Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Digital Ekonomi » Ini Bahaya Mangancam Anak-anak dari Tik Tok, Kata Kominfo

Ini Bahaya Mangancam Anak-anak dari Tik Tok, Kata Kominfo

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 5 Jul 2018
  • visibility 1.087
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Pada Selasa (3/7/2018), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi memblokir aplikasi video musik asal China yang tengah populer di Indonesia, Tik Tok. Padahal, aplikasi yang di negara asalnya bernama Dou Yin tersebut masih terbilang baru di Indonesia. Meski baru, Tik Tok masuk daftar 10 besar aplikasi paling banyak di-download di Indonesia, Thailand, Malaysa, dan Filipina. Di Google Trends, Tik Tok terpantau digandrungi oleh anak muda di Asia Tenggara.

Menkominfo RI, Rudiantara, menuturkan bahwa pemblokiran ini dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPS) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Menurutnya, pemblokiran Tik Tok bersifat sementara. Mengutip Warta Ekonomi.co.id, Kominfo mengajukan beberapa syarat yang harus dipenuhi agar aplikasi video musik itu bisa aktif kembali.

Banyaknya konten negatif bagi anak-anak disebut-sebut sebagai alasan utam pemblokiran Tik Tok. Kira-kira, apa saja bahaya aplkasi Tik Tok?

  1. Mayoritas Pengguna Berusia di Bawah 18 Tahun, sedangkan Tik Tok Mengandung Banyak Konten Tak Layak 

Hampir rata rata pengguna aplikasi Tik Tok berusia di bawah 18 tahun. Bahkan, mayoritas adalah anak berusia antara 5-10 tahun atau usia sekolah dasar. Tentunya, hal ini membahayakan bagi perkembangan mental generasi penerus bangsa. Pemikiran dan pendirian mereka cenderung belum stabil.

Jika melihat sekilas, memang banyak konten di Tik Tok yang tidak layak untuk anak, apalagi anak usia antara 5-10 tahun. Anak-anak usia tersebut rentan sekali tercemar dengan beragam pengaruh negatif, yang tentu bisa timbul dari tontonan serta kegiatan mereka pada aplikasi Tik Tok. Di tambah lagi, Kominfo menemukan adanya konten porno yang tentunya bukan saja tak layak, tapi sangat berbahaya bagi anak di bawah umur.

Salah satu hal yang paling bahaya yakni bisa mebuat grup chat berisi orang tidak dikenal dengan rentang usia berbeda, mulai dari yang masih sangat muda sampai yang sudah remaja akhir. Setelah berkenalan dengan orang di grup tersebut, biasanya percakapan dilanjutkan dengan chat pribadi. Contoh hal yang fatal yakni adanya anak di bawah umur yang mengirimkan foto telanjang dada kepada orang asing yang dikenalnya melalui grup tersebut.

  1. Potensi Cyber Bullying

Aplikasi TikTok kebanyakan menyajikan video singkat yang berdurasi kurang lebih 15 detik. Banyak anak yang meng-upload video tentang diri mereka. Ada yang tiba tiba saja terkenal. Akan tetapi, aplikasi Tik Tok ini juga bisa dilihat atau didtonton orang segala usia dan dari berbagai kalangan. Padahal, terkadang, anak-anak memiliki karakter melakukan tindakan berlebihan.

Nah tindakan mereka yang berlebihan bisa saja memicu orang dewasa yang tak bijak melakukan cyber bullying. Padahal, anak di bawah umur cenderung memiliki emosi yang labil. Jadi, kata-kata kasar, meme meledek, penghinaan, tentu berakibat buruk terhadap perkembangan psikologis mereka. Namun, bagaimana lagi? Di dunia internet, penyebaran cyber bullying sulit dibendung dan dengan cepat menyebar luas. Orang yang tidak puas dengan keadaan yang ditampilkan juga bisa menyebabkan timbulnya cyber bullying terhadap anak.

  1. Memicu Sikap Narsisme Berlebihan

Untuk mendukung sikap sikap narsisme, pengguna Tik Tok rela melakukan apapun untuk mengejar jumlah like. Tak anyal, hal tersebut membuat pengguna Tik Tok bertingkah laku aneh. Di antara mereka ada yang sengaja membuat video Tik Tok saat menirukan gerakan salat. Bahkan, ada juga yang membuat Tik Tok di depan jenazah saudaranya sendiri. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk mengejar jumlah like.

Karena itu, sekarang banyak sekali postingan maupun meme di sosial media yang mengejek aplikasi ini serta penggunanya. Bahkan, beberapa orang memberi julukan kepada para pengguna Tik Tok dengan sebutan Generasi Perusak Moral Bangsa karena hampir para penggunanya sama sekali tidak mementingkan nilai moral dalam segala video yang mereka buat.

Bahkan, di laman change.org, Agustiawan Imron membuat petisi berjudul “Blokir Aplikasi Tik Tok” yang memuat permohonan kepada Menkominfo Rudiantara agar memblokir aplikasi Tik Tok.

