Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Digital Ekonomi » Ini Bahaya Mangancam Anak-anak dari Tik Tok, Kata Kominfo

Ini Bahaya Mangancam Anak-anak dari Tik Tok, Kata Kominfo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Jul 2018
  • visibility 1.092
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Pada Selasa (3/7/2018), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi memblokir aplikasi video musik asal China yang tengah populer di Indonesia, Tik Tok. Padahal, aplikasi yang di negara asalnya bernama Dou Yin tersebut masih terbilang baru di Indonesia. Meski baru, Tik Tok masuk daftar 10 besar aplikasi paling banyak di-download di Indonesia, Thailand, Malaysa, dan Filipina. Di Google Trends, Tik Tok terpantau digandrungi oleh anak muda di Asia Tenggara.

Menkominfo RI, Rudiantara, menuturkan bahwa pemblokiran ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPS) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurutnya, pemblokiran Tik Tok bersifat sementara. Mengutip Warta Ekonomi.co.id, Kominfo mengajukan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar aplikasi video musik itu bisa aktif kembali.

Banyaknya konten negatif bagi anak-anak disebut-sebut sebagai alasan utam pemblokiran Tik Tok. Kira-kira, apa saja bahaya aplkasi Tik Tok?

  1. Mayoritas Pengguna Berusia di Bawah 18 Tahun, sedangkan Tik Tok Mengandung Banyak Konten Tak Layak 

Hampir rata rata pengguna aplikasi Tik Tok berusia di bawah 18 tahun. Bahkan, mayoritas adalah anak berusia antara 5-10 tahun atau usia sekolah dasar. Tentunya, hal ini membahayakan bagi perkembangan mental generasi penerus bangsa. Pemikiran dan pendirian mereka cenderung belum stabil.

Jika melihat sekilas, memang banyak konten di Tik Tok yang tidak layak untuk anak, apalagi anak usia antara 5-10 tahun. Anak-anak usia tersebut rentan sekali tercemar dengan beragam pengaruh negatif, yang tentu bisa timbul dari tontonan serta kegiatan mereka pada aplikasi Tik Tok. Di tambah lagi, Kominfo menemukan adanya konten porno yang tentunya bukan saja tak layak, tapi sangat berbahaya bagi anak di bawah umur.

Salah satu hal yang paling bahaya yakni bisa mebuat grup chat berisi orang tidak dikenal dengan rentang usia berbeda, mulai dari yang masih sangat muda sampai yang sudah remaja akhir. Setelah berkenalan dengan orang di grup tersebut, biasanya percakapan dilanjutkan dengan chat pribadi. Contoh hal yang fatal yakni adanya anak di bawah umur yang mengirimkan foto telanjang dada kepada orang asing yang dikenalnya melalui grup tersebut.

  1. Potensi Cyber Bullying

Aplikasi TikTok kebanyakan menyajikan video singkat yang berdurasi kurang lebih 15 detik. Banyak anak yang meng-upload video tentang diri mereka. Ada yang tiba tiba saja terkenal. Akan tetapi, aplikasi Tik Tok ini juga bisa dilihat atau didtonton orang segala usia dan dari berbagai kalangan. Padahal, terkadang, anak-anak memiliki karakter melakukan tindakan berlebihan.

Nah tindakan mereka yang berlebihan bisa saja memicu orang dewasa yang tak bijak melakukan cyber bullying. Padahal, anak di bawah umur cenderung memiliki emosi yang labil. Jadi, kata-kata kasar, meme meledek, penghinaan, tentu berakibat buruk terhadap perkembangan psikologis mereka. Namun, bagaimana lagi? Di dunia internet, penyebaran cyber bullying sulit dibendung dan dengan cepat menyebar luas. Orang yang tidak puas dengan keadaan yang ditampilkan juga bisa menyebabkan timbulnya cyber bullying terhadap anak.

  1. Memicu Sikap Narsisme Berlebihan

Untuk mendukung sikap sikap narsisme, pengguna Tik Tok rela melakukan apapun untuk mengejar jumlah like. Tak anyal, hal tersebut membuat pengguna Tik Tok bertingkah laku aneh. Di antara mereka ada yang sengaja membuat video Tik Tok saat menirukan gerakan salat. Bahkan, ada juga yang membuat Tik Tok di depan jenazah saudaranya sendiri. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mengejar jumlah like.

Karena itu, sekarang banyak sekali postingan maupun meme di sosial media yang mengejek aplikasi ini serta penggunanya. Bahkan, beberapa orang memberi julukan kepada para pengguna Tik Tok dengan sebutan Generasi Perusak Moral Bangsa karena hampir para penggunanya sama sekali tidak mementingkan nilai moral dalam segala video yang mereka buat.

Bahkan, di laman change.org, Agustiawan Imron membuat petisi berjudul “Blokir Aplikasi Tik Tok” yang memuat permohonan kepada Menkominfo Rudiantara agar memblokir aplikasi Tik Tok.

