Senin, 26 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » BNPB Minta Pemda Lampung Perkuat Sosialisasi & Edukasi Terkait Potensi Bencana Geologi Tinggi

BNPB Minta Pemda Lampung Perkuat Sosialisasi & Edukasi Terkait Potensi Bencana Geologi Tinggi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
  • visibility 1.217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh unsur Pemerintah Daerah Provinsi Lampung agar memperkuat mitigasi dan meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, terkait adanya potensi bencana geologi yang tergolong tinggi di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil kajian dan penelitian lebih lanjut yang dilakukan Direktorat Pemetaan dan Risiko Bencana BNPB, wilayah Lampung setidaknya memiliki tiga potensi risiko yang dapat memicu terjadinya bencana alam.

Pertama adalah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda. Sebagaimana diketahui bahwa aktivitas erupsinya hingga saat ini masih terus terjadi dan masuk pada Level III atau Siaga.

Adapun aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terakhir telah memicu terjadinya peristiwa Tsunami Selat Sunda pada 2018 akibat longsoran bawah laut, dengan total korban pada saat itu mencapai kurang lebih 430 jiwa.

Berdasarkan catatan sejarah, Krakatau pernah meletus pada 1883 dan kekuatan letusannya tersebut setara dengan empat kali lipatnya Tsar Bomba, yakni bom nuklir terkuat yang pernah diuji coba Rusia di Pasifik.

Apabila dibandingkan dengan bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada 1945 lalu, maka Tsar Bomba tersebut kekuatannya setara 3.000 kali bom atom Hiroshima.

“Krakatau empat kali Tsar Bomba ini,” jelas Plt. Direktur Pemetaan dan Risiko Bencana, Abdul Muhari dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 dan Penanggulangan Bencana di Provinsi Lampung pada Jumat (19/3).

Adapun letusan Krakatau pada masa itu menyebabkan terjadinya lontaran material seluas 41 kilometer kubik yang bisa membuat bukit buatan dengan ketinggian 300 meter.

Menurut catatan, peristiwa tersebut juga memicu terjadinya tsunami dengan ketinggian 9-36 meter, kemudian lontaran sulfurnya mencapai lapisan stratosfer dan terbawa hingga ke wilayah Eropa sehingga menyebabkan perubahan iklim.

Selanjutnya, potensi ancaman kedua adalah adanya Sesar Sunda yang berada di selatan Lampung dan Pulau Jawa bagian barat.

Menurut hasil kajian Muhari bersama tim, segmen Sesar Sunda dapat melepaskan energi hingga sebesar 9 magnitudo.

Dalam pemodelan yang dilakukan, pelepasan maksimal energi tersebut juga dapat memicu terjadinya gelombang tsunami dengan ketinggian hingga 8-10 meter.

“Ini estimasi yang paling besar dari kemungkinan potensi energi yang ada. Tentunya ini bukan akan bersifat menakut-nakuti tidak. Tetapi potensi itu ada dan kejadiaannya di selatan Jawa bagian barat mengalami pengulangan dengan bukti-bukti geologi yang ada,” jelas Muhari.

Kemudian untuk sesar yang dapat memicu gempa darat, Muhari menjelaskan bahwa ada beberapa sesar aktif yang dapat melepaskan energi dan memicu gempa dengan skala estimasi magnitudo 6,9 hingga magnitudo 7,3.

Adapun sesar tersebut terbagi menjadi beberapa bagian yakni, Sesar Enggano, Kumering Selatan, Kumering Utara, Barumun, Ujung Kulon, Semangko Timur, Semangko Barat, Semangko Graben.

Menurut catatan Muhari, Sesar Semangko Barat diduga menjadi pemicu terjadinya peristiwa Gempabumi Liwa yang menyebabkan sedikitnya 196 jiwa menjadi korban dan kurang lebih 2.000 lainnya mengalami luka-luka.

“Semangko Barat itu segmen yang mungkin menjadi penggerak gempa Liwa yang terjadi pada 1994. Liwa termasuk aktif, dua kali 1993 dan 1994,” jelas Muhari mengutip situs resmi BNPB, minggu [21/3/2021].

Dengan melihat hasil penjabaran tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo meminta kepada Gubernur Provinsi Lampung  Ir. H. Arinal Djunaidi beserta jajaran Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Lampung untuk kemudian mengambil kebijakan dan langkah strategis dimulai dari sosialisasi, edukasi dan mitigasi kepada masyarakat.

Menurut Doni, masyarakat harus memahami tanda-tanda alam yang dapat memicu terjadinya bencana. Di samping itu, mereka juga harus tahu bagaimana cara untuk mengevakuasi diri secara mandiri, sehingga apabila terjadi bencana maka korban dapat diminimalisir.

Terkait dengan sosialisasi dan edukasi tersebut, Doni meminta agar hal tersebut dapat disampaikan dengan cara dan metode yang benar, agar kemudian tidak terjadi kepanikan dan isu hoaks.

