CSR

CSR Bank Sumsel Babel Ikut GEBRAK, Langkah Nyata Untuk Rakyat

foto : Humas bsb

Sumselterkini.co.id,  – Dalam dunia perbankan, tak selamanya yang dibangun itu cuma gedung mewah, jaringan ATM, atau bunga deposito. Kadang, ada juga yang membangun senyum warga secara nyata, dalam bentuk rumah tinggal yang sebelumnya reyot tak berdaya. Kini mulai bisa disebut hunian layak.

Itulah yang sedang digebrak  BPD, Bank Sumsel Babel lewat program GEBRAK (Gerakan Benerin Rumah Agar Layak), sebuah gebrakan yang bukan cuma terdengar di panggung seremonial, tapi juga terasa sampai ke pintu rumah warga yang selama ini cuma bisa berdoa sambil menambal atap bocor pakai plastik bekas.

Bayangkan, kalau rumah itu ibarat hati, maka program GEBRAK ini adalah seperti teh manis hangat di pagi hari yang menghangatkan jiwa dan bikin melek nurani.

Dalam kolaborasi apik dengan Pemerintah Kota Palembang, Forum TJSL, dan para pelaku usaha, Bank Sumsel Babel ikut menyingsingkan lengan baju. Bukan untuk menarik dana, tapi untuk menyumbang bantuan CSR  langsung diserahkan secara simbolis dan penuh haru di acara peluncuran program, kemarin.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, Gubernur Sumsel, Herman Deru  sampai Wakil Menteri dan Dirjen dari Kementerian PUPR turut hadir. Hadir juga mewakili manajemen Bank Sumsel Babel, Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bapak Teddy Kurniawan.

Tapi yang mencuri perhatian dari acara itu, bukan cuma sambutan panjang lebar atau acara seremonialnya, melainkan kehadiran Bank Sumsel Babel yang makin mantap menegaskan peran bukan sekadar sebagai bank, tapi sebagai “teman di kala rumah tak layak jadi nestapa.”

Kalau di daerah lain, Bank Jatim pernah lebih dulu mencanangkan program “BEDAH RUMAH” dengan skema CSR. Sementara di luar negeri, Bank of America punya program “Neighborhood Builders” yang menyentuh ribuan keluarga. Nah, Bank Sumsel Babel? Mereka tak mau ketinggalan, karena apa gunanya jadi BUMD kebanggaan kalau tak ikut turun ke lumpur, demi bikin rumah rakyat bisa kembali rebahan dengan damai?

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Bapak Achmad Syamsudin, pun menyampaikan bahwa ini adalah bagian dari misi memperkuat peran bank pembangunan daerah. Ia tak cuma bicara angka, tapi bicara tentang harapan. Seolah ingin bilang “Kalau bukan kita [BUMD] yang peduli  bantu warga punya rumah layak, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, ya nunggu rumahnya ambruk dulu?”

“Bank Sumsel Babel mendukung penuh gerakan ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Program ini selaras dengan komitmen kami dalam memperkuat peran bank pembangunan daerah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara nyata,”ungkapnya terpisah.

Perumpamaannya begini program GEBRAK ini ibarat gendang yang dipukul ramai-ramai nggak bakal nyaring kalau cuma satu yang mukul. Tapi begitu Bank Sumsel Babel ikutan mukul dengan CSR-nya gedung-gedung harapan mulai berdiri.

Ada pepatah bilang, “Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi tempat hati pulang”. Oleh sebab itu, Bank Sumsel Babel melalui program ini telah ikut membangun bukan hanya atap dan tembok, tapi juga kehangatan dan masa depan.

Bank Sumsel Babel sedang membuktikan bahwa jadi bank daerah itu bukan cuma ngurus setoran dan pinjaman. Tapi juga soal membayar lunas kepedulian. Kalau bank lain baru rencana bikin aplikasi digital, Bank Sumsel Babel sudah duluan bikin warga bisa tidur nyenyak di rumah yang tak lagi bocor. Dan itu, bung, lebih bernilai dari sekadar bunga kredit.

Bank Sumsel Babel  juga bukan bicara cuma soal neraca dan bunga deposito, tapi juga tentang nurani dan langkah nyata. Ini bukan CSR gaya-gayaan, tapi gebrakan yang bikin warga bisa rebahan aman, nyaman tanpa was-was lagi plafonnya jatuh.[***]

Terpopuler

To Top