Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Bupati Turun Tangan, Sengketa Lahan Tak Lagi Jalan di Tempat

Bupati Turun Tangan, Sengketa Lahan Tak Lagi Jalan di Tempat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 1.591
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SENGKETA lahan ini diibaratkan sinetron, penontonnya sudah hafal dialog, tapi episodenya tak kunjung tamat. Adegan berulang, konflik makin tegang, dan semua pihak mulai lelah, Senin (15/12/2025) kemarin.

Ceritanya agak berubah. Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., naik panggung bukan sebagai figuran, tapi sutradara yang ingin mengakhiri episode panjang sengketa masyarakat dengan PT. Guthrie Pecconina Indonesia (GPI).

Rapat di Ruang Serasan Sekate itu tidak dibuka dengan gebrakan palu, melainkan dengan niat menata ulang jalan cerita. Bupati Toha memimpin langsung, duduk satu meja dengan kejaksaan, kepolisian, OPD, camat, kepala desa, perwakilan masyarakat, hingga pihak perusahaan. Lengkap. Kalau kata orang kampung, “Semua lauk sudah naik meja, tinggal dimakan baik-baik”.

Di hadapan peserta rapat, Bupati Toha menegaskan bahwa konflik ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Solusinya bukan adu urat leher, tapi kerja sistematis.

“Permasalahan ini harus dibentuk tim satgas agar tidak berkepanjangan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan soal tata kelola administrasi ke depan, khususnya penerbitan Surat Penguasaan Hak (SPH). “Camat ke depan jika akan mengeluarkan SPH harus ada rekomendasi dari Sekda atau Pemda,” katanya.

Pesannya jelas benang kusut harus diurai dari hulu, bukan ditarik paksa dari tengah. Langkah berikutnya, Bupati tak main setengah hati. Ia menyatakan akan bersurat ke Kejaksaan Agung melalui Kejari setempat.

Tujuannya sederhana tapi penting, agar semua pihak tahu duduk perkara dan penyelesaiannya bisa dikebut. “Akan bersurat ke Kejagung biar sama-sama tahu perkembangan permasalahan agar dengan cepat bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Di titik ini, publik membaca satu hal: kepemimpinan yang memilih transparansi ketimbang tarik ulur, dari sisi penegakan hukum, Kepala Kejaksaan Negeri Muba Aka Kurniawan, S.H., M.H., menyampaikan pandangan yang menyejukkan.

Jika memang masyarakat memiliki SPH dan belum menerima ganti rugi, maka perusahaan wajib mengganti. Namun bila ganti rugi sudah dilakukan, harus dipastikan apakah diterima pihak yang berhak.

“Kami minta kepada masyarakat jangan mengedepankan emosional, karena yang akan rugi masyarakat,” katanya. Kalimat pendek, tapi maknanya panjang, emosi boleh panas, tapi hukum tetap dingin.

Kerjasama

Kapolres Muba AKBP God Parlasro Sinaga, S.H., S.Ik., M.H., menambahkan bahwa konflik ini sudah terlalu lama dan bahkan memakan korban.

Negara, katanya harus hadir. “Kita harus bekerja sama dan bergandengan tangan untuk menjaga keamanan di Muba ini,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya inventarisasi akar masalah mulai dari legalitas PT hingga keabsahan surat-surat masyarakat. Ibarat membetulkan rumah, fondasinya dicek dulu, bukan langsung ganti cat.

Yang menarik, rapat ini juga memberi ruang luas bagi suara masyarakat sipil. Ketua LSM LIPER-RI, Arianto, S.H., mengingatkan bahwa persoalan tidak tunggal, ada klaim tujuh desa dan ada pula kelompok Madani Adenas.

Tapi tetap dalam koridor dialog, sementara dari pihak perusahaan, Hilman menyampaikan bahwa PT GPI memperoleh lahan melalui proses ganti rugi dan kemitraan dengan KUD.

“Kami terus berupaya bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Situasi saat ini sangat menyulitkan kami,” katanya. Semua bicara, semua didengar.

Di sinilah letak nilai lebihnya. Bupati Toha tidak datang membawa vonis, melainkan memegang kompas. Ia mengarahkan, menenangkan, dan mengajak semua pihak bergerak pada rel yang sama.

Pepatah lama bilang, “Air keruh bukan untuk diaduk, tapi dijernihkan” . Satgas yang akan dibentuk bukan sekadar stempel, melainkan mesin kerja yang diharapkan mempercepat kepastian.

Oleh karena itu konflik panjang tidak selesai dengan siapa yang paling keras, melainkan siapa yang paling konsisten mencari jalan keluar. Pemerintah daerah mengambil peran penengah, hukum menjadi rambu, dan dialog jadi kendaraan. Emosi diturunkan, data dinaikkan.

Jadi, langkah Bupati Muba memimpin langsung penyelesaian sengketa ini adalah sinyal kuat bahwa masalah tidak akan diwariskan ke halaman berikutnya. Dengan satgas, surat ke Kejagung, dan komitmen semua pihak, sengketa yang lama berjalan di tempat kini diarahkan untuk melaju ke garis finis.

