Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Bupati Turun Tangan, Sengketa Lahan Tak Lagi Jalan di Tempat

Bupati Turun Tangan, Sengketa Lahan Tak Lagi Jalan di Tempat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
  • visibility 1.603
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SENGKETA lahan ini diibaratkan sinetron, penontonnya sudah hafal dialog, tapi episodenya tak kunjung tamat. Adegan berulang, konflik makin tegang, dan semua pihak mulai lelah, Senin (15/12/2025) kemarin.

Ceritanya agak berubah. Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., naik panggung bukan sebagai figuran, tapi sutradara yang ingin mengakhiri episode panjang sengketa masyarakat dengan PT. Guthrie Pecconina Indonesia (GPI).

Rapat di Ruang Serasan Sekate itu tidak dibuka dengan gebrakan palu, melainkan dengan niat menata ulang jalan cerita. Bupati Toha memimpin langsung, duduk satu meja dengan kejaksaan, kepolisian, OPD, camat, kepala desa, perwakilan masyarakat, hingga pihak perusahaan. Lengkap. Kalau kata orang kampung, “Semua lauk sudah naik meja, tinggal dimakan baik-baik”.

Di hadapan peserta rapat, Bupati Toha menegaskan bahwa konflik ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Solusinya bukan adu urat leher, tapi kerja sistematis.

“Permasalahan ini harus dibentuk tim satgas agar tidak berkepanjangan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan soal tata kelola administrasi ke depan, khususnya penerbitan Surat Penguasaan Hak (SPH). “Camat ke depan jika akan mengeluarkan SPH harus ada rekomendasi dari Sekda atau Pemda,” katanya.

Pesannya jelas benang kusut harus diurai dari hulu, bukan ditarik paksa dari tengah. Langkah berikutnya, Bupati tak main setengah hati. Ia menyatakan akan bersurat ke Kejaksaan Agung melalui Kejari setempat.

Tujuannya sederhana tapi penting, agar semua pihak tahu duduk perkara dan penyelesaiannya bisa dikebut. “Akan bersurat ke Kejagung biar sama-sama tahu perkembangan permasalahan agar dengan cepat bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Di titik ini, publik membaca satu hal: kepemimpinan yang memilih transparansi ketimbang tarik ulur, dari sisi penegakan hukum, Kepala Kejaksaan Negeri Muba Aka Kurniawan, S.H., M.H., menyampaikan pandangan yang menyejukkan.

Jika memang masyarakat memiliki SPH dan belum menerima ganti rugi, maka perusahaan wajib mengganti. Namun bila ganti rugi sudah dilakukan, harus dipastikan apakah diterima pihak yang berhak.

“Kami minta kepada masyarakat jangan mengedepankan emosional, karena yang akan rugi masyarakat,” katanya. Kalimat pendek, tapi maknanya panjang, emosi boleh panas, tapi hukum tetap dingin.

Kerjasama

Kapolres Muba AKBP God Parlasro Sinaga, S.H., S.Ik., M.H., menambahkan bahwa konflik ini sudah terlalu lama dan bahkan memakan korban.

Negara, katanya harus hadir. “Kita harus bekerja sama dan bergandengan tangan untuk menjaga keamanan di Muba ini,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya inventarisasi akar masalah mulai dari legalitas PT hingga keabsahan surat-surat masyarakat. Ibarat membetulkan rumah, fondasinya dicek dulu, bukan langsung ganti cat.

Yang menarik, rapat ini juga memberi ruang luas bagi suara masyarakat sipil. Ketua LSM LIPER-RI, Arianto, S.H., mengingatkan bahwa persoalan tidak tunggal, ada klaim tujuh desa dan ada pula kelompok Madani Adenas.

Tapi tetap dalam koridor dialog, sementara dari pihak perusahaan, Hilman menyampaikan bahwa PT GPI memperoleh lahan melalui proses ganti rugi dan kemitraan dengan KUD.

“Kami terus berupaya bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Situasi saat ini sangat menyulitkan kami,” katanya. Semua bicara, semua didengar.

Di sinilah letak nilai lebihnya. Bupati Toha tidak datang membawa vonis, melainkan memegang kompas. Ia mengarahkan, menenangkan, dan mengajak semua pihak bergerak pada rel yang sama.

Pepatah lama bilang, “Air keruh bukan untuk diaduk, tapi dijernihkan” . Satgas yang akan dibentuk bukan sekadar stempel, melainkan mesin kerja yang diharapkan mempercepat kepastian.

Oleh karena itu konflik panjang tidak selesai dengan siapa yang paling keras, melainkan siapa yang paling konsisten mencari jalan keluar. Pemerintah daerah mengambil peran penengah, hukum menjadi rambu, dan dialog jadi kendaraan. Emosi diturunkan, data dinaikkan.

