Haji & Umroh

Agar Pulang Umrah Lancar, Kemenhaj Bagikan Tips Penting di Bandara Jeddah

Foto : Kemenhaj

KEPULANGAN jemaah umrah Indonesia dari Tanah Suci kini semakin terpantau dan terkoordinasi dengan baik.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), melalui Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah, terus melakukan pendampingan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.

Selain memastikan proses check-in dan boarding berjalan lancar, pemerintah juga memberikan tips penting agar kepulangan jemaah tetap aman, nyaman, dan tanpa panik.

M. Ilham Effendy, Staf Teknis Haji di Kantor Urusan Haji Jeddah, menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti di hotel atau bus rombongan. “Petugas kami selalu standby di bandara, memastikan jemaah mendapat informasi dan bantuan yang dibutuhkan. Kami juga membekali jemaah dengan tips sederhana agar proses kepulangan tidak ribet,” ujar Ilham, kemarin.

Dari pantauan lapangan, Bandara Jeddah terlihat ramai dengan rombongan jemaah yang datang silih berganti.

Ada yang sudah siap boarding, ada juga yang menunggu pengumuman maskapai sambil memegang paspor dan koper masing-masing, seperti sedang main tetris koper di lounge. Suasana ini menjadi latar sempurna bagi pemerintah untuk menekankan beberapa tips kepulangan jemaah yang praktis namun penting.

Pertama, pastikan dokumen perjalanan lengkap, termasuk paspor, boarding pass, dan identitas jemaah. Simpan semuanya dengan rapi agar proses check-in tidak terganggu. Bandara bisa menjadi tempat yang bikin jemaah berlari-lari jika dokumen tercecer, jadi persiapan sejak awal sangat penting.

Kedua, tetap bersama pembimbing perjalanan dan rombongan. Jangan meninggalkan lokasi tanpa koordinasi dengan petugas. Rombongan ibarat “kapal kecil” di tengah lautan bandara; jika ada yang nyasar, bisa bikin chaos. Dengan tetap dekat petugas atau pembimbing, proses boarding lebih lancar dan aman.

Ketiga, pantau informasi penerbangan. Maskapai dan travel biasanya mengumumkan perubahan jadwal secara mendadak. Jemaah umrah diminta aktif mengecek pengumuman atau bertanya ke petugas. Jangan sampai berita “pesawat delay” bikin panik. Catat nomor gate dan jam terbaru, lalu nikmati kopi atau air mineral sambil menunggu.

Keempat, jaga kondisi kesehatan. Menunggu penerbangan bisa melelahkan, apalagi jika boarding molor. Kemenhaj menyarankan istirahat cukup, minum air, dan menjaga stamina. Sedikit stretching di lounge pun bisa membantu, daripada hanya duduk bengong sambil menatap papan jadwal.

Selain tips praktis, Kemenhaj melalui perwakilan di Arab Saudi terus berkoordinasi dengan maskapai dan travel. Hingga 5 Maret 2026, tercatat 14.796 jemaah umrah Indonesia telah terpantau kepulangannya, sementara 158 jemaah masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan di Jeddah dan Makkah. Petugas memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan hingga tiba di Tanah Air dengan aman.

Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus memantau seluruh proses kepulangan jemaah, memastikan pelayanan dan pendampingan berjalan optimal, serta menjaga ketenangan keluarga di Indonesia. Dengan mematuhi tips sederhana ini, jemaah umrah diharapkan dapat pulang ke Tanah Air lancar, aman, nyaman, dan tanpa drama bandara. (***)

To Top