LONJAKAN aktivitas malam selama Ramadan 2026 mendorong aparat keamanan di Sumatera Selatan memperluas patroli dan mempercepat penindakan di sejumlah wilayah yang mencatat peningkatan gangguan ketertiban.
Pusat jajanan takjil, pasar malam, hingga ruas jalan utama tetap ramai setelah waktu berbuka dan salat tarawih.
Mobilitas warga yang bertambah menciptakan kepadatan baru di ruang publik. Aparat membaca pergeseran ini sebagai faktor risiko yang memerlukan respons cepat.
Menanggapi situasi tersebut, Polda Sumsel mengintensifkan Operasi Pekat Musi 2026 dan menangkap puluhan tersangka dalam sepuluh hari pertama pelaksanaan. Polisi menggelar patroli skala besar serta razia terfokus pada Minggu (22/2/2026) di Banyuasin, Prabumulih, Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu Timur.
Aparat menyasar premanisme jalanan, peredaran narkotika, perjudian, serta distribusi minuman keras ilegal. Subsatgas Narkoba menyita 21,25 gram sabu dan delapan butir ekstasi dari seorang tersangka.
Polisi di Banyuasin menangkap pelaku pencurian tandan buah sawit, komoditas utama daerah tersebut.
Di Prabumulih, polisi mengungkap 24 kasus dalam satu hari, dengan dominasi premanisme dan peredaran petasan ilegal. Aparat di Muara Enim dan OKU Timur menangkap belasan tersangka dari praktik perjudian dan penjualan miras tanpa izin.
Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan aparat menjaga intensitas operasi sepanjang Ramadan.
“Kami menindak seluruh target operasi dan non-target sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Polisi juga mengerahkan petugas pembinaan masyarakat untuk mendekati pedagang serta kelompok pemuda. Petugas memberikan penyuluhan guna menekan potensi balap liar dan tawuran yang kerap muncul ketika aktivitas publik bergeser ke malam hari.
Polda Sumsel mengevaluasi hasil operasi setiap hari dan menyesuaikan pengamanan berdasarkan dinamika lapangan. Aparat menempatkan stabilitas keamanan sebagai prioritas selama Ramadan 2026 berlangsung. (***)