Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Idul Adha & Audit Hati,[Hewan Kurban & Keikhlasan]

Idul Adha & Audit Hati,[Hewan Kurban & Keikhlasan]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
  • visibility 1.159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pagi jumat kemarin langit Palembang mendung, seperti mau turun hujan, namun  siapa sangka, semangat warga tetap menyala terang, seperti kompor gas tiga tungku. Trotoar penuh, halaman masjid tumpah ruah, jalanan sampai berubah jadi sajadah dadakan.

Dari yang jalan kaki pakai sarung bolong, sampai yang naik motor pakai parfum sebotol semua datang dengan satu niat sholat Idul Adha. Tapi gaya? Masya Allah. Ada yang dandan kayak mau kondangan, padahal niatnya ibadah. Ya, syariat tetap jalan, fesyen pun tak ketinggalan.

Namun di balik pemandangan khusyuk nan wangi minyak kasturi itu, mari kita lihat sisi lain dari makna kurban, sebab yang disembelih hari itu bukan cuma sapi dan kambing, tapi seharusnya juga sifat manusia yang suka berisik. Iya, kadang bukan sapi yang keras kepala, tapi kita. Sapi cuma mengeluarkan suara mooo, manusia bisa “mooo-monyong terus”, sok paling benar.

Khotbah Idul Adha tahun ini, rata-rata berisi pesan yang menusuk-nusuk hati, kayak tusuk sate kambing tapi lebih halus. Intinya takwa itu tak kenal musim. Bukan seperti jaket hujan yang baru dipakai pas deras, lalu ditinggal pas terang. Takwa itu harusnya nempel terus, dari mushola ke kantor, dari rapat RT sampai urusan keluarga besar. Jangan baru takut dosa pas ngaji, tapi begitu pegang mikrofon rapat, langsung berubah jadi singa podium, maki-maki tanpa ampun.

Idul Adha adalah ajang latihan menyembelih. Tapi bukan cuma sembelih hewan. Cobalah sembelih ego, sembelih keinginan rebut mic terus di rapat warga, sembelih rasa ingin selalu benar padahal seringnya lupa titik koma.

Bayangkan kalau semua manusia pengin tampil di baliho, siapa yang mau ngetik laporan kegiatan? Lah, editornya siapa? Printer-nya siapa? Yang ngopi siapa? Kan repot!. Oleh sebab itu, kurban itu juga soal menyisihkan ego demi kerja kolektif, karena sejatinya, kurban adalah tentang siapa yang rela turun dari panggung, demi bereskan panggung itu sendiri.

Puncaknya adalah saat ceramah usai sholat menyentil dengan satu kalimat yang bikin nyut-nyutan dada, “Mampukah kita menyembelih nikmat tidur demi Subuh?”. Nah lo. Ini bukan kurban biasa, ini kurban kelas berat. Kadang potong sapi lebih mudah ketimbang potong hasrat scrolling TikTok jam dua pagi sambil makan keripik kentang. Sapi dibeli, disayang, diberi pakan, akhirnya siap disembelih. Kita? Alarm bunyi masih debat dulu lima kali. Belum lagi kalau disuruh bantu bersih-bersih masjid, eh malah nyapu halaman sendiri sambil berharap tetangga lihat.

Makna kurban juga bukan lomba siapa yang sapinya paling jumbo kayak truk gandeng, tapi siapa yang paling tulus hatinya. Karena dalam hidup, kurban itu tak selamanya berdarah, tapi selalu tentang pengorbanan. Sering kali kita harus menyembelih rasa ingin dipuji, demi belajar rendah hati.

Pepatah kuno mungkin bilang “Lebih baik kehilangan kambing karena ikhlas, daripada kehilangan keikhlasan gara-gara kambing”. Tapi versi zaman sekarang mungkin begini.”Lebih baik tidak eksis di Instagram, daripada semua kurban cuma demi konten dan caption ‘Ikhlas itu penting, beb'”.

Idul Adha itu mestinya jadi ajang audit iman, bukan ajang pamer sapi yang dibeli pakai patungan tapi fotonya sendiri yang dipajang. Audit iman artinya kita menimbang sudahkah kita rela memotong kesombongan? Sudahkah kita sembelih rasa gengsi? Sudahkah kita sadar bahwa kadang yang perlu dikurbankan bukan hewan, tapi ambisi pribadi yang bikin hidup makin ribet?

Ai manusia, yuk sesekali kurbankan hasrat tampil di kamera, lalu pelajari filosofi kambing, banyak suara, tapi tetap patuh saat diminta berkorban, kadang kita perlu belajar diam, seperti kambing, bukan bicara terus kayak toa masjid yang volumenya lupa dikecilkan.

Oleh sebab itu, di Hari Raya Kurban ini,  jangan cuma sibuk motong sapi sambil mikirin daging bagian mana yang cocok buat rendang. Tapi potong juga bagian-bagian dalam diri yang bikin hidup kita jadi keras kayak daging belum direbus, rasa iri, dengki, gengsi, dan hobi tampil paling alim di luar tapi nyinyir di dalam.

Sapi dan kambing mungkin sudah pasrah, mereka rela jadi simbol ketakwaan, sementara kita manusia malah masih galau antara ikhlas atau cuma ikut-ikutan. Kadang kita berkorban, tapi masih sambil hitung-hitungan, “Ini pahala masuk surga jalur cepat gak ya?” Padahal kurban yang sejati adalah ketika kita bisa membuang rasa pengen dipuji, padahal niat kita sebenarnya cuma mau posting story dan ngetag semua kontak biar tahu “Aku berkurban loh, like-nya mana nih?”

Manusia juga harus bisa belajar dari hewan kurban, mereka gak pernah debat soal posisi atau takdir, mereka juga gak pernah minta fotonya diedit dulu sebelum disembelih. Kalau cuma sapi yang disembelih, tapi sifat sombong dan rasa paling bener terus dipelihara, ya itu sama aja kayak makan daging empuk dengan hati keras. Cobalah sesekali korbankan spotlight panggung.

Karena ujung-ujungnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling banyak potong hewan, tapi siapa yang paling ringan tangan, lapang dada, dan sabar hati. Lebih baik kehilangan kambing karena ikhlas, daripada kehilangan keikhlasan gara-gara kambing. Sebab, kurban sejati bukan soal darah yang menetes, tapi soal hati yang bersih dari niat pamer, dan pikiran yang bebas dari rasa ingin dinomorsatukan. Dan nafsu buat selalu dipuji walau kerja belum tentu rapi.

Mari rayakan Idul Adha tahun ini bukan hanya dengan sate dan gulai, tapi juga dengan hati yang lebih siap menyembelih iri, dengki. Sapi dan kambing mungkin sudah pasrah diikat, tapi kita? Masih ngotot mempertahankan rasa ‘aku paling benar’. Padahal yang paling halal di Hari Raya ini bukan hanya dagingnya, tapi niatnya. Jadi, kalau sapi sudah pasrah demi ridho Ilahi, masa kita masih ngotot demi ridho netizen?. “Sapi boleh digulai, tapi ego jangan dibiarkan terus menggelegak, karena daging cuma enak sehari, tapi keikhlasan bisa jadi amal selamanya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lebih Banyak Kekuatan Untuk Anda: BMW Amerika Utara dan PG&E Mulai Pengujian V2X di California

    Lebih Banyak Kekuatan Untuk Anda: BMW Amerika Utara dan PG&E Mulai Pengujian V2X di California

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 614
    • 0Komentar

      Mountain View, CA –  Saat kendaraan listrik (EV) menjadi lebih umum, dengan sekitar 40% dari semua EV di Amerika Serikat mengemudi di jalan California, BMW Amerika Utara (BMW) dan Perusahaan Gas dan Listrik Pasifik ( PG&E) berkolaborasi untuk menguji bagaimana teknologi vehicle-to-everything (V2X) dapat berfungsi sebagai solusi untuk mengimbangi permintaan jaringan listrik yang meningkat, […]

  • Palembang Raih Penghargaan Pembina Proklim 2019

    Palembang Raih Penghargaan Pembina Proklim 2019

    • calendar_month Kamis, 3 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    KOTA Palembang berhasil meraih penghargaan sebagai Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Tahun 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Siti Nurbaya kepada Walikota Palembang yang diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang Alex Ferdinandus di Aula Manggala Wana […]

  • Pagi Ini, Rupiah Lemah Lagi, Kerja IHSG Ikutan Turun

    Pagi Ini, Rupiah Lemah Lagi, Kerja IHSG Ikutan Turun

    • calendar_month Senin, 10 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.852
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Sempat menguat di akhir pekan, pagi ini Senin 10/9/2018) nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah, namun masih di level Rp14.800-an per USD. Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (10/9/2018) pukul 08.56 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 15 poin atau 0,10% ke level Rp14.835 per USD. Rupiah hari ini bergerak […]

  • Lepas Pangdam Mayjen TNI  Irwan Pindah Tugas ke Mabes TNI

    Lepas Pangdam Mayjen TNI  Irwan Pindah Tugas ke Mabes TNI

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru melepas Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan pindah alih jabatan ke Mabes TNI. “Beberapa hari yang lalu saya sudah mendapat info bahwa Pangdam akan alih tugas ke Mabes TNI. Saya merasa kehilangan, kita bermitra itu bukan hanya tugas tapi juga kekompakan sudah terbangun. Banyak yang sudah abang perbuat untuk daerah ini. […]

  • Sumsel Tidak Ada Wewenang, Pengeluaran Bupati Muara Enim Non Aktif Wewenang MA

    Sumsel Tidak Ada Wewenang, Pengeluaran Bupati Muara Enim Non Aktif Wewenang MA

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 594
    • 0Komentar

    PENGELUARAN Bupati Muara Enim nonaktif Juarsah dari Rutan Palembang pada 6 Maret 2022 lalu untuk menghadiri pernikahan anaknya merupakan kewenangan Mahkamah Agung (MA) bukan Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel), Bambang Haryanto, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/3/2022). […]

  • Pj Bupati Apriyadi Boyong Batman dan Spiderman Hibur Pasien Bibir Sumbing Gratis

    Pj Bupati Apriyadi Boyong Batman dan Spiderman Hibur Pasien Bibir Sumbing Gratis

    • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Suasana berbeda tampak tak seperti biasanya terlihat di RSUD Sekayu, Sabtu (9/9/2023) pagi. Tampak tiga pria menggunakan cosplay Batman dan Spiderman meramaikan pintu masuk RSUD Sekayu. Rupanya cosplay Batman dan Spiderman tersebut sengaja diboyong Pj Bupati Apriyadi Mahmud untuk menghibur dan menyemangati sebanyak 23 pasien bibir sumbing yang akan mengikuti operasi gratis yang […]

expand_less
WordPress Archive Black – Creative Digital Agency WordPress Theme Black Label – Fullscreen Video & Image Background Blackcats – CCTV & Security WordPress Theme Blackdsn – Creative Ajax Portfolio WordPress Theme Blackfyre – Create Your Own Gaming Community Blackink – Tattoo Studio Elementor Template Kit Blacksilver Photography Theme for WordPress Blade – Responsive Multi-Functional Theme Blade – Responsive Multi-Functional WordPress Theme BladeHub – Barber Shop & Hairdressers WordPress Theme