JUTAAN calon jemaah haji dan umrah Indonesia kini bisa bernapas lega. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kuota yang batal berangkat tidak lagi otomatis hangus, berkat sistem digital baru yang terintegrasi dengan Arab Saudi. Selain itu, pembayaran Dam Tamattu kini lebih mudah dan cepat melalui platform online, menjanjikan pengalaman ibadah yang lebih nyaman dan aman.
Menhaj Moch. Irfan Yusuf menegaskan dalam forum Saudi Indonesian Umrah Co.Exchange di Ministry of Foreign Affairs, Makkah, “Kami ingin setiap kuota benar-benar menjadi hak umat. Tidak ada jemaah yang kehilangan slot karena kendala teknis atau administratif.”
Langkah ini sejalan dengan Saudi Vision 2030, yang mendorong modernisasi layanan haji dan umrah.
Salah satu fokus utamanya adalah integrasi sistem Nusuk Masar, yang mengelola kontrak hotel, transportasi, dan layanan jemaah secara digital. Sistem ini juga memperkuat pemantauan kesehatan dan keselamatan jemaah di Tanah Suci.
Calon jemaah yang batal berangkat karena alasan kesehatan, finansial, atau force majeure kini bisa memindahkan slot kuota hingga mendekati hari keberangkatan. Ini menjadi solusi nyata atas keluhan lama masyarakat soal kuota yang hangus otomatis.
Selain itu, digitalisasi pembayaran Dam Tamattu mempermudah proses yang sebelumnya rumit dan membingungkan jemaah. Dengan sistem baru, semua administrasi dapat dilakukan secara online, meminimalkan risiko kesalahan, dan mempercepat proses verifikasi.
Menhaj Irfan menekankan, “Pelayanan haji dan umrah harus cepat, aman, dan nyaman, tanpa hambatan teknis maupun administratif.” ungkapnya dilam resmi haji.
Mengapa kebijakan ini penting? Dengan jutaan jemaah setiap tahun, setiap kuota menjadi aset penting.
Sistem lama sering menimbulkan ketidakadilan karena slot yang hangus, sedangkan digitalisasi kini menjamin hak jemaah terlindungi, administrasi lebih efisien, dan transparansi terjaga.
Integrasi digital berlaku mulai musim haji dan umrah tahun ini. Sistem Nusuk Masar kini terhubung langsung dengan Kemenhaj, memungkinkan pemantauan real-time terhadap visa, akomodasi, dan kondisi jemaah. Selain itu, sistem ini memperkuat respons darurat dan pengawasan lapangan, memastikan jemaah lebih aman selama ibadah.
Dengan kebijakan ini, jemaah Indonesia menikmati beberapa keuntungan:
-
Fleksibilitas kuota: slot tidak hilang jika batal berangkat.
-
Kemudahan pembayaran: Dam Tamattu bisa dibayar secara digital.
-
Pemantauan real-time: kesehatan dan keselamatan lebih terjamin.
-
Efisiensi administrasi: proses lebih cepat, aman, dan nyaman.
Langkah ini menegaskan komitmen Indonesia pada pelayanan haji dan umrah modern, transparan, dan berfokus pada kenyamanan jemaah, sekaligus menjadi contoh nyata kolaborasi digital internasional. (***)