Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » JEDA » Apa Arti Cuci Tangan? Mengapa Ungkapan Ini Berarti Lepas Tanggung Jawab

Apa Arti Cuci Tangan? Mengapa Ungkapan Ini Berarti Lepas Tanggung Jawab

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WARUNG Bu lek Gon saat siang itu lebih ramai dari hari biasanya. Beberapa warga baru saja pulang dari aktivitas, ada yang menjumput anak sekolah, ada istirahat kerja.

Terlihat juga kopi hitam masih mengepul, meski  gorengan tinggal separuh di piring, sementara obrolan belum juga selesai.

“Ya sudahlah,” kata Pak Bandol sambil menghabiskan kopinya. “Kalau nanti ada yang ribut, saya cuci tangan saja.”

Ucapan itu membuat beberapa orang mengangguk. Seolah kalimat tersebut sudah sangat biasa didengar.

Namun, tidak bagi Emon

Bocah SD bernama Emon, yang baru datang membeli gula itu langsung menoleh.

“Pak… di warung ini ada tempat cuci tangan?”

Pak Bandol mengernyit.

“Ada di belakang. Memangnya kenapa?”

“Soalnya Bapak bilang mau cuci tangan. Saya kira habis kerja memegang yang kotor-kotor harusnya cuci tangan dulu.”

Warung mendadak hening.

Bu lek Gon menutup mulutnya agar tidak tertawa.

Pak Bandol menggeleng pelan dan berkata dengan logat Jawa yang masih kental

“Mon… yang saya maksud bukan itu.”

“Lho? Bukannya cuci tangan ya.. pakai air sama sabun?”

“Kalau yang itu memang benar.”

“Nah, terus?”

Pak Bandol tersenyum.

“Kalau dalam bahasa Indonesia, “cuci tangan” juga punya arti lain.”

Emon makin penasaran.

“Memangnya tangan bisa punya dua arti?”

Tawa kecil mulai terdengar di sudut warung.

Lalu, Pak Bandol mengambil gelas kosong di meja.

“Coba begini. Misalnya kita ramai-ramai memecahkan gelas ini.”

Emon buru-buru menggeleng.

“Jangan, Pak. Itu gelas Bu Lek Gon.”

“Iya… ini cuma contoh.”

“Kalau setelah gelas pecah semua orang bilang, ‘Bukan saya, saya tidak ikut,’ padahal tadi ikut memegang gelas, nah… itu namanya cuci tangan.”

Emon menggaruk kepala.

“Oo… jadi bukan tangannya yang dicuci?”

“Bukan.”

“Yang dicuci… kesalahannya?”

Pak Bandol tertawa.

“Kurang lebih begitu.”

Emon akhirnya ikut tertawa.

“Pantas saja saya bingung. Dari tadi saya mencari sabunnya.”

Tawa di warung pun pecah.

Bu Lek Gon sampai ikut berkomentar.

“Kalau semua masalah selesai cuma dengan sabun, hidup pasti lebih mudah.”

Semua mengangguk sambil tersenyum.

Dalam perjalanan pulang, Emon yang lugu baru sadar tidak semua kalimat harus dimaknai apa adanya. Ada ungkapan yang sengaja diciptakan agar bahasa terasa lebih hidup dan mudah dipahami.

Apa Arti Ungkapan “Cuci Tangan”?

Dalam bahasa Indonesia, cuci tangan merupakan ungkapan yang berarti melepaskan diri dari tanggung jawab atau berusaha menghindari kesalahan ketika suatu persoalan terjadi.

Ungkapan ini termasuk bahasa kiasan, sehingga maknanya tidak sama dengan arti kata per katanya.

Contoh penggunaan:

  • Setelah proyek itu bermasalah, beberapa orang memilih cuci tangan dan menyalahkan pihak lain.
  • Seorang pemimpin seharusnya tidak cuci tangan ketika menghadapi persoalan.

Mengapa Disebut Cuci Tangan?

Makna kiasan ini telah dikenal sejak lama. Salah satu kisah yang paling sering dikaitkan dengan ungkapan tersebut adalah tindakan seorang pejabat Romawi, Pontius Pilatus, yang secara simbolis mencuci tangannya sebagai tanda bahwa dirinya tidak ingin memikul tanggung jawab atas keputusan yang diambil.

Seiring waktu, tindakan simbolis itu berkembang menjadi ungkapan yang digunakan untuk menyebut orang yang berusaha membebaskan diri dari tanggung jawab. Dalam bahasa Indonesia, makna tersebut tetap bertahan hingga sekarang.

Oleh karena itu, mencuci tangan dengan sabun adalah kebiasaan yang baik karena dapat menjaga kebersihan dan kesehatan.

