AWAL 2026, para petani di rayon tanggung jawab PT Pusri Palembang bisa bernapas lega lantaran stok pupuk bersubsidi tersedia, aman, dan siap ditebus.
Artinya, petani tidak perlu lagi untuk antre berjam-jam atau kebingungan mencari pupuk untuk musim tanam kali ini, asalkan jangan lupa bawa KTP.
Hingga 21 Januari 2026, Pusri telah menyiapkan 21.302 ton urea dan 9.334 ton NPK di gudang Lini II dan III yang tersebar di rayon Palembang. Bisa dibilang, stok pupuk ini bukan sekadar ‘cemilan sawah’, tapi buffet lengkap siap dimakan sawah.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, menegaskan, “Kami pastikan stok pupuk bersubsidi tersedia sesuai alokasi pemerintah. Petani bisa langsung menebus sesuai kebutuhan, tanpa panik kehabisan.”
Distribusi pupuk bersubsidi dilakukan dengan koordinasi mulai dari kementerian hingga pengawas lapangan, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perekonomian, Kementerian Pertanian, Menteri BUMN, Ombudsman, Satgassus Polri, Satgas Pangan, dan KP3.
Langkah ini diambil guna memastikan pupuk sampai tepat waktu dan tepat sasaran.
Berdasarkan alokasi pemerintah melalui SK Kepmentan No. 1360 dan No. 1397 Tahun 2026, jumlah alokasi pupuk bersubsidi untuk rayon Pusri hingga Januari 2026 adalah 1.513.630 ton urea dan 367.615 ton NPK.
Dari jumlah itu, realisasi penyaluran tercatat 101.984 ton urea dan 26.509 ton NPK. Artinya, aliran pupuk sudah mulai masuk ke petani, sehingga musim tanam bisa berjalan lancar.
Rustam menambahkan, terus mengawasi distribusi agar tidak melenceng.
Stok ada, pupuk siap, petani tinggal kerja. Dengan cara ini, hasil panen juga ikut tersenyum.
Selain ketersediaan stok, Pusri memastikan seluruh distribusi dilakukan sesuai ketentuan, mulai dari sistem pencatatan hingga pemenuhan syarat tebusan KTP petani.
Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan, pupuk tepat sasaran, dan petani mendapat haknya secara adil.
Bagi Pusri, langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan stok aman dan distribusi lancar, sektor pertanian di wilayah tanggung jawab Pusri dipastikan mendapat pasokan pupuk bersubsidi yang stabil, mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian di 2026.
Jadi, bagi para petani yang sudah menyiapkan sawah, kabar baiknya jelas stok pupuk aman, penyaluran terkontrol, panen lancar tinggal nunggu kerja keras di lapangan. (***)