“Semakin lama, aplikasi tiktok lebih terlihat sebagai aplikasi untuk menyalurkan kebodohan banyak kalangan. Contohnya: Video tiktok anak-anak yang joget (maaf) dan bahkan sampai ke video pornografi. Bahkan yang terbaru adalah tiktok menjadikan sholat/ibadah sebagai alat hiburan,” tulisnya dalam penjelasan petisi tersebut.

  1. Bahaya Laten Pedofilia

Tak menutup kemungkinan, pengguna Tik Tok yang kebanyakan anak di bawah umur bisa menjadi surga konten bagi para pengidap pedofilia.

  1. Eksploitasi Anak Terbuka Lebar

Secara tidak langsung aplikasi ini menjadi pintu besar bagi eksploitasi anak. Beberapa konten yang viral dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menjadi sesuatu yang menghasilkan nilai komersial. Ini tentu tak baik bagi perkembangan mental anak sebelum dia dewasa.[WE]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sumsel Wanti-wanti 2 BUMD Ini, Soal  Apa ?

    Wagub Sumsel Wanti-wanti 2 BUMD Ini, Soal Apa ?

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    Kerjasama dilakukan pada tahun 2003 yang lalu yang dimana Pemrov. Sumsel mempunyai lahan 4,9 hektare.

  • Pelatihan Wastra Pusri, Bisakah Dongkrak UMKM Sumsel?

    Pelatihan Wastra Pusri, Bisakah Dongkrak UMKM Sumsel?

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang menggelar Pelatihan Desain Wastra dan Sertifikasi Kompetensi Pendamping UMKM untuk memberdayakan UMKM di Sumatera Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, daya saing pasar, dan kapasitas pendamping UMKM. Pelatihan Desain Wastra berlangsung 19–23 Januari 2026 dengan tema “Mengolah Wastra, Menciptakan Gaya”, sedangkan sertifikasi BNSP untuk pendamping UMKM digelar 27–30 Januari […]

  • Gubernur Ajak Warga Desa Nusa Bali Maknai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

    Gubernur Ajak Warga Desa Nusa Bali Maknai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengajak Warga Desa Nusa Bali, Kabupaten OKU Timur, untuk maknai Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW  dengan selalu bersyukur kepada Allah SWT dan senantiasa menjaga kerukunan antar sesama. “Ini adalah momen kit membangun kekuatan dengan ukhuwah. Karena harta paling besar dan mahal itu adalah kerukunan. Percuma uang banyak kalau tidak rukun, punya […]

  • Akibat Hujan Deras, Banjir Rendam 89 Rumah Warga di Kota Medan

    Akibat Hujan Deras, Banjir Rendam 89 Rumah Warga di Kota Medan

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.324
    • 0Komentar

    BANJIR merendam 89 rumah warga di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada Rabu (9/3). Menigkatnya debit air dari hulu Sungai Deli terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur pada pukul 23.30 WIB. BPBD Kota Medan melaporkan banjir ini melanda tiga kelurahan yakni Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Aur yang terletak di Kecamatan Medan Maimun. Selanjutnya […]

  • Wagub Sumsel Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Terakhir,  Kondisi Semakin Bugar

    Wagub Sumsel Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Terakhir, Kondisi Semakin Bugar

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H Mawardi Yahya melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua di RSUD Siti Fatimah Palembang, belum lama ini. Sebelum disuntik, Mawardi terlihat diperiksa suhu tubuh dan tekanan darah oleh dokter yang menangani serta tanyajawab terkait kondisi kesehatan beliau. Saat disuntik, mantan Bupati Ogan Ilir dua periode itu juga nampak tenang dan percaya diri […]

  • Perluas cakupan ekosistem Net Zero Home, Samsung Electronics teken kerjasama dengan SolarEdge

    Perluas cakupan ekosistem Net Zero Home, Samsung Electronics teken kerjasama dengan SolarEdge

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Samsung  menandatangani kerja sama dengan SolarEdge, pemimpin global dalam solusi penyimpanan dan tenaga surya perumahan, memberikan pemilik rumah sarana kemandirian energi yang lebih baik. Kerjasama itu merupakan solusi penyimpanan dan tenaga surya perumahan, untuk memperluas cakupan ekosistem Net Zero Home. Terintegrasi dengan SolarEdge Home, ekosistem energi pintar SolarEdge, SmartThings Energy menawarkan cara baru […]

expand_less
WordPress Archive Agrios – Agriculture Farming WordPress Theme Agrofields – Food Shop & Grocery Market WP Theme Agrool – Agriculture Farming Elementor Template Kit Agrox – Agriculture Organic Farming WordPress Theme Aguvic – Creative Digital Agency Elementor Template Kit AH Personal – Creative Resume & Blog Theme AH Survey – WordPress Survey Builder With Multiple Questions Types AhaMag | Modern Magazine HTML Template AhaShop – Clothing & Fashion WordPress Theme AHENCY – Creative Digital Agency Elementor Template Kit