Menjelang Idulfitri 2026, fenomena “ponsel sewaan” kembali mencuat sebagai tren gaya hidup baru. Bukan lagi sekadar menyewa mobil untuk mudik, kini masyarakat mulai melirik jasa rental iPhone untuk menunjang penampilan dan dokumentasi selama hari raya.
Melalui pantauan di jagat maya, harga yang ditawarkan para penyedia jasa sangat terjangkau bagi kantong pelajar hingga pekerja muda. Di platform TikTok dan Instagram, tarif sewa dipatok mulai dari Rp35.000 saja untuk durasi singkat tiga jam.
Fika Fitrianesia, pemilik Sewa iPhone Aja Bekasi, mengungkapkan bahwa permintaan selalu melonjak tajam (fully booked) setiap memasuki musim libur Lebaran. “Untuk momen Lebaran, kami menerapkan aturan minimal sewa dua hari. Bahkan, ada pelanggan yang memesan hingga dua minggu penuh,” jelasnya (24/2).
Upgrade Gengsi, Budget Minimal
Jika tahun lalu iPhone 11 Pro masih menjadi primadona, tahun ini selera pasar meningkat. Unit iPhone 13 dan iPhone 14 kini menjadi yang paling banyak diburu karena kualitas kameranya yang dianggap lebih “kekinian” untuk keperluan reels atau story Instagram.
Pilihan unit pun beragam, mulai dari seri lawas seperti iPhone XR yang dibanderol Rp110.000 per 12 jam, hingga seri terbaru iPhone 15 Plus bagi mereka yang menginginkan performa maksimal.
Jika dilihat dari kacamata yang berbeda, fenomena ini tidak sekadar soal dokumentasi, melainkan cerminan dari dinamika sosial dan ekonomi digital saat ini:
1. Ekonomi Akses (Access Economy)
Alih-alih memiliki barang secara permanen (ownership), generasi muda kini lebih nyaman dengan konsep “ekonomi akses”.
- Efisiensi: Mengeluarkan Rp300 ribu untuk menyewa iPhone selama dua hari dianggap lebih logis secara finansial daripada mencicil ponsel seharga Rp15 juta yang nilainya terus menyusut.
- Fungsi Spesifik: Penyewa hanya membutuhkan keunggulan kamera iPhone untuk momen tertentu (Lebaran), bukan untuk penggunaan operasional sehari-hari.
2. Validasi Sosial di Dunia Maya
Lebaran adalah momen “pamer” pencapaian. Di era digital, kualitas visual foto keluarga atau video mudik menjadi standar baru status sosial.
- Tekanan Konten: Ada tekanan untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi (estetik) demi validasi di Instagram atau TikTok. iPhone dianggap sebagai “alat standar” untuk mencapai estetika tersebut.
- Gengsi Sementara: Rental iPhone menjadi solusi instan bagi mereka yang ingin menjaga citra gaya hidup tertentu di depan kerabat atau pengikut media sosial tanpa komitmen finansial jangka panjang.
3. Peluang Bisnis Mikro yang Berisiko
Dari sisi penyedia jasa, ini adalah bisnis dengan margin tinggi namun berisiko besar.
-
Keamanan Data & Unit: Risiko unit dibawa kabur atau rusak sangat tinggi. Namun, tingginya permintaan saat high season seperti Lebaran membuat para pemilik unit berani mengambil risiko demi keuntungan berlipat.