Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » “Muba vs Kemiskinan, 12,88% ke 9,97%, Hebat Tapi Masih Ada PR”

“Muba vs Kemiskinan, 12,88% ke 9,97%, Hebat Tapi Masih Ada PR”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • visibility 1.407
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEMISKINAN di Muba adalah kue, Bupati Toha baru saja mengirisnya tipis-tipis sampai hampir habis, dari angka 12,88% di 2024, kini tersisa 9,97% di 2025. Luar biasa!, bahkan nenek-nenek di warung sayur pun bisa bilang, “lebih tipis dari mie instan yang baru direbus”

Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, sampai memuji pencapaian ini sebagai bersejarah, namun  di balik statistik manis itu, ada beberapa kerikil yang masih menunggu untuk diangkat, angka putus sekolah yang tinggi, ketimpangan antar kecamatan, dan tantangan ekonomi lokal yang belum sepenuhnya merata.

Kalau kamu pikir kemiskinan bisa turun sendiri, itu sama aja kayak berharap kucing belajar bikin kopi. Tidak mungkin, jadi, apa rahasianya?

  1. Program 22 Prioritas
    Delapan program utama sudah terealisasi, layanan dokumen gratis, seperti Akte, KK, dan KTP diantar sampai rumah. Praktis!, tapi kritik santunnya distribusi layanan ini masih bisa ditingkatkan agar menjangkau desa-desa paling terpencil. Solusinya? menggunakan data desa dan jadwal keliling rutin, bahkan memanfaatkan sistem jemput bola berbasis RT/RW.

  2. Pelantikan 10.100 PPPK
    Ribuan warga mendapat pekerjaan, anggaran Rp357 miliar, keren, tapi perlu diperhatikan keberlanjutan pekerjaan dan kualitas gaji. Masukan untuk pemerintah daerah bisa menyiapkan program pendampingan skill tambahan supaya PPPK tidak hanya bekerja tapi juga punya kapasitas naik kelas dalam kariernya.

  3. Distribusi Layanan Gratis
    Mengantar dokumen langsung ke rumah sudah bikin senyum masyarakat, kritik ringan, kadang logistik dan birokrasi lambat di daerah terpencil, solusi memanfaatkan teknologi digital, misal pendaftaran online dengan notifikasi SMS, sehingga warga bisa cek status dokumen tanpa harus menunggu berhari-hari.

Kalau di luar negeri? cerita mirip tapi bisa jadi pelajaran, misalnya Finlandia,  pendidikan dan kemiskinan, negara ini menurunkan kemiskinan lewat pendidikan gratis dan subsidi anak. Pelajaran buat Muba, selain ekonomi, fokus ke pendidikan penting untuk memutus rantai kemiskinan.

Selain itu, Brasil  – Bolsa Familia, yakni program tunai bersyarat menurunkan angka kemiskinan signifikan. Masukan, Muba bisa membuat versi lokal dengan tunjangan bersyarat, misal bagi keluarga yang anaknya tetap sekolah.

Ada juga Singapura – Smart Nation, yakni inovasi digital dan data-driven governance membuat ketimpangan terpantau, masukan untuk Muba bisa mulai membangun sistem data terintegrasi untuk memantau kemiskinan dan distribusi bantuan agar lebih tepat sasaran.

Kalau kemiskinan itu seperti tumpukan pasir di pantai, maka program Bupati Toha ibarat ember dan sekop. Satu ember mungkin tidak cukup, tapi jika terus digali, pantai akan terlihat rapi.

Ungkap pepatah klasiknya “Bagaikan menyalakan lilin di tengah gelap, satu program kecil bisa bikin perbedaan besar,”. Di Muba, lilin itu menyalakan cahaya dan sekaligus memberi inspirasi untuk perbaikan berikutnya.

Oleh sebab itu, dari Muba kita belajar menurunkan kemiskinan tidak cukup dengan janji atau pidato, harus ada aksi nyata, kreatif, dan perhatian terhadap warga. Tapi, statistik indah saja tidak cukup, yakni pemerintah perlu memastikan semua warga, terutama anak-anak dan desa terpencil, ikut merasakan manfaatnya.

Solusi konkretnya, antara lain memperkuat pendidikan dengan program anti-putus sekolah, menyasar ketimpangan antar kecamatan dengan bantuan spesifik, memanfaatkan digitalisasi untuk distribusi bantuan dan layanan publik  dan menyiapkan pelatihan dan skill tambahan bagi PPPK agar berkelanjutan.

