ARUS kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan dalam beberapa hari terakhir.
Data pemantauan di Jeddah menunjukkan lebih dari 19 ribu jemaah telah kembali ke Tanah Air sejak akhir Februari 2026.
Di tengah arus kepulangan tersebut, sebagian kecil jemaah masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan setelah maskapai melakukan penyesuaian jadwal.
Tim pemerintah di Arab Saudi memantau situasi ini secara langsung.
Melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, petugas terus mengoordinasikan komunikasi antara jemaah, maskapai penerbangan, dan penyelenggara perjalanan umrah agar proses kepulangan tetap berjalan tertib.
Berdasarkan laporan pemantauan lapangan pada 8 Maret 2026, sebanyak 17 jemaah dari penyelenggara perjalanan PT BMA masih berada di Makkah setelah maskapai mengubah jadwal penerbangan mereka.
Maskapai kemudian menetapkan jadwal baru kepulangan pada 10 dan 14 Maret 2026.
Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan tim di lapangan terus mengikuti perkembangan situasi sekaligus membantu memperlancar komunikasi antara semua pihak yang terlibat.
“Tim di lapangan terus melakukan koordinasi dengan maskapai, penyelenggara perjalanan, serta pihak terkait untuk membantu memastikan proses pemulangan jemaah dapat berjalan sesuai jadwal penerbangan yang tersedia,” kata Ilham.
Selain rombongan tersebut, tim pemantau juga mencatat 67 jemaah dari PT RLW menghadapi penyesuaian jadwal kepulangan. Maskapai bersama penyelenggara perjalanan saat ini tengah menyusun kembali jadwal penerbangan bagi rombongan tersebut.
Sebagian jemaah dari kelompok ini telah memperoleh jadwal kepulangan pada 9 Maret 2026. Mereka dijadwalkan kembali ke Indonesia menggunakan penerbangan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.
Penyesuaian jadwal penerbangan juga dialami oleh jemaah yang berangkat secara mandiri. Lima jemaah Indonesia terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai yang sebelumnya menjadi jalur perjalanan pulang mereka.
Petugas KUH Jeddah membantu menjembatani komunikasi antara jemaah dan maskapai agar penyelesaian dapat berlangsung lebih cepat. Maskapai saat ini memproses pengembalian dana tiket sekaligus menyiapkan jadwal penerbangan pengganti.
Kelima jemaah tersebut direncanakan kembali ke Indonesia menggunakan penerbangan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.
Di tengah beberapa penyesuaian jadwal tersebut, mayoritas jemaah umrah Indonesia tetap pulang sesuai rencana. Dalam periode pemantauan yang sama, tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memonitor kepulangan 2.062 jemaah menuju Indonesia.
Jika dihitung sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026, jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah kembali mencapai 19.509 orang. Angka ini menunjukkan arus perjalanan jemaah dari dan menuju Arab Saudi tetap berjalan normal.
Pada 8 Maret 2026, tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah. Pergerakan jemaah yang terus berlangsung ini menunjukkan aktivitas perjalanan ibadah tetap stabil meskipun beberapa penerbangan mengalami penyesuaian jadwal.
Ilham menegaskan tim pemantau akan terus mengikuti perkembangan situasi di lapangan. Petugas juga memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan serta penyelenggara perjalanan agar kepulangan jemaah dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Menurutnya, komunikasi yang cepat dan koordinasi yang baik menjadi kunci untuk memastikan jemaah tetap mendapatkan kepastian perjalanan.
“Koordinasi dan pemantauan akan terus kami lakukan bersama pihak terkait agar proses kepulangan jemaah dapat berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ilham.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi jemaah yang masih menunggu jadwal penerbangan, sekaligus memastikan arus kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi tetap berjalan lancar dalam beberapa hari ke depan. (***)