Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pakar: Gelombang protes akademisi bisa picu krisis legitimasi terhadap pemerintahan Jokowi

Pakar: Gelombang protes akademisi bisa picu krisis legitimasi terhadap pemerintahan Jokowi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
  • visibility 739
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Gelombang protes kalangan akademikus terhadap manuver-manuver politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2024 terus membesar. Hingga kini, tercatat sudah ada lebih dari 20 kampus yang merilis petisi dan mengumumkan pernyataan sikap memprotes indikasi-indikasi kecurangan pemilu yang diduga dilakukan Jokowi untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

Teranyar, puluhan guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merilis pernyataan sikap bertajuk petisi Bumi Siliwangi. Petisi dibacakan di kampus UPI di Bandung, Jawa Barat, Senin (5/2) lalu. Pada hari yang sama, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya juga merilis manifesto yang isinya mengecam segala bentuk praktik pelemahan demokrasi.

Pakar hukum dari Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah Castro memandang petisi-petisi dan pernyataan protes itu merupakan cerminan kegelisahan kalangan intelektual terhadap “cara main” Jokowi yang dianggap kotor di Pilpres 2024. Menurut dia, gelombang protes itu tak boleh dianggap remeh.

“Kalau protes dan kritik diabaikan, kekhawatiran terbesarnya ada dua. Pertama, public trust terhadap institusi formal negara, khususnya pemerintah akan turu. Kedua, legitimasi terhadap politik elektoral. Akan ada krisis legitimasi atas keduanya kalau respons pemerintah mengecewakan publik,” kata Herdiansyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa (6/2).

Krisis kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi, kata Herdiansyah, bisa berbuntut panjang. Bukan tidak mungkin seruan-seruan protes di lingkungan kampus itu bertransformasi menjadi aksi unjuk rasa mahasiswa besar, sebagaimana yang terjadi pada 1998.

“Reformasi 98 itu tidak datang begitu saja. Penuh dinamika dan prakondisi menuju ke sana. Sama seperti sekarang. Tapi, itu bergantung dari seberapa masif, luas, dan konsisten gerakan kita,” ucap Herdiansyah.

Jokowi saat ini condong mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Keberpihakan Jokowi terhadap pasangan tersebut kian terang dalam beberapa pekan terakhir.

Pekan lalu, misalnya, Jokowi menunjukkan kedekatan khusus dengan Prabowo lewat kegiatan makan bakso bareng di Magelang, Jawa Tengah. Makan siang bersama itu dilakukan di ruangan terbuka, disaksikan warga setempat, dan diliput beragam media.

Tak hanya itu, Jokowi juga disebut-sebut menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) hingga lebih dari Rp11 triliun. Bantuan sosial itu didesain supaya dikucurkan jelang pencoblosan Pemilu 2024. Jokowi juga memperpanjang pemberian bansos pangan hingga Juni 2024.

Seturut Jokowi, aparat penegak hukum, aparatur sipil negara, dan pejabat publik di berbagai daerah juga menunjukkan ketidaknetralannya. Di Semarang, Jawa Tengah, misalnya, sejumlah camat dan lurah dilaporkan lantaran “mengawal” salah satu paslon memberikan bantuan ke masyarakat.

Indikasi-indikasi keberpihakan itulah yang membuat kalangan akademikus gerah. Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) jadi yang pertama bersuara lewat petisi Bulaksumur yang dirilis akhir Januari 2024. Isi petisi memprotes tindakan-tindakan menyimpang Jokowi selama pemilu dan meminta Jokowi berhenti bermanuver memenangkan salah satu pasangan.

Selain UGM, UPI, dan Unair, protes terhadap manuver Jokowi juga diserukan akademikus sejumlah kampus lainnya, semisal Universitas Islam Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Universitas Hasanuddin, Unika Atma Jaya, dan Institut Pertanian Bogor.

Herdiansyah menilai gelombang protes akan terus menguat jika Jokowi mengabaikan peringatan dari kaum intelektual tersebut. “Tergantung konsistensinya. Kalau nafasnya pendek, ya sulit mengulangi 98,” ucap Herdiansyah.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akibat Tertutup Longsor, Lalin Jalan Raya Puncak Lumpuh

    Akibat Tertutup Longsor, Lalin Jalan Raya Puncak Lumpuh

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.386
    • 0Komentar

    100 petugas dari Satlantas Polres Bogor bersama pihak terkait terus berupaya membersihkan material longsor.

  • Muara Enim Siap Sukseskan Budaya Literasi

    Muara Enim Siap Sukseskan Budaya Literasi

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.566
    • 0Komentar

    PEMKAB Muara Enim siap sukseskan budaya literasi secara integrasi dengan penguatan sisi hulu dan hilir guna membantu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural serta perumusan rencana pembangunan di bidang perpustakaan tahun 2021. Hal itu disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan (Akobang) Pemkab Muara Enim, Drs. Riswandar dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Perpustakaan tahun 2021, secara virtual di Ruang […]

  • “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

    “Bujang Mandeh, Mantagi & Tiga Bocah Loreng”

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Drama Keluarga Harimau di Bukittinggi

  • Kembangkan Produk Halal, Indonesia – Denmark Bahas Rencana Kerja Sama Jaminan Produk Halal

    Kembangkan Produk Halal, Indonesia – Denmark Bahas Rencana Kerja Sama Jaminan Produk Halal

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    INDONESIA dan Denmark berencana untuk membangun kerja sama Government to Government (G to G) terkait Jaminan Produk Halal (JPH). Rencana ini tercetus dalam pertemuan virtual yang diihadiri Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kopenhagen, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), serta Danish Agriculture and Food Council (DAFC). “Hari ini kami menerima audiensi […]

  • OSO Masih Malu-malu Ditanya Awak Media Soal Dukungan di Pilkada Gubernur Sumsel

    OSO Masih Malu-malu Ditanya Awak Media Soal Dukungan di Pilkada Gubernur Sumsel

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) terkesan masih malu-malu dan tak banyak berbicara perihal pilkada serentak di Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 mendatang.

  • Setitik Jadikan Laut, Sekepal Jadikan Gunung  (Refleksi dari FISIP UIN Raden Fatah)

    Setitik Jadikan Laut, Sekepal Jadikan Gunung (Refleksi dari FISIP UIN Raden Fatah)

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.280
    • 0Komentar

    SEKUMPULAN  anak muda, tampak asyik ngobrol di bangku kayu. Beberapa di antaranya nggelosor di lantai keramik warna cream. Candaan mereka diselingi kesibukan memencet-mencet tombol telepon seluler. Tas ransel tampak berserakan dilantai, bercampur dengan beberapa buku yang tampak tak beraturan. Sebuah poster besar bertuliskan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah terpampang di bagian […]

expand_less
WordPress Archive HostStar – WP Theme for Hosting, SEO and Web Design Business HostUp – Web Hosting WordPress Theme HostWind – Hosting WordPress theme with WHMCS Hosty – Hosting Services Elementor Template Kit Hostyng – Web Hosting Elementor Template Kit Hotale – Hotel Booking WordPress Hotel Booking & Mailchimp Integration Hotel Booking Notifier – Event-Driven Emails Hotel Booking - Resort Elementor Pro Template Kit Hotel Booking System for WordPress