Namun, “cuci tangan” dalam arti kiasan justru menjadi pengingat agar seseorang tidak lari dari tanggung jawab.

Sebab, tangan yang kotor memang bisa dibersihkan dengan air.

Tetapi tanggung jawab tidak akan pernah hilang hanya karena seseorang berkata, “Saya tidak tahu apa-apa.” Begitulah kira-kira belajar Bahasa Indonesia hari ini.(***)

 

Disclaimer: Cerita pada bagian awal artikel merupakan karya fiksi yang dibuat untuk tujuan hiburan dan edukasi. Tokoh, nama, dialog, serta peristiwa merupakan hasil imajinasi penulis. Adapun penjelasan mengenai makna ungkapan disusun berdasarkan penggunaan dalam bahasa Indonesia dan referensi sejarah yang umum dikenal. gimana ini?

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumbang Arca Buddha untuk Sri Lanka

    Sumbang Arca Buddha untuk Sri Lanka

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 582
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Kadugannawa, Sri Lanka – Kepala Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahanayaka Thera, telah menyumbangkan Arca Buddha untuk Sri Lanka terdiri dari satu arca besar dan 10 arca kecil yang diletakkan di Paramitha International Buddhist Meditation Centre, Kadugannawa, Sri Lanka. Arca Buddha dari Indonesia tersebut telah diresmikan pada tanggal 11  Februari 2023 oleh Venerable Vedaruwe […]

  • Samsung Ajarkan 5 Cara bikin konten ciamik Galaxy Tab S9 Series

    Samsung Ajarkan 5 Cara bikin konten ciamik Galaxy Tab S9 Series

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.370
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Apps unggulan pada Galaxy Tab S9 Series yang diperkuat Snapdragon 8 Gen 2 for Galaxy, kemampuan multitasking dan S Pen, mendukung content creator di Indonesia untuk menghasilkan konten berkualitas profesional Di Indonesia, dengan penetrasi internet yang mencapai 77 persen1 dari populasi, content creator menjadi ladang baru bagi pekerja kreatif. Menurut data terbaru, ada 1592 content creator di Indonesia dengan […]

  • HNU Ingin Lihat Kontraktor Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Tapi…

    HNU Ingin Lihat Kontraktor Lokal Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri, Tapi…

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.643
    • 0Komentar

    Pj. Bupati Muara Enim, Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M., Nasrun Umar mendorong pengusaha atau kontraktor jasa konstruksi lokal di Kabupaten Muara Enim dapat bersaing dan lebih terlibat dalam pembangunan daerah, khususnya pada proyek-proyek kegiatan APBD Kabupaten Muara Enim. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan konsolidasi bersama pengurus asosiasi pengusaha lokal Kabupaten Muara Enim di Ruang […]

  • Hadiri Paripurna HUT Kabupaten OKI ke 76, Gubernur Apresiasi Langkah Cepat Kabupaten OKI Sahkan APBD 2022

    Hadiri Paripurna HUT Kabupaten OKI ke 76, Gubernur Apresiasi Langkah Cepat Kabupaten OKI Sahkan APBD 2022

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dalam penyusunan Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 dan hal tersebut saat ini sudah disahkan oleh DPRD Kabupaten OKI. “Saya sangat tepukau dengan hal ini, karena Kabupaten OKI menjadi yang pertama ketok palu untuk Raperda APBD […]

  • Pengamat: Ahok potensial gerus pemilih Prabowo-Gibran

    Pengamat: Ahok potensial gerus pemilih Prabowo-Gibran

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Narasi yang berusaha menyudutkan politikus PDI-Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menyeruak di media sosial Twitter (kini X), belum lama ini. Ahok disebut-sebut sebagai “kuda putih” Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditugaskan untuk membuat kekacauan di koalisi parpol pengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Salah satu tujuan Ahok diterjunkan […]

  • Ini Kata Alex dalam LKPJ Akhir Masa Jabatan

    Ini Kata Alex dalam LKPJ Akhir Masa Jabatan

    • calendar_month Jumat, 13 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.372
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri Rapat Paripurna XLV DPRD Provinsi Sumsel, sekaligus menyampaikan pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Sumsel (LKPJ) tahun Anggaran 2017 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan Gubernur Sumsel tahun Anggaran 2013-2018. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Rapat dipimpin langsung Pelaksana Tugas […]

expand_less
WordPress Archive Give Boost – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Give – Braintree Gateway Give – CCAvenue Gateway Give – Constant Contact Give – ConvertKit Give – Currency Switcher Give – Email Reports Give – Fee Recovery Give – Form Field Manager Give – Gift Aid