Semoga rapat ini bukan sekadar foto bersama, tapi awal dari akhir konflik, karena pada akhirnya, lahan boleh diperdebatkan, tapi ketenangan masyarakat adalah panen yang paling mahal. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Kesehatan Warga, Pemkab Muba dan Kodim 0401 Muba Sinergi Lestarikan Lingkungan

    Peduli Kesehatan Warga, Pemkab Muba dan Kodim 0401 Muba Sinergi Lestarikan Lingkungan

    • calendar_month Senin, 11 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Jaga kelestarian lingkungan dan peduli akan Kesehatan masyarakat, Pemkab Musi Banyuasin bersama Kodim 0401 Muba mengadakan kegiatan karya bakti penanaman pohon 300 pohon guna mengantisipasi terjadinya bencana banjir dan munculnya wabah penyakit yang diakibatkan berkembangnya nyamuk di sekitar, Jum’at (08/12/2023). Kegiatan yang berlangsung di seputaran Sirkuit Taman Kota Sekayu ini dihadiri oleh Pj […]

  • Anggota V BPK RI Apresiasi Pemkab Muba Penyerahan Laporan Keuangan Tercepat Pertama di Indonesia

    Anggota V BPK RI Apresiasi Pemkab Muba Penyerahan Laporan Keuangan Tercepat Pertama di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    KEPADA Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumsel secara resmi dilakukan Serah Terima Jabatan (sertijab) di Auditorium Kantor BPK Perwakilan Sumsel, Selasa (3/9), dari Kepala BPK sebelumnya yang dijabat oleh Maman Abdulrachman SE MM kini Kepala BPK Sumsel resmi dijabat Pemut Aryo Wibowo SE MSi Ak. Dalam kesempatan tersebut turut dihadiri Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin serta […]

  • 7 Instruksi Bupati Muba Terkait Percepat Pelaksanaan Pembangunan TA 2021

    7 Instruksi Bupati Muba Terkait Percepat Pelaksanaan Pembangunan TA 2021

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin menggelar acara penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) petikan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan penyerahan Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2021, di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (8/12/2020). Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang menyerahkan langsung DIPA dan TKDD tahun anggaran 2021 dilingkungan […]

  • Penggunaan Otentikasi Multi-Faktor (MFA) Hampir Dua Kali Lipat Sejak 2020, Laporan Tren Masuk Aman Okta Baru Menemukan

    Penggunaan Otentikasi Multi-Faktor (MFA) Hampir Dua Kali Lipat Sejak 2020, Laporan Tren Masuk Aman Okta Baru Menemukan

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach – Okta, Inc. (NASDAQ: OKTA), mitra identitas independen terkemuka, hari ini mengumumkan perilisan Laporan Tren Masuk Aman internasionalnya. Laporan tersebut, yang menganalisis miliaran login pelanggan tenaga kerja bulanan ke Okta Workforce Identity Cloud di lebih dari 16 industri di seluruh dunia, mengungkapkan bahwa penggunaan multi-factor authentication (MFA) hampir dua kali […]

  • Sepuluh Kali Berturut-Turut, Palembang Kembali Raih WTP Dari Kemenkeu

    Sepuluh Kali Berturut-Turut, Palembang Kembali Raih WTP Dari Kemenkeu

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

      KOTA Palembang tahun ini kembali mendapat penghargaan. Kali ini, penghargaan dari Kementerian Keuangan RI. Penghargaan ini diraih karena Palembang berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 10 kali berturut-turut. “Alhamdulillah, Kota Palembang dapat penghargaan ini. Di Sumsel ada 4 kabupaten/kota yang dapat. Yakni, Palembang, Lubuk Linggau, Banyuasin dan OKI,” kata H Harnojoyo di […]

  • Fisip UIN Raden Fatah Palembang Tuan Rumah Kongres HIMAPOL se Indonesia,  Gubernur Minta Peserta Cicipi Kuliner Khas Daerah

    Fisip UIN Raden Fatah Palembang Tuan Rumah Kongres HIMAPOL se Indonesia, Gubernur Minta Peserta Cicipi Kuliner Khas Daerah

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    BERTEMPAT di gedung auditorium Kantor pusat UIN Raden Fatah Palembang kongres Himpunan mahasiswa ilmu politik Indonesia (HIMAPOL) ke VI resmi dibuka (05/04/2021). Acara pembukaan ini merupakan rangkaian awal agenda kongres yang akan dilaksanakan selama 4 hari (05-08 April 2021). Kongres Himapol ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan dalam rangka ajang silaturahim mahasiswa Ilmu Politik […]

expand_less
WordPress Archive Jawn – Modern WordPress News & Magazine Theme Jbanez – Guitar & Music Equipment Store Elementor Template Kit JBlog Elements – Magazine & Blog Add Ons for Elementor & WPBakery Page Builder JC – CV Resume Elementor Template Kit jCountdown Mega Package jCountdown Mega Package for WordPress Jemari – Wedding Elementor Template Kit JesseJane – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu