Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Haji & Umroh » Data Jemaah Haji Dipadankan, Waspada Oknum Minta Uang dan Password

Data Jemaah Haji Dipadankan, Waspada Oknum Minta Uang dan Password

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • visibility 29
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Haji  mulai  membenahi sistem informasi calon jemaah yang masih menunggu jadwal keberangkatan terkait data jemaah haji akan diselaraskan dengan catatan kependudukan terbaru agar identitas, domisili, dan status masing-masing jemaah tetap sesuai kondisi sebenarnya.

Dalam prosesnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah tidak sembarangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang mengaku menawarkan jasa pembaruan data.

Jemaah diminta waspada apabila ada oknum yang meminta sejumlah uang, dokumen asli, atau kata sandi dengan alasan membantu proses sinkronisasi, sebab, pemerintah memastikan pemadanan data tersebut tidak dipungut biaya. Jemaah juga tidak perlu datang sendiri untuk mengurusnya karena sebagian besar proses dilakukan secara otomatis melalui sistem. Jika ditemukan ketidaksesuaian data yang cukup signifikan, jemaah yang bersangkutan akan dihubungi secara resmi oleh kementerian atau instansi terkait di daerah.

Pemadanan tersebut dilakukan melalui integrasi Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) milik Kemenhaj dengan basis data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Informasi yang akan dicocokkan mencakup sejumlah data penting, mulai dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), domisili terkini, status kependudukan hingga data ahli waris.

Langkah ini ditujukan untuk memastikan informasi calon jemaah yang masih berada dalam masa tunggu benar-benar sesuai dengan data kependudukan terbaru.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan integrasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melindungi hak jemaah sekaligus mencegah adanya perubahan atau manipulasi data.

“Pemadanan data antara Siskohat dan Dukcapil ini merupakan langkah tegas kami untuk melindungi hak-hak jemaah sekaligus mencegah terjadinya manipulasi, perubahan, atau permainan data yang pernah ditemukan di masa lalu,” kata Irfan dalam keterangannya mengutip di laman resmi haji, jumat (2/10/2026).

Ia menegaskan penyelenggaraan ibadah haji membutuhkan basis data yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nomor Porsi Tidak Bergeser

Hal lain yang perlu diketahui jemaah, proses pemadanan data ini tidak akan mengubah posisi mereka dalam antrean keberangkatan.

Kemenhaj memastikan sinkronisasi tersebut hanya berkaitan dengan administrasi dan validasi data. Nomor porsi tetap dan estimasi tahun keberangkatan tidak berubah.

Dengan demikian, jemaah tidak perlu khawatir proses pengecekan data membuat antrean mereka bergeser.

Jemaah juga tidak perlu menyerahkan dokumen asli ataupun memberikan akses ke akun pribadi untuk proses tersebut.

Apabila ada data yang perlu diklarifikasi, informasi akan disampaikan melalui jalur resmi.

Kemenhaj kembali mengingatkan agar jemaah tidak melayani pihak yang menawarkan percepatan atau bantuan pemadanan data dengan meminta bayaran.

Terlebih jika pihak tersebut meminta dokumen asli atau kata sandi.

Pemeriksaan Kesehatan Ikut Dibahas

Pembenahan pelayanan haji tidak hanya menyasar sistem data.

Dalam pertemuan Menteri Haji dan Umrah bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah dengan Menteri Dalam Negeri di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (1/10/2026), pemerintah juga membahas pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di daerah.

Pemerintah ingin kualitas pemeriksaan kesehatan lebih seragam dan tetap memenuhi standar medis yang ditetapkan.

Persoalan biaya juga menjadi perhatian. Kemenhaj bersama Kemendagri akan mendorong standardisasi tarif pemeriksaan agar calon jemaah mendapatkan biaya yang wajar dan tidak terbebani perbedaan tarif yang terlalu jauh antarwilayah.

“Terkait pemeriksaan kesehatan di daerah, kami menaruh perhatian serius agar pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya dan memenuhi standar medis yang ada,” ujar Irfan.

Menurut dia, kualitas pemeriksaan harus berjalan beriringan dengan biaya yang terjangkau.

“Kami bersama Kemendagri juga akan memastikan adanya standarisasi tarif pemeriksaan. Tarif ini harus berada pada tingkat yang wajar dan seragam agar tidak membebani calon jemaah haji,” katanya.

Koordinasi Teknis Dilanjutkan

Menteri Dalam Negeri memberikan respons positif terhadap dua agenda tersebut dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penguatan penyelenggaraan haji.

Koordinasi teknis selanjutnya akan dilakukan untuk merealisasikan integrasi Siskohat dan Dukcapil sekaligus menyusun mekanisme pemeriksaan kesehatan calon jemaah di daerah.

Integrasi data diharapkan membuat administrasi jemaah lebih tertib dan mengurangi ketidaksesuaian informasi.

Sementara pembenahan pemeriksaan kesehatan diarahkan untuk memastikan calon jemaah memperoleh pelayanan sesuai standar dengan biaya yang tetap wajar.

Bagi jemaah, pemerintah meminta proses pemadanan data tidak dimanfaatkan pihak lain untuk mencari keuntungan.

Tidak ada biaya untuk pemadanan data. Jemaah juga tidak perlu menyerahkan dokumen asli maupun kata sandi kepada pihak yang mengaku dapat mengurus proses tersebut. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bebasnya Elang Suryana, Bukti Komit Pemerintah Lindungi Jemaah Haji & Evaluasi Sistem Haji

    Bebasnya Elang Suryana, Bukti Komit Pemerintah Lindungi Jemaah Haji & Evaluasi Sistem Haji

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 882
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Drama haji 2024 akhirnya menutup satu babak yang cukup menegangkan. Elang Suryana Mahrom, jemaah haji asal Bandar Lampung, akhirnya bisa menghirup udara kebebasan setelah sempat divonis bersalah di Arab Saudi. Awalnya, dia didakwa ikut serta dalam skema penggunaan visa ziarah untuk ibadah haji, tetapi setelah melewati proses banding hingga kasasi, dia dinyatakan tidak […]

  • Tingkatkan Jaringan Pengaman Sosial, Anggaran Penanganan COVID-19 Palembang Meningkat

    Tingkatkan Jaringan Pengaman Sosial, Anggaran Penanganan COVID-19 Palembang Meningkat

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    PEMKOT Palembang akan menambah anggaran penanganan COVID-19 guna pemperkuat jaringan pengamanan sosial di Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa menyampaikan, hal itu tertuang di SE Mendagri Nomor 440/2622/SJ, instruksi Mendagri nomor 1 tahun 2020, dan buku pedoman penanganan Covid-19 yang dikeluarkan Mendagri. Dalam pedoman, pengamanan jaringan sosial tidak hanya sembako. Ada banyak yang […]

  • ILM Jangan Egois

    ILM Jangan Egois

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 772
    • 0Komentar

    MUNGKIN kita berpikir untuk kumpul-kumpul sejenak, tapi lupa pada orang di rumah yang punya risiko tinggi bila tertular COVID-19. Mungkin kita melepas masker hanya sejenak, lalu lupa memakainya dengan tepat dan mencuci tangan terlebih dulu. Begitu banyak kemungkinan si virus bisa menginfeksi kita. Maraknya penyebaran COVID-19 dari klaster terdekat membuat kita harus lebih ketat menerapkan […]

  • Perjuangan Yusril Berbuah Hasil, PBB Akhirnya Jadi Peserta Pemilu 2019

    Perjuangan Yusril Berbuah Hasil, PBB Akhirnya Jadi Peserta Pemilu 2019

    • calendar_month Minggu, 4 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 859
    • 0Komentar

    “Bawaslu memutuskan menolak eksepsi termohon dan mengabulkan seluruhnya gugatan pemohon,”

  • Salah Satu Kunci Pengendalian Inflasi

    Salah Satu Kunci Pengendalian Inflasi

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 660
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sulsel – Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) digelar di Sulawesi Selatan [Sulsel] guna meningkatkan produksi dan menjaga kelancaran distribusi, termasuk memperpendek rantai distribusi, menjadi kunci dalam pengendalian inflasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) wilayah Sulsel mencanangkan program Sipeppa, yaitu inovasi yang memperpendek rantai distribusi melalui kerja sama antara asosiasi toko ritel dengan distributor, dan mengoptimalisasi pasokan […]

  • Alasan Mudik Dilarang karena Kondisi Keuangan Perbankan Mengkhawatirkan, Itu Bohong

    Alasan Mudik Dilarang karena Kondisi Keuangan Perbankan Mengkhawatirkan, Itu Bohong

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 942
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah unggahan pada media sosial Facebook dengan narasi “layak diviralkan !! Kata temanku yg kerja di perbankan… Kalau rakyat tetap pada mudik niscaya mereka lebih banyak menarik uang tabungan, padahal kondisi keuangan di BANK dalam keadaan mengkhawatirkan. Jadi sebisa mungkin untuk menekan penarikan tabungan, salah satunya dengan melarang MUDIK”. Dikutip dari cek fakta medcom.id, […]

expand_less
WordPress Archive Horizon – Menu Bar Plugin for WordPress Horizontal Timeline – Slider Addon For Elementor Horrses – Equestrian & Horse Riding Club Elementor Template Kit Horse Racing – HTML5 Casino Game Hospital – Hospital Management System Hospital Management System for Wordpress Hospital Medical Doctor WordPress Theme – Hospital+ Hostdec – Website Hosting Services Elementor Template Kit Hostec – Hosting Service Elementor Template Kit Hosteller – Hostel Booking Elementor Template Kit