Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ulama se- Dunia Berkumpul di Muktamar Haji Arab Saudi, Salah Satunya Indonesia, Apa yang Dibahas ? 

Ulama se- Dunia Berkumpul di Muktamar Haji Arab Saudi, Salah Satunya Indonesia, Apa yang Dibahas ? 

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 12 Jan 2023
  • visibility 642
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, Jakarta- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menggelar Muktamar Haji 1444 H/2023 M di Jeddah. Muktamar yang berlangsung sejak 9 Januari 2023 ini juga dimeriahkan dengan seminar yang antara lain mengangkat tema ‘Fiqhut-Taysiir (kemudahan) dalam Haji dan Implikasinya terhadap Kemudahan Layanan”.

Muktamar yang berlangsung pada Selasa (10/1/2023), ini dihadiri lebih dari 70 perwakilan negara pengirim jemaah haji. Tampil sebagai pembicara, Dr. Syauqi bin Ibrahim (Mesir), Dr Quthub bin Mushthafa, Syekh Ali bin Abdirrahman (Turki), Dr Yusuf Bel Ma’hady (Aljazair), Dr Said bin Nasheer (Arab Saudi).

Dari Indonesia, hadir KH Muhammad Faiz Syukran Ma’mun (NU) dan Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA (Muhammadiyah).

Ulama Indonesia dihadirkan karena merepresentasikan ulama dari madzhab Syafii. Keduanya mewakili dua ormas Islam terbesar di Indonesia sekaligus menyampaikan rekomendasi Mudzakarah Perhajian yang berlangsung di Situbondo pada Desember 2022, khususnya terkait perlunya