Infrastruktur & Transportasi

IPAL di Bangun, Wakot Palembang Ingin Pencemaran Air di Sungai Musi Berkurang

foto : Ist

PROYEK pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Selayur, di Jalan Dr Sutami, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang, segera dimulai. Ini setelah secara resmi dilakukan ground breaking  pembangunan IPAL tersebut, Rabu (4/11/2020).

Proyei IPAL Selayur ini mendapat dana hibah senilai 45 juta dolar atau 450 miliar dari pemerintah Australia. Total dana untuk pembangunan IPAL senilai Rp1,2 triliun. Pengerjaan ditarget rampung 2022 dengan kapasitas total lebih dari  20 ribu kubik per hari.

Diketahui, IPAL ini diperuntukan untuk wilayah Palembang bagian Timur, yaitu Ilir Timur Satu, Ilir Timur II, Ilir Timur III dan Kalidoni.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Australia. Kota Palembang merupakan satu-satunya kota yang diberi hibah ini di Indonesia, melalui Kementerian PU PR. Kami akan komitmen terkait dengan instalasi ini, yang akan kami laksanakan di kota tercinta ini,” ujar Wali Kota Palembang, Harnojoyo, usai secara simbolis bersama Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya dan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga melakukan ground breaking.

Ia menyebutkan, Kota Palembang terpilih mendapatkan hibah ini karena 96 persen warganya telah memiliki akses air bersih serta memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan sanitasi.

Hanya saja, terkait pembuangan air limbah, sekitar 69 hingga 71 persen masyarakat Palembang masih membuang limbah ke aliran sungai.“Seperti dapat dilihat, di sepanjang aliran Sungai Musi, sanitasi warga masih jauh dari yang diharapkan.

“Masih ada yang buang air besar langsung ke sungai, atau jika pun ada WC namun belum ada septic tanknya. Pembenahan ini butuh waktu. Dan sekarang akan dimulai pembangunan IPALnya,” kata Harnojoyo.

Menurutnya, dilaksanakannya pembangunan IPAL tersebut selain merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kota Palembang dalam menangani permasalahan limbah, juga memang sudah menjadi harapan masyarakat sejak lama.

“Mudah-mudahan ini menjadi komitmen kita semua untuk sama-sama mendukung proyek ini. Sehingga proyek ini bisa berjalan dengan baik dan tepat waktu,”paparnya.

Sehingga lanjutnya yang dapat manfaatnya ini adalah masyarakat kita. Karena hidup sehat ini membutuhkan air yang bersih. InsyaAllah dengan pembangunan IPAL ini setidaknya pencemarannya terkurangi.

Kementerian PUPR melalui Direktur Jenderal Cipta Karya, Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan, Palembang memang satu-satunya kota di Indonesia yang mendapat dana hibah dari Australia untuk pembangunan IPAL.

“Karena kota Palembang ini merupakan kota yang paling siap. Dan saya sangat menghargai kesiapan Kota Palembang untuk menerima hibah ini,” ujar Danis.

Ia juga mengatakan, selain dana hibah dari Australia, pembangunan IPAL Selayur ini juga bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Palembang.

“Dengan total kurang lebih Rp1,2 triliun. Jadi, kalau itu 45 (dana hibah), APBN sekitar 55, APBD sekitar 35, kurang lebih komposisinya seperti itu,” Danis menyebutkan.

Ia melanjutkan, pada tahap awal pembangunan pipa transmisi sudah dilakukan pada tahun 2017-2019 melalui Kementerian PUPR. Jadi, pada saat ini sudah terbangun jaringan pipa tranmisi utama sepanjang 5500 meter dari total kurang lebih 8 ribu meter.

“Ya ini merupakan proses yang cukup panjang, kami juga berharap sejak tahun 2017 sampai saat ini. Bahkan close date yang diberikan kita perpanjang sampai 2024. Maka dari itu, waktu yang diberikan harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya sehingga pembangunan IPAL ini sesuai dengan jadwalnya, mutu serta dan tepat biayanya,” kata Danis pula.

Ia menambahkan, pemerintah pusat saat ini memang berkonsentrasi pada air bersih dan sanitasi. “Seperti contoh, bahwa kota Palembang yang merupakan kota besar ini melakukannya dengan sistem sanitasi terpadu seperti ini.”

Ia juga menjelaskan, bahwa sanitasi memiki dua arti yaitu sanitasi yang berkaitan dengan sampah serta sanitasi yang berkaitan dengan air limbah. [***]

Ril

 

Comments

Terpopuler

To Top