“Apa yang harus kita lakukan adalah meningkatkan upaya sosialisasi, tetapi ingat tidak boleh menimbulkan kepanikan. Gempa dan tsunami adalah peristiwa yang berulang. Kalau tidak ada korban jiwa, maka kita tidak akan menyebut bencana. Gempa yang membunuh itu bukan besaran gempanya,” kata Doni.

Selain sosialisasi, mitigasi adalah formula yang harus dilakukan demi menjaga generasi penerus. Dalam hal ini, Doni meminta agar masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan mitigasi. Sehingga masyarakat dapat lebih siap dan mandiri, tidak hanya mengandalkan unsur-unsur pemerintah saat terjadi bencana.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapitalisme Harus Ada Etika ?

    Kapitalisme Harus Ada Etika ?

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.248
    • 0Komentar

    SEBAGAIMANA yang kita ketahui bahwasanya kapitalisme lahir dari rahim liberalisme, dimana pada awalnya masyarakat mengiginkan kebebasan dalam segala hal, menginginkan kebebasan berkehendak, dan kebebasan berfikir. Dan tidak bisa dihindari lagi liberalisme yang diharapkan menjadi sitem yang bisa mengeluarkan masyarakat dari “tidur panjang” ataupun “keterlenaan dari dogma khayalan” pun berimplikasi pada kebebasan dalam ranah ekonomi yaitu […]

  • Bakal Distribusikan 200.000 Liter Antiseptik untuk Warga Sumsel

    Bakal Distribusikan 200.000 Liter Antiseptik untuk Warga Sumsel

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    DUKUNGAN dan bantuan penuh masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap pemerintah Provinsi Sumsel dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 kini mulai berdatangan seperti Hari ini,  Kamis Pagi (26/3/2020). Gubernur Provinsi Sumsel menerima langsung 200 liter biang antiseptik dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) di Halaman Kantor Gubernur Sumsel. Untuk diketahui 200 […]

  • Penerapan PPKM Darurat Memang Tak Nyaman, Ini Demi Menjaga Keselamatan Rakyat, Jadi Harus Diikuti

    Penerapan PPKM Darurat Memang Tak Nyaman, Ini Demi Menjaga Keselamatan Rakyat, Jadi Harus Diikuti

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 601
    • 0Komentar

    KAPOLRI Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengungkapkan pembatasan aktivitas masyarakat yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat membuat tidak nyaman. Kapolri mengungkapkan hal ini saat meninjau posko PPKM bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., yang bertempat di Kelurahan Jati Cempaka, Pondok Gede. “Upaya ini harus dilakukan demi […]

  • Pelayanan RSUD Kayuagung Dijamin Tak Terganggu, Meski Tenaga Medis Diisolasi

    Pelayanan RSUD Kayuagung Dijamin Tak Terganggu, Meski Tenaga Medis Diisolasi

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    MEKSKI belasan dokter dan perawat RSUD Kayuagung terpaksa harus menjalani isolasi mandiri Manajemen RSUD Kayuagung memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Direktur RSUD Kayuagung, dr T Mirda Zulaicha  M. Ked (Ped) Sp.A mengatakan dengan diisolasinya beberapa tenaga medis itu pihaknya melakukan kebijakan layanan dengan mengalihkan layanan rawat jalan ke Instalasi Gawat Darurat. “Pelayanan kita upayakan […]

  • Pemkab OI Diminta Edukasi Pengrajin Emas & Perak

    Pemkab OI Diminta Edukasi Pengrajin Emas & Perak

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    GUBENUR Sumsel Herman Deru meminta kepada Pemerinta Kabupaten [Pemkab] Ogan Ilir untuk memberikan edukasi kepada pengrajin emas dan perak yang perlu dipertahankan, karena salah satu untuk menjaga budaya dan kearifan lokal. “Saya juga mengharapkan pemerintah setempat untuk mengedukasi pengrajin. Tolong tingkatkan namun tetap gunakan cara tradisional dalam mengelola emas dan perak ini. Jika memang membutuhkan […]

  • Masih Pandemi Covid, Menag Minta PPIU Patuhi Prokes Penyelenggaraan Umrah

    Masih Pandemi Covid, Menag Minta PPIU Patuhi Prokes Penyelenggaraan Umrah

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 619
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah untuk benar-benar mematuhi protokol kesehatan (prokes) jika penyelenggaraan umrah bagi jemaah Indonesia sudah dibuka apalagi pandemi belum berakhir. Pesan ini disampaikan Menag saat memberi sambutan pada Pembukaan Mukernas Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia) tahun 2021 secara daring di Jakarta, Kemaren. Menag […]

expand_less
WordPress Archive Grenda – Event Planner WordPress Theme Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme Grid FX – Ultimate Grid Plugin for WordPress Grid Slider – WooCommerce WordPress Plugin Grider – Grid of Content and Products for Elementor Gridiron | American Football & NFL Superbowl Team WordPress Theme Gridlove | Creative Grid Style News & Magazine WordPress Theme Gridlove – News Portal & Magazine WordPress Theme Grido – Creative Multipurpose WordPress Theme