Nasional

Lebaran di Rumah Menag, Silaturahmi Elit & Harmoni Umat

foto : kemenag

Sumselterkini.co.id,- Hari kemenangan Idulfitri 1446 H menjadi momen penuh kehangatan dan makna di kediaman dinas Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam acara open house yang digelar Senin (31/3/2025), rumah jabatan Menag berubah menjadi titik temu bagi para pejabat tinggi negara, ulama, tokoh masyarakat, hingga seniman.

Acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan lintas sektor, mencerminkan semangat persatuan yang selalu digaungkan dalam bingkai kebangsaan.

Sejak pagi, suasana di kediaman Menag terasa hidup dengan kehadiran tamu-tamu penting. Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta pendakwah sekaligus pengusaha Ustaz Yusuf Mansur turut hadir dalam jamuan silaturahmi ini.

Tak hanya pejabat dan tokoh agama, masyarakat dari berbagai lapisan juga mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama dan keluarganya. Kebersamaan ini mencerminkan nilai-nilai inklusivitas dalam Islam, di mana Idulfitri menjadi ajang mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang sosial maupun politik.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin di hari yang fitri ini. “Alhamdulillah, saya bersama istri, Halimah Halimatul, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan kehadiran Bapak Ibu sekalian di rumah jabatan kami ini. Kami berdoa semoga Ramadan yang telah kita lalui mendapatkan pahala yang baik dan semoga kita dipanjangkan umur untuk berjumpa lagi di Ramadan yang akan datang,” ujarnya dengan penuh kehangatan.

Ia menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang telah dipelajari selama bulan Ramadan.

Tak hanya itu, Menag juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengimplementasikan nasihat dan ceramah yang telah mereka dengarkan sepanjang Ramadan. “Mari kita realisasikan nasihat-nasihat dan ceramah yang kita dengarkan selama Ramadan, sehingga kita menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih baik ke depannya,” lanjutnya.

Pesan ini mencerminkan esensi dari ibadah puasa yang tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membangun karakter yang lebih baik dan lebih bertakwa.

Menambah keistimewaan acara, penyanyi religi Sulis hadir dengan penampilan spesialnya. Suaranya yang merdu melantunkan lagu-lagu bernuansa Islami, membawa suasana semakin syahdu dan penuh ketenangan.

Sulis, yang sudah dikenal luas sejak kecil lewat lagu-lagu religi bersama Haddad Alwi, menyatakan kebahagiaannya bisa turut serta dalam perayaan ini.

“Idulfitri selalu menjadi momen istimewa, dan saya senang bisa berbagi kebahagiaan melalui lagu-lagu yang mengingatkan kita pada keagungan Allah,” ungkapnya.

Kehadirannya menambah kesan bahwa seni dan dakwah dapat berjalan beriringan dalam menyebarkan pesan-pesan kebaikan.

Sementara itu, Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i dalam kesempatan yang sama turut menyampaikan pesan reflektif bagi masyarakat.

“Di hari yang fitri ini, mari kita tingkatkan kualitas ketakwaan kita, baik secara vertikal kepada Allah maupun secara horizontal dengan berkontribusi kepada sesama untuk kehidupan yang lebih baik. Mari kita semakin menerima perbedaan, membangun kehidupan harmonis dalam kebinekaan, dan merajut persatuan agar menjadi modal kuat mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

Baginya, Idulfitri tidak hanya sekadar momen maaf-maafan, tetapi juga kesempatan bagi bangsa ini untuk terus mempererat kebersamaan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Pakar komunikasi keagamaan, Prof. Dr. Ismail Fahmi, menilai bahwa acara open house seperti ini memiliki dampak sosial yang luas. “Silaturahmi antara pemimpin, ulama, dan masyarakat adalah elemen penting dalam membangun kepercayaan dan keharmonisan sosial. Momentum seperti ini bisa menjadi ajang rekonsiliasi dan penguatan hubungan antar elemen bangsa,” tuturnya.

Menurutnya, dalam era yang penuh dengan tantangan sosial dan politik, kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang dalam satu forum kekeluargaan seperti ini menjadi cerminan bahwa kebersamaan tetap bisa dirajut di tengah perbedaan.

Momen perayaan ini juga diharapkan bisa menjadi awal bagi masyarakat untuk terus berkembang dan memperbaiki diri, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Menteri Agama. “Semoga kita semakin baik pada tahun ini,” pungkasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar hari raya, tetapi juga momentum untuk melangkah ke depan dengan semangat baru, lebih baik dalam hubungan sosial maupun spiritual.

Acara open house ini tak hanya menjadi simbol perayaan Idulfitri, tetapi juga bukti bahwa kebersamaan adalah kunci bagi bangsa ini untuk terus maju.

Seperti kata pepatah, “Lebaran boleh sehari, tapi maknanya harus sepanjang tahun.” Dari rumah Menteri Agama, pesan itu kembali digaungkan, mari jadikan Idulfitri sebagai batu loncatan untuk membangun bangsa yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih harmonis di tengah keberagaman.[***]

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com