Muba kini menjadi contoh nyata tentang  angka kemiskinan bisa turun dengan strategi tepat, program nyata, dan perhatian terhadap warga. Namun, masih ada PR besar, antara lain anak putus sekolah, ketimpangan lokal, dan keberlanjutan program. Jika daerah lain di Indonesia meniru, mungkin angka kemiskinan nasional bisa turun, tapi tetap harus diimbangi pendidikan, data, dan inovasi.

“Statistik boleh manis, tapi perhatian pada rakyat itulah yang benar-benar bikin hidup lebih enak”,  kalau kamu masih ragu, ingat, di Muba, angka kemiskinan turun, warga tersenyum, dan Bupati Toha hampir bisa bikin stand-up comedy gratis di balai desa, tapi jangan lupa, humor saja tidak cukup tanpa solusi nyata.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggrek dari Bukit Raya Ini Bikin Heboh Dunia

    Anggrek dari Bukit Raya Ini Bikin Heboh Dunia

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 871
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di hutan Kalimantan yang lebatnya seperti cucian belum disetrika tiga minggu, sekelompok peneliti dari Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (coba ucapkan itu tiga kali tanpa ngelantur!) menemukan makhluk mungil yang ternyata belum pernah nongol di katalog bunga sedunia. Bukan selebgram, bukan juga mantan pacar yang mendadak comeback pas kita udah move […]

  • Lepas Tukik di Pulau Ujung Selatan Indonesia

    Lepas Tukik di Pulau Ujung Selatan Indonesia

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.652
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melepasliarkan tukik penyu lekang sebanyak 176 ekor di Pulau Ndana, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan pulau ujung selatan Indonesia. Kegiatan bersama Satuan Tugas Pengaman Pulau Terluar (Satgas Pamputer) dan Kelompok Pelestari Penyu “Camar Laut” dilaksanakan guna memperingati Hari Ulang Tahun TNI […]

  • Dorong Transformasi Digital dengan Program Online Wharton School Baru

    Dorong Transformasi Digital dengan Program Online Wharton School Baru

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Philadelphia,PA – Dengan lanskap bisnis saat ini yang terus berubah dan beradaptasi dengan teknologi baru, menjadi penting bagi perusahaan untuk merangkul strategi digital Program pendidikan kepemimpinan digital baru dari Wharton Online di Wharton School dari University of Pennsylvania berupaya membekali para pemimpin dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendorong kesuksesan bagi organisasi mereka. Program Digital […]

  • Ditpolair Polda Sumsel Tangkap Dua Perompak Di Musi Banyuasin

    Ditpolair Polda Sumsel Tangkap Dua Perompak Di Musi Banyuasin

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.177
    • 0Komentar

    DUA pelaku diduga perompak yakni Amri (44) dan Hendi Sofyan berhasil diamankan Jajaran Ditpolair Polda Sumsel. Dari tangan pelaku , anggota berhasil mengamankan satu unit tugboat merek Beni Putra , merek Petaling , Ketapang , Titian Abadi, Putra Sampoerna , Makmur Jaya ,Leo ,Sejahtera 1415 uang tunai Rp 3 juta, satu bilah senjata tajam (sajam […]

  • Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Merak, Jengkol & Drama Bumi Bikin Ngakak Tapi Bikin Ngeri

    Hari Konservasi Alam Nasional 2025: Merak, Jengkol & Drama Bumi Bikin Ngakak Tapi Bikin Ngeri

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    KALAU ngomongin Hari Konservasi Alam Nasional 2025, jangan bayangin acara serius penuh jas dan pidato panjang yang bikin ngantuk. Di Jakarta, tepatnya di Car Free Day Jalan Sudirman, acara ini malah berubah jadi panggung seru yang campur aduk antara keindahan merak yang megah dengan aroma jengkol yang nyengat, iya…., jengkol!. Ribuan orang dari segala umur […]

  • Beni Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah Pusat 

    Beni Ajak Masyarakat Dukung Program Pemerintah Pusat 

    • calendar_month Kamis, 20 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    Lalan – Sebanyak 66 Kelompok Tani dengan 1.700 KK di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin kini telah tenang dalam mengelola hutan kawasan dengan luas lebih kurang 9135 hektare. Dikarenakan telah mendapat izin akses kelola kawasan hutan secara legal yang diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil […]

expand_less
WordPress Archive Elementor Timeline Addon Elementor – Ultimate Bundle One Elementor – Ultimate Gallery Album Elementor – Ultimate Magic Popup Elementor Widgets Mega Pack – Addons for Elementor Page Builder WordPress Plugin Elements Kit Pro – All In One Addons for Elementor Page Builder Elementy – Multipurpose One & Multi Page Template Elementy – Multipurpose One & Multi Page WordPress Theme ElemForm7 PRO – Advanced Elementor Widget for Contact Form 7 Eleos – One-Page Creative WordPress Theme