penguatan koordinasi antar pelaku kebencanaan harus terus diinisiasi dan dikembangkan demi terwujudnya Indonesia yang semakin tangguh bencana.[***]

BNPB

 

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com