Industri

“Manisnya Bikin Salah Paham, Gula Industri Nongol di Pasar!, Siapa yang Salah Tempat?”

foto :kemenperin

HIDUP itu perlu manis, namun  kalau manisnya kebablasan, bisa bikin bingung antara teh tarik dan teh teriak. Nah, itu dia yang lagi kejadian gula rafinasi yang seharusnya buat pabrik biskuit, es krim, dan minuman kaleng malah ikut nimbrung di pasar rakyat. Lah, ini gula pabrik kok tahu-tahu nongol di dapur Mbah Darmi yang jualan apem?

Ibarat karyawan pabrik yang harusnya di shift malam, eh malah duduk santai di warung kopi sambil main remi. Gula rafinasi itu punya kerjaan khusus, bukan buat bikin teh manis di angkringan atau ngisi toples Lebaran. Kalau udah begini, pasar bisa kayak lomba masak dadakan bahan nggak jelas, rasa juga jadi misteri.

Tapi jangan panik dulu, negara kita bukan cuma punya polisi lalu lintas, tapi juga ada Satgas Pangan Polri, yang kerjaannya bukan cuma ngecek harga bawang tapi juga ngendus jejak gula nyasar, dan kemarin, mereka sukses ngegerebek gula oplosan di Banyumas. Hebat kan? Mbok-mbok di pasar pun bisa lega, karena yang manis kembali ke habitat aslinya.

Kemenperin juga nggak tinggal diam, udah ada Permenperin Nomor 47 Tahun 2024, bukan permen karet ya, tapi peraturan menteri. Isinya Gula Kristal Rafinasi (GKR) hanya boleh diproduksi dari Gula Kristal Mentah (GKM), dan hasilnya cuma buat industri, bukan buat nyemil sore.

Kalau sampai GKR ini bocor ke dapur-dapur rakyat, itu udah kayak truk tronton masuk gang sempit. Niatnya baik, tapi caranya salah kamar.

Masih ada lagi aturan main dari Kementerian Perdagangan, pakai Permendag Nomor 1 Tahun 2019 Jo Permendag 17 Tahun 2022.

Di situ dijelasin gula rafinasi bukan buat pasar eceran, apalagi buat isian wedang ronde. Kalau mau masuk ke usaha kecil, harus lewat koperasi, resmi, dan terdaftar. Jadi jelas jejaknya, kayak rute lari keliling lapangan.

Gula itu ibarat orang tua, harus tahu batasan, kalau semua gula boleh masuk ke mana saja, nanti kita bingung bedain mana gula industri dan mana gula cinta, maka pepatah baru lahir, “Manis itu penting, tapi harus tahu tempat duduk”.

Negara ini luas, pasarnya rame, dan gulanya banyak jenis, tapi setiap jenis punya jodohnya sendiri. Gula pabrik ya buat pabrik, gula dapur ya buat emak-emak. Kalau udah sesuai takaran, hidup jadi enak.

Jangan sampai teh manis kita mengandung gula yang salah jalur, bukan karena bahaya, tapi karena hidup lebih nikmat kalau kita tahu sumber manisnya.[***]

Terpopuler

To Top