Ekonomi

Pasca Libur Panjang, Konsumsi Rumah Tangga Indonesia Tetap Stabil

foto : BI/Ilustrasi

MESKI belanja Natal dan Tahun Baru telah usai, konsumsi rumah tangga di Indonesia pada Januari 2026 menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Penjualan ritel tumbuh 7,9 persen secara tahunan, menandakan masyarakat tetap aktif berbelanja.

Barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, tembakau, serta sandang menjadi sektor yang mencatat pertumbuhan signifikan. Secara bulanan, penjualan eceran memang turun 0,6 persen, tetapi jauh lebih ringan dibanding Januari tahun sebelumnya yang turun 4,7 persen. Penurunan ini dianggap wajar karena menandai fase penyesuaian pasca libur panjang.

Data dari Desember 2025 menunjukkan tren berbeda. Penjualan ritel tumbuh 3,5 persen tahunan dan 3,1 persen bulanan, terdorong lonjakan permintaan di sektor elektronik, barang rekreasi, dan kebutuhan sehari-hari saat libur Nataru.

Sementara itu, tekanan harga diperkirakan meningkat beberapa bulan mendatang. Indeks Ekspektasi Harga Umum untuk Maret dan Juni 2026 masing-masing tercatat 175,7 dan 156,3, seiring prediksi kenaikan permintaan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Meski ada potensi kenaikan harga, aktivitas belanja rumah tangga tetap menjadi penopang penting bagi perekonomian nasional. Selama inflasi terkendali, konsumsi domestik diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.(***)

To Top