JELANG bulan suci Ramadhan, pemerintah daerah di Sumatera Selatan mulai menyiapkan langkah untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil. Lonjakan permintaan pangan yang biasanya terjadi selama Ramadhan hingga Idul Fitri sering memicu kenaikan harga di pasar. Pemerintah daerah kini mencoba menahan tekanan itu melalui program operasi pasar murah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra memimpin rapat koordinasi bersama berbagai organisasi perangkat daerah di kantor Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (6/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan Operasi Pasar Murah KORPRI yang akan bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Pemerintah daerah menyiapkan program itu sebagai salah satu langkah untuk menekan potensi inflasi pangan selama Ramadhan hingga Lebaran. Permintaan bahan pokok biasanya meningkat tajam dalam periode tersebut karena aktivitas rumah tangga bertambah, mulai dari kebutuhan berbuka puasa hingga persiapan hari raya.
Edward Candra meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi agar operasi pasar murah benar-benar membantu masyarakat. Ia menilai kerja sama lintas instansi penting agar distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak terhambat.
Pemerintah daerah juga melibatkan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dalam pelaksanaan program tersebut. Jaringan organisasi ini dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pasar murah sehingga lebih banyak masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Operasi pasar murah selama ini menjadi salah satu cara cepat yang digunakan pemerintah daerah untuk menahan kenaikan harga bahan pokok. Melalui kegiatan ini, pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pangan dengan harga di bawah harga pasar.
Perkuat koordinasi
Langkah itu diharapkan membantu masyarakat menjaga pengeluaran rumah tangga ketika kebutuhan meningkat selama Ramadhan.
Namun pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan pasar murah biasanya hanya memberi efek jangka pendek terhadap stabilitas harga. Jika pasokan bahan pangan tidak stabil atau distribusi terganggu, harga di pasar tetap bisa bergerak naik setelah kegiatan pasar murah berakhir.
Karena itu pemerintah daerah berupaya memperkuat koordinasi dengan TPID dan berbagai instansi terkait untuk memastikan pasokan bahan pokok tetap tersedia. Upaya ini dinilai penting agar kebijakan pasar murah tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi benar-benar membantu menjaga stabilitas harga.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga membahas kesiapan pasokan bahan pangan yang akan disalurkan dalam program pasar murah. Pemerintah ingin memastikan distribusi bahan pokok dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama di wilayah yang sering mengalami kenaikan harga.
Kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turut menghadiri rapat koordinasi tersebut. Kepala TVRI Sumatera Selatan Eflianty Analisa juga hadir bersama sejumlah pejabat dari instansi terkait.
Kehadiran berbagai pihak menunjukkan pengendalian inflasi daerah membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan harga, tetapi juga pada kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan pangan di pasar.
Bagi masyarakat, stabilitas harga bahan pokok menjadi faktor penting selama Ramadhan. Banyak keluarga harus menyesuaikan pengeluaran karena kebutuhan rumah tangga meningkat, mulai dari bahan pangan hingga berbagai keperluan menjelang Lebaran.
Melalui operasi pasar murah ini, pemerintah daerah berharap masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan memastikan aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak selama Ramadhan hingga Idul Fitri. (***)
Daftar Harga Operasi Pasar Murah Sumsel
Sebagai bagian dari program operasi pasar murah di Provinsi Sumatera Selatan, pemerintah menyiapkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga subsidi untuk membantu masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Berikut daftar harga komoditas yang disiapkan:
-
Beras Premium 5 Kg — Rp65.000
-
Minyak Goreng 1 Liter — Rp14.700
-
Gula Pasir 1 Kg — Rp15.000
-
Tepung Terigu 1 Kg — Rp10.000
-
Telur Ayam Ras 1 Kg — Rp25.000
-
Bawang Merah 1 Kg — Rp32.000
-
Bawang Putih 1 Kg — Rp38.000
-
Cabai Merah 1 Kg — Rp40.000
-
Daging Ayam 1 Kg — Rp34.000
Harga tersebut merupakan bagian dari subsidi pemerintah melalui operasi pasar murah yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga selama Ramadhan hingga Lebaran.