Industri Kreatif & UKM

Pelatihan Wastra Pusri, Bisakah Dongkrak UMKM Sumsel?

ist

PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menggelar Pelatihan Desain Wastra dan Sertifikasi Kompetensi Pendamping UMKM untuk memberdayakan UMKM di Sumatera Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, daya saing pasar, dan kapasitas pendamping UMKM.

Pelatihan Desain Wastra berlangsung 19–23 Januari 2026 dengan tema “Mengolah Wastra, Menciptakan Gaya”, sedangkan sertifikasi BNSP untuk pendamping UMKM digelar 27–30 Januari 2026. Peserta berasal dari mitra binaan Pusri di bidang kain dan fashion serta mitra Rumah BUMN se-Sumatera Selatan, termasuk Banyuasin, Ogan Ilir, Muara Enim, dan Bank Rakyat Indonesia.

Pelatihan membekali peserta dengan kemampuan mengembangkan ide kreatif, mengolah wastra berbasis budaya lokal, menyesuaikan desain dengan tren pasar dan era digital, serta strategi pemasaran dan presentasi produk.

Hasil nyata mulai muncul. Contohnya, kelompok UMKM di Banyuasin berhasil memproduksi 50 set kain wastra dengan motif lokal dan menjualnya ke pasar regional dalam dua minggu setelah pelatihan. Pendapatan mereka meningkat ±20% dibanding bulan sebelumnya, menunjukkan efektivitas program.

Pendamping UMKM juga mendapat manfaat langsung melalui sertifikasi BNSP. Staf TJSL Pusri dan fasilitator Rumah BUMN mengikuti bimbingan teknis agar pendampingan berjalan profesional, terukur, dan sesuai standar nasional. Dengan kompetensi resmi, mereka mampu mengawal UMKM naik kelas secara berkelanjutan.

VP TJSL Pusri Palembang, Alde Dyanrini, menyatakan, “Penguatan UMKM harus menyasar pelaku usaha dan pendampingnya. Program ini menghasilkan efek nyata berupa produk siap jual dan kapasitas pendamping yang terstandar.”

Program ini terintegrasi dengan ekosistem nasional Naksir UMKM, termasuk akses pembiayaan, pengembangan pasar, dan kolaborasi antar-Rumah BUMN. Dukungan ini membuat UMKM binaan lebih kompetitif, adaptif, dan siap menghadapi dinamika pasar.

Salah satu peserta, Ika, menuturkan: “Pelatihan ini memberi saya ide desain baru dan percaya diri memasarkan produk ke kota lain. Dampaknya langsung terasa pada omzet dan pemesanan.”

Dengan kegiatan ini, Pusri menegaskan komitmen pada pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini diharapkan mendorong industri kreatif Sumsel 2026 lebih berkembang dan meningkatkan UMKM fashion Sumsel naik omzet, menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat lokal. (***)

To Top