Kebijakan

Cegah Radikal dan Terorisme, Menhan : Peloncohan di Sekolah –PT Dihapus, Ganti Bela Negara

foto : Humas Pemprov. Sumsel

Sumselterkini.co.id, Palembang – Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam materinya menegaskan, fungsi kementerian pertahanan menyelenggarakan perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan dibidang pertahanan.

Lebih lanjut Menhan menegaskan ideologi Pancasila harus tetap ditanamkan dihati sanubari rakyat Indonesia sebagai bentuk pencegahaan paham radikalisme dan terorisme.

Karena itu sejak empat tahun silam, dirinya  meminta pada Presiden agar perpeloncoan yang diadakan di sekolah dan perguruan tinggi dihapus dan diganti dengan bela negara.

“Mindset kita harus diubah. Perpeloncoan diganti dengan dasar bela negara. Kita sudah koordinasi dengan Mendikti dan Mendikbud. Sudah empat tahun kita jalankan,” tambahnya, Ceramah tentang Bela Negara oleh Menteri Pertahanan RI, bertempat di  Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Senin (21/1/2018).

Pencegahan faham radikalisasi melalui pendidikan lanjut dia sangat  penting , karena itu bela negara harus dijalankan dari semua tingkatan pendidikan mulai dari  SD hingga Mahasiswa di perguruan tinggi.

“Radikal musuh manusia, musuh negara.  Karena itu harus diingatkan terus melalui pendidikan dan mimbar agama,” tegas Menhan.

Menhan menambahkan, Kekuatan utama yang ada dibangsa ini adalah persatuan. Namun persatuan harus dikelola dengan baik. Mengingat  ada ancaman yang akan menggerus dan kesatuan bangsa dengan cara merongrong ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

“Yang patut diwaspadai adalah ancaman teroris generasi ke tiga. Militan asing Foreign Terrorist Fighter yang kembali dari Syria dan Irak setelah  ISIS terpukul dari Irak dan Syria. Mereka kembali ke negara masing masing di asia timur. Seperti Indonesia,Philipina dan Malaysia,” tambahnya.

Menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, Menhan mengajak  agar semua pejabat TNI dan Polri serta kepala daerah di Sumsel dapat menciptakan  rasa aman dan kondusif.

“Pemilu jangan sampai buhuh bunuhan, jangan sampai negara ini pecah. Kalau sampai berdarah darah dak usalah pemilu diadakan. Apalagi  kalau sampai negara ini sampai pecah,” tegas Menhan.

Menhan juga mengajak jajaran aparat untuk hidup dengan profesional. Profesional terhadap Allah yakni dengan menjalankannprintah dan menjauhi larangnnya. Kemudian profesiobal sebagai manusia dan selaku pejabat atau aparat menjalankan tugas dengan baik sebab tidak  akan dikenakan sangsi.

“Kejahatan akan meraja lela jika orang baik tidak melakukan sesuatu. Saya tegaskan  NKRI harga mati,” tandasnya.

Hadir mendampingi Menhan Jenderal (Prun) Ryamizard Ryacudu Menhan RI. Letjen TNI Thamrin Marzuki Irjen Kemhan. Brigjen TNI Tandyo Dir Bela Negara Kemhan RI. Brigjen TNI Totok Sugiharto Kapuskompublik Kemhan RI. Brigjen TNI Yudhy Chandra Jaya Karo TU dan Protokol Kemhan RI. Kolonel Inf Wahyudin Kabag Protokol Kemhan RI.[**]

 

Penulis : One

 

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com