Kesehatan

Lansia Sumsel Pacu Adrenalin, Tetap Sehat & Melek Digital

ist

DI tengah arus perubahan yang semakin cepat, lansia di Sumatera Selatan membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap aktif, sehat, dan produktif.

Jumat (13/3/2026) di Auditorium Graha Bina Praja menjadi saksi pelantikan dan pengukuhan Kepengurusan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sumatera Selatan Masa Bhakti 2025-2030.

Acara ini bukan hanya seremoni formal, para lansia hadir dengan semangat belajar, berdiskusi, dan berkoordinasi, menunjukkan  berorganisasi menjadi alat menjaga kebugaran fisik dan mental. Rapat, diskusi internal, dan interaksi sosial memacu “adrenalin positif” yang membuat tubuh tetap aktif dan pikiran tetap tajam.

Lansia membuktikan mereka bukan sekadar menunggu waktu, tapi terus bergerak dan berkontribusi dalam komunitas.

LLI Sumsel juga menghadapi tantangan era digital. Pengurus diminta meninjau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Transformasi ini tidak hanya soal dokumen atau peraturan, tapi juga mencakup adaptasi teknologi.

Lansia kini belajar menggunakan Zoom untuk rapat, mengelola administrasi secara digital, dan berkomunikasi efektif antaranggota. Aktivitas ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berinovasi dan tetap terkoneksi.

Produktivitas sosial menjadi fokus utama. LLI Sumsel mendorong lansia untuk membimbing anggota baru, mengembangkan UMKM, mengadakan workshop, dan membangun jejaring sosial yang mendukung kesejahteraan komunitas.

Lansia yang aktif menunjukkan  usia tidak membatasi kreativitas dan kontribusi nyata bagi masyarakat, dari perspektif psikologis, aktivitas organisasi mendukung konsep active aging.

Interaksi sosial rutin terbukti meningkatkan kesejahteraan mental, menjaga fungsi kognitif, dan mengurangi risiko depresi.

Dengan demikian, rapat rutin dan koordinasi internal bukan sekadar kewajiban administratif, tapi juga strategi alami menjaga vitalitas tubuh dan pikiran.

Lansia yang hadir bukan sekadar peserta, tapi subjek aktif yang terus belajar sepanjang hayat. Mereka menaklukkan tantangan modern, membuktikan bahwa usia emas bukan berarti diam, tapi justru peluang untuk tetap relevan, produktif, dan memberi dampak nyata.

H. Herman Deru menegaskan LLI bukan hanya organisasi formal, sebab sebagai ruang bagi lansia untuk belajar, berinovasi, dan tetap produktif.

Kita ingin mereka tidak hanya sehat fisik, tapi juga kuat mental dan relevan di era digital.”

Dengan keseimbangan antara kesehatan, digitalisasi, dan produktivitas sosial, LLI Sumsel menjadi contoh inspiratif bahwa lansia bisa tampil beda, memimpin perubahan, dan tetap menjadi penggerak komunitas.

Usia emas bukan akhir perjalanan, tapi peluang untuk terus aktif, inovatif, dan memberi dampak nyata. (***)

To Top