Jadi, langkah Bupati Muba memimpin langsung penyelesaian sengketa ini adalah sinyal kuat bahwa masalah tidak akan diwariskan ke halaman berikutnya. Dengan satgas, surat ke Kejagung, dan komitmen semua pihak, sengketa yang lama berjalan di tempat kini diarahkan untuk melaju ke garis finis.

Semoga rapat ini bukan sekadar foto bersama, tapi awal dari akhir konflik, karena pada akhirnya, lahan boleh diperdebatkan, tapi ketenangan masyarakat adalah panen yang paling mahal. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

      KEBIJAKAN Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4 yang dilakukan pemerintah dalam sebulan terakhir menunjukkan hasil yang signifikan. Sejumlah daerah kasus positifnya COVID-19 menurun. Karena itu, pada perpanjangan PPKM 24-30 Agustus 2021, sejumlah daerah yang semula berstatus Level 4 turun menjadi Level 3. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan sekolah boleh […]

  • Rp189,5 Miliar Ikan Selamat dari Keranjang Kapal Asing, Dari Baby Tuna sampai Harga Sebuah Rumah Sakit

    Rp189,5 Miliar Ikan Selamat dari Keranjang Kapal Asing, Dari Baby Tuna sampai Harga Sebuah Rumah Sakit

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    PERNAH dengar pepatah, “ikan di laut aspal di darat, uangnya bisa terbang ke luar negeri”? Nah, kira-kira begitu kalau kapal asing nekat cari makan di perairan kita. Untunglah kali ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menyelamatkan “dompet laut” kita senilai Rp189,5 miliar dari kapal asing berbendera Filipina. Bayangin, sekali patroli saja, negara bisa hemat […]

  • Pesta rakyat HUT RI ke79 jadi penggerak ekonomi rakyat OKI

    Pesta rakyat HUT RI ke79 jadi penggerak ekonomi rakyat OKI

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Rangkaian peringatan HUT RI ke-79 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ditutup dengan pesta rakyat yang digelar di halaman Gedung Kesenian Kayuagung, Selasa (20/8/2024) malam. Rangkaian HUT RI di Kabupaten OKI tidak hanya menghibur, juga jadi penggerak ekonomi bagi masyarakat.   “Terimakasih kalau banyak even seperti ini, jualan kami juga ramai. Pembeli tidak […]

  • Resmikan SPBBM  di Ponpes,  Gubernur:  Inovasi Ini Bisa Jadi Role Model Bagi Ponpes Lainnya

    Resmikan SPBBM  di Ponpes, Gubernur:  Inovasi Ini Bisa Jadi Role Model Bagi Ponpes Lainnya

    • calendar_month Kamis, 18 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    APRESIASI diberikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru terhadap lembaga pendidikan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Salah satunya Pondok Pesantren (Ponpoes) Al-Ittifaqiah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir yang telah berinisiatif  membuat Sub Penyalur Bahan Bakar Minyak (SPBBM) untuk membantu masyarakat. Upaya ini menjawab peran dan fungsi ponpes selain sebagai pusat pendidikan Islam  juga  memiliki fungsi secara internal dan […]

  • USD 14,8 Juta WHO, Bisa Sampai ke Seluruh Indonesia?

    USD 14,8 Juta WHO, Bisa Sampai ke Seluruh Indonesia?

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 124
    • 0Komentar

    WORD Health Organization (WHO) menyalurkan hibah senilai USD 14,859,366 kepada Indonesia untuk periode 2026–2027. Pertanyaannya, apakah dana ini bisa tersalurkan merata hingga wilayah terpencil dan benar-benar dirasakan masyarakat? tantangan implementasi menjadi sorotan utama, mengingat kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam. Dana hibah ini ditujukan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional, mulai dari kapasitas puskesmas, layanan […]

  • Cegah Batu Ginjal, Hindari Konsumsi Makanan Ini

    Cegah Batu Ginjal, Hindari Konsumsi Makanan Ini

    • calendar_month Minggu, 2 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    PENYAKIT batu ginjal terjadi ketika urine yang mengandung senyawa-senyawa tertentu tidak dikeluarkan dengan baik. Dengan menumpuknya senyawa itu pada akhirnya, menjadi kristal di dalam ginjal. Agar ukurannya tidak semakin membesar dan menyumbat saluran, pengidap batu ginjal perlu mengatur pola makannya. Biasanya, dokter akan menyarankan pengidap batu ginjal untuk menghindari makanan tinggi oksalat. Oksalat adalah senyawa […]

expand_less
WordPress Archive Jawn – Modern WordPress News & Magazine Theme Jbanez – Guitar & Music Equipment Store Elementor Template Kit JBlog Elements – Magazine & Blog Add Ons for Elementor & WPBakery Page Builder JC – CV Resume Elementor Template Kit jCountdown Mega Package jCountdown Mega Package for WordPress Jemari – Wedding Elementor Template Kit JesseJane – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme + RTL Jet One – Private Airline WordPress Theme Jet – Responsive Megamenu