Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » A Kind of Magic & Kekuatan Foto, Kenangan 98 ke Jepretan Hati

A Kind of Magic & Kekuatan Foto, Kenangan 98 ke Jepretan Hati

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
  • visibility 1.357
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Kalau ada yang bilang, “Foto itu cuma gambar diam,” maka tampaknya dia belum ketemu sama A Kind of Magic. Bukan, ini bukan album Queen, bukan juga trik sulap yang dipakai dukun di acara infotainment. Ini adalah buku fotografi karya Juliana Tan, yang diluncurkan di MET Glodok, Jakarta, dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Dan percaya deh, ini bukan buku foto biasa. Ini sambel pecel rasa reformasi paduan kenangan, cinta, dan keberanian dalam satu bidikan kamera.

“A Kind of Magic” ini ibarat soto Betawi isinya kaya, rasanya dalam, dan setiap suap (baca: halaman) mengandung kenangan yang menghangatkan hati. Juliana Tan, sang fotografer, menyulap kenangan masa kecilnya dan trauma tahun 1998 jadi sajian visual dan naratif yang bukan cuma bikin mewek, tapi juga mikir.

Wamenekraf Irene Umar bahkan menyebut karya ini punya daya jangkau lintas generasi. Ya gimana nggak, Bu? Ini buku bisa jadi mesin waktu, nyeret kita balik ke zaman krismon, mie instan rasa sedih, dan tukang koran yang lebih update dari grup WA keluarga.

“Buku ini punya misi sebagai buku fotografi yang memperkenalkan dan menyajikan jalinan visual mendalam atas kisah pribadi dari tahun 1998… Saya kembali teringat seperti apa masa-masa kritis dalam sejarah Indonesia saat itu,” kata Irene Umar sambil mengenang masa di mana harga cabe bisa bikin orang jual motor.

Juliana Tan menyulap kamera menjadi semacam mesin pengaduk ingatan. Kalau biasanya kamera itu cuma ngerekam senyum dan selfie, kali ini ia jadi alat pengingat bahwa dari trauma bisa tumbuh cinta, dan dari kenangan bisa lahir harapan.

“Ini reformasi masa kecil saya dari rumah dan identitas,” kata Juliana. Mirip kayak orang pindahan rumah, tapi ini pindahan rasa. Ia menata ulang lemari hatinya, menyusun ulang baju-baju kenangan, dan menaruh ‘cinta’ di rak paling atas.

Bahkan dalam buku ini, ada kontribusi tiga penulis esai Sylvie Tanaga, Metta Setiandi, dan Charlene Kayla Roeslie. Mereka menulis dalam tiga bahasa karena kalau cuma satu bahasa, nanti kenangannya nggak cukup global. Ini kayak nasi goreng yang dibungkus daun pisang, tapi bisa dipesan lewat aplikasi multibahasa: pedes, manis, dan universal.

Metta Setiandi malah bilang, buku ini bukan cuma tentang memori kolektif, tapi semacam panggilan batin untuk berani menengok masa lalu, melafalkan luka, dan melukisnya jadi pelajaran yang bisa diwariskan.

Kalau bicara karya foto yang membawa ingatan sejarah dan trauma kolektif, kita bisa lihat karya seperti The Americans dari Robert Frank di Amerika Serikat, atau Vietnam Inc. karya Philip Jones Griffiths. Mereka memotret bukan cuma obyek, tapi luka, dan menyajikannya bukan sebagai dokumentasi, melainkan pengingat.

Sama halnya seperti proyek buku A Kind of Magic, karya-karya semacam ini di berbagai negara pernah jadi bagian dari penyembuhan kolektif. Di Rwanda, pascagenosida, komunitas bahkan menggunakan foto dan mural sebagai bentuk terapi publik. Di Jepang, setelah bencana tsunami, banyak proyek seni yang mengambil foto keluarga yang hilang dan mempertemukan mereka kembali dalam pameran harapan.

Desmond Tutu, seorang uskup agung asal Afrika Selatan yang dikenal sebagai tokoh perdamaian, aktivis hak asasi manusia, dan peraih Nobel Perdamaian tahun 1984/ aktivis HAM dari Afrika Selatan mengatakan “Hope is being able to see that there is light despite all of the darkness”. Maksudnya “Harapan adalah kemampuan untuk melihat bahwa masih ada cahaya meskipun kita sedang berada dalam kegelapan.”

Dan buku ini, adalah cahaya kecil yang lahir dari gulita masa lalu. Juliana, melalui foto-fotonya, seperti menyalakan lilin di tengah gelap reformasi.

Atau, seperti pepatah Minang” Nan ka hilang tak akan habis akal, nan ka lai tak akan habis cara.”

Meskipun 1998 telah lama berlalu, cara mengingatnya terus berkembang. Dan salah satu caranya adalah lewat lensa kamera dan keberanian menyusun ulang kisah yang sempat porak-poranda.

