Sumselterkini.co.id, – Mudik itu bukan cuma perjalanan pulang, tapi juga petualangan. Bagi sebagian orang, ini momen reuni keluarga setelah setahun sibuk merantau. Tapi sayangnya, di balik euforia mudik, ada cerita lelah di jalan, macet panjang, dan kendaraan mogok di tengah tol. Nah, biar perjalanan nggak berakhir jadi kisah horor, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) turun tangan buat memastikan mudik tetap asik dan nyaman.
Wakil Bupati Muba, Rohman, nggak mau sekadar duduk manis di kantor. Kamis (27/3/2025), beliau langsung gas ngecek pos pengamanan mudik di Tol Baleno, Bayung Lencir. Dari pos pelayanan sampai personel yang bertugas, semuanya dipantau biar siap siaga. “Mudik itu harus menyenangkan, bukan menyusahkan. Makanya, kami pastikan pos-pos ini benar-benar bisa jadi tempat istirahat buat pemudik,” ujar Rohman.
Bukan sekadar seremoni atau kunjungan formalitas, Rohman benar-benar ingin memastikan pemudik bisa perjalanan dengan nyaman dan aman. “Mudik itu harus jadi pengalaman menyenangkan, bukan jadi ujian kesabaran. Kita nggak bisa biarkan pemudik kelelahan di jalan tanpa fasilitas memadai,” ujarnya tegas.
Ini bukan sekadar janji manis, tapi bukti nyata bahwa pemkab serius menangani arus mudik. Buat yang udah sering mudik, pasti tahu betapa panjangnya perjalanan bisa terasa. Rencana awal yang harusnya cuma enam jam, bisa molor dua kali lipat kalau kena macet panjang atau ada hambatan di jalan.
Inilah kenapa pos pelayanan jadi bagian penting dalam perjalanan. Pemudik butuh tempat buat rehat sejenak, meluruskan kaki, atau sekadar menikmati kopi biar tetap fokus.
Bukan cuma soal kenyamanan, istirahat juga soal keselamatan. Banyak kecelakaan terjadi gara-gara sopir kelelahan dan tetap memaksa melanjutkan perjalanan. “Nggak usah maksa! Kalau ngantuk, istirahat. Jangan ambil risiko buat sesuatu yang bisa dihindari,” pesan Rohman.
Jangan khawatir, Pemerintah Kabupaten Muba udah menyiapkan pos-pos pelayanan, jadi nggak ada alasan buat terus gaspol tanpa jeda.
Yang lebih menarik, Rohman nggak cuma fokus ke pemudik. Dia juga memeriksa kesiapan petugas jaga di pos-pos pengamanan. Mereka yang berdiri berjam-jam di tepi jalan ini bukan robot, mereka juga butuh support. Makanya, Rohman memberikan vitamin dan bingkisan sebagai bentuk apresiasi. “Mereka ini garda terdepan mudik, kalau mereka semangat, pemudik juga lebih tenang,” tambahnya.
Tapi ada satu kelompok yang sering terabaikan saat musim mudik, yakni para petugas kebersihan dan tukang ojek. Coba bayangin kalau nggak ada mereka, sampah dari makanan dan minuman pemudik bakal berserakan di mana-mana, suasana makin sumpek, dan mobilitas bakal makin sulit.
Sayangnya, mereka jarang dapat perhatian. Pemudik mungkin hanya lewat tanpa sadar betapa pentingnya kehadiran mereka di tengah hiruk-pikuk arus mudik.
Tapi kali ini, Wabup Rohman nggak lupa. Dia menyempatkan diri menyerahkan bantuan kepada mereka sebagai bentuk apresiasi. “Mereka ini bagian penting dalam perjalanan mudik yang sering nggak kelihatan. Bayangkan kalau jalanan kotor dan nggak ada tukang ojek yang bantu mobilitas, pasti makin ribet kan?” katanya.
Inilah yang membedakan pendekatan Pemerintah Kabupaten Muba tahun ini. Mereka nggak cuma berpikir soal lalu lintas dan pemudik, tapi juga orang-orang di balik layar yang memastikan semuanya berjalan lancar.
Mudik itu lebih dari sekadar perjalanan pulang. Ini tentang momen-momen kecil di sepanjang jalan mulai dari beli kopi di rest area, ngobrol sama sesama pemudik, sampai menikmati pemandangan yang jarang dilihat sehari-hari. Ini ritual tahunan yang punya makna lebih dalam, bukan cuma soal menempuh jarak dari satu kota ke kota lain.
Maka dari itu, buat para pemudik, nikmati perjalanan, jangan buru-buru, dan yang paling penting pastikan pulang dengan selamat. Karena pada akhirnya, mudik bukan cuma tentang sampai tujuan, tapi juga tentang bagaimana kita melewati perjalanan itu dengan nyaman, aman, dan penuh cerita seru untuk dikenang. Selamat mudik!.[***]