“Semakin lama, aplikasi tiktok lebih terlihat sebagai aplikasi untuk menyalurkan kebodohan banyak kalangan. Contohnya: Video tiktok anak-anak yang joget (maaf) dan bahkan sampai ke video pornografi. Bahkan yang terbaru adalah tiktok menjadikan sholat/ibadah sebagai alat hiburan,” tulisnya dalam penjelasan petisi tersebut.

  1. Bahaya Laten Pedofilia

Tak menutup kemungkinan, pengguna Tik Tok yang kebanyakan anak di bawah umur bisa menjadi surga konten bagi para pengidap pedofilia.

  1. Eksploitasi Anak Terbuka Lebar

Secara tidak langsung aplikasi ini menjadi pintu besar bagi eksploitasi anak. Beberapa konten yang viral dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menjadi sesuatu yang menghasilkan nilai komersial. Ini tentu tak baik bagi perkembangan mental anak sebelum dia dewasa.[WE]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Bahas Sembilan Raperda, Wagub Sumsel Hadir

    DPRD Bahas Sembilan Raperda, Wagub Sumsel Hadir

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.623
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) menghadiri dan mengikuti Sidang Rapat Paripurna XXX DPRD Provinsi Sumatra Selatan bertempat di Ruang Rapat DPRD Prov Sumsel, Senin (17/5/2021). Agenda Rapat kali ini mendengarkan tanggapan pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terkait sembilan (9) Raperda yang sebelumnya telah diajukan pada Sidang Rapat Paripurna XXX DPRD Provinsi Sumatra […]

  • GLOBE NEWSWIRE : Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Atasi “Epidemi Kesalahpahaman”

    GLOBE NEWSWIRE : Hari Tanpa Tembakau Sedunia: Atasi “Epidemi Kesalahpahaman”

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- JENEWA, 30 Mei 2024 (GLOBE NEWSWIRE) – Pada Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini, Aliansi Vapers Dunia (WVA) menyoroti merajalelanya epidemi mispersepsi seputar pengurangan dampak buruk tembakau. Seperti yang diungkapkan oleh penelitian Ipsos untuk lembaga think tank, We are Innovation, secara mengejutkan 74% perokok di seluruh dunia secara keliru percaya bahwa vaping sama berbahayanya atau […]

  • Percepat Vaksinisasi, Vaksin Sinopharm kembali Tiba di Indonesia

    Percepat Vaksinisasi, Vaksin Sinopharm kembali Tiba di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 640
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah untuk mendapatkan vaksin COVID-19 tidak mudah. Mengingat pasokan vaksin di dunia masih terbatas, sementara kebutuhan dari setiap negara sangat besar dan mendesak. Pemerintah pun terus bekerja keras dengan melakukan upaya diplomasi agresif untuk mengamankan pasokan vaksin COVID-19 bagi kebutuhan rakyat Indonesia. Upaya keras ini pun membuahkan hasil. Indonesia kembali kedatangan 1.500.000 juta dosis […]

  • sapi-qurban

    Wah, Ternyata Jokowi Juga Qurban Sapi di Palembang

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.725
    • 0Komentar

    Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ternyata akan menyerahkan sapi untuk hewan korban pada Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah tahun ini.  Presiden mengutus pembantunya untuk memesan sapi di daerah Kenten dari peternak sapi yang bernama Akeng.

  • Rakor terkait Nataru, Bupati OKI ungkap asanya..

    Rakor terkait Nataru, Bupati OKI ungkap asanya..

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, OKI – Guna memaksimalkan kesiapan pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE beserta Kapolres, Dandim 0402 dan Forkompimda Kabupaten Ogan Komering Ilir mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor dalam Rangka Pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 secara virtual yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Ogan Komering […]

  • Berperan jadi Juru Perdamaian Desa/Lurah, Lurah dari Muba Raih Anugerah Paralegal Justice Award 2023, Ini Respon Pj Bupatnya..

    Berperan jadi Juru Perdamaian Desa/Lurah, Lurah dari Muba Raih Anugerah Paralegal Justice Award 2023, Ini Respon Pj Bupatnya..

    • calendar_month Sabtu, 3 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta- Musmulyadi Lurah Balai Agung Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] berhasil meraih penghargaan, pada Malam Anugerah Paralegal Justice Award 2023 di Discovery Hotel, Ancol Jakarta. Penghargaan paralegal Justice Award itu sebagai bentuk apresiasi dari Kemenkumham, Mahkamah Agung (MA) serta didukung  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Lurah […]

expand_less
WordPress Archive Agrios – Agriculture Farming WordPress Theme Agrofields – Food Shop & Grocery Market WP Theme Agrool – Agriculture Farming Elementor Template Kit Agrox – Agriculture Organic Farming WordPress Theme Aguvic – Creative Digital Agency Elementor Template Kit AH Personal – Creative Resume & Blog Theme AH Survey – WordPress Survey Builder With Multiple Questions Types AhaMag | Modern Magazine HTML Template AhaShop – Clothing & Fashion WordPress Theme AHENCY – Creative Digital Agency Elementor Template Kit