“A Kind of Magic” adalah bukti bahwa foto bukan cuma buat narsis. Ia bisa jadi alat reformasi personal, pengingat sejarah, dan penghubung generasi. Seperti kata pepatah Jawa, “Gusti ora sare,” mungkin Tuhan tidak tidur, tapi kita sering lupa mimpi kita pernah robek di masa lalu. Nah, buku ini mengajarkan cara menambalnya dengan cinta dan keberanian.

Kalau kamu pikir kamera cuma buat konten di medsos, cobalah tengok buku ini. Karena ternyata, dari sorotan lensa bisa lahir suara hati dan dari bidikan yang jujur, bisa tumbuh keajaiban. A kind of magic, indeed.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkembangan COVID-19 Muba Hari Ini, Penambahan 19 Kasus Sembuh, 48 Positif

    Perkembangan COVID-19 Muba Hari Ini, Penambahan 19 Kasus Sembuh, 48 Positif

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (15/7/2021) mengkonfirmasi penambahan 19 kasus sembuh dan 48 positif COVID-19. “Ada penambahan 19 kasus sembuh dan 48 positif COVID-19 per 15 Juli 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan kasus positif diantaranya kasus 1951 perempuan 18 tahun asal Bailangu Timur, […]

  • Menteri Desa : Dandes Digunakan Sesuai Surat Edaran

    Menteri Desa : Dandes Digunakan Sesuai Surat Edaran

    • calendar_month Sabtu, 29 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar meminta agar penggunaan dana desa bisa sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan Kemendesa. “Sasaran utama dana desa ini adalah untuk transformasi ekonomi pedesaan dan edukasi SDM pedesaan,” kata Halim. Dia menuturkan, transformasi ekonomi pedesaan yakni meningkatkan pembangunan dan pengembangan infrastruktur seperti jalan dan jembatan […]

  • Ilustrasi-Penembakan

    Oknum Polisi Tembak Kepala Sendiri hingga Tewas

    • calendar_month Senin, 9 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

    UMSELTERKINI. ID, Muba – Bripda AF, anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Sungai Lilin ditemukan tewas bersimba darah dengan luka tembak di kepala. Diduga korban bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri. Luka tembak menembus ke kanan kepala dan memecahkan kaca mobil bagian kiri. Senjata api jenis pistol masih terlihat menempel digenggaman tangan kanannya.

  • Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal, Kepala BNPB Tinjau Lokasi Kejadian Dampak Erupsi Gunung Semeru

    Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Optimal, Kepala BNPB Tinjau Lokasi Kejadian Dampak Erupsi Gunung Semeru

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.449
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., pagi ini, Minggu (5/11) bertolak ke Kabupaten Lumajang di Jawa Timur, untuk mengunjungi lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Kunjungan Kepala BNPB ini sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dilakukan guna memastikan tahap-tahap penanganan darurat, khususnya proses evakuasi korban terdampak dapat berjalan secara optimal, dan kebutuhan […]

  • Lagi, RI Kembali Lakukan Evakuasi 10 WNI dari Sudan

    Lagi, RI Kembali Lakukan Evakuasi 10 WNI dari Sudan

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.716
    • 0Komentar

      Khartoum, Sudan – Pemerintah Indonesia melalui  KBRI Khartoum pada Selasa (16/5) kembali melakukan evakuasi susulan sebanyak 10 WNI dari Sudan melalui Jeddah ke Jakarta. WNI yg dievakuasi  terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, termasuk seorang bayi. Pemulangan ke Jakarta menggunakan penerbangan komersial keberangkatan pukul 08.35 WS.   Sebelumya, WNI tersebut diberangkatkan dari Port Sudan […]

  • Imbauan untuk OPD & Camat dari Pj Bupati Muba terkait soal ini

    Imbauan untuk OPD & Camat dari Pj Bupati Muba terkait soal ini

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Penjabat Bupati Musi Banyuasin (PJ Bupati Muba) H Apriyadi membuat gerakan menanam cabai merah (GEMERA) untuk mengatasi inflasi. Pelaksanaan GEMERA dikuatkan dengan Surat Edaran PJ Bupati Muba yang diteken oleh PJ Sekda Musni Wijaya pada 4 Desember 2023. Surat Edaran ini ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dan para camat se Muba.  Surat Edaran  […]

expand_less
WordPress Archive Uno – Creative Photography WordPress Theme unRovr – Animated vCard WordPress Theme Unta – MultiPurpose Business WordPress Theme Uomo – Multipurpose WooCommerce WordPress Theme UpCreators – Digital Creators WordPress Theme UpCreators – Multipurpose, Creative Elementor Template Kit Upcycle - Waste Management & Recycling Elementor Template Kit UpdraftPlus Premium – WordPress Backup Upgreat – Business Service Corporate Elementor Template Upland – Responsive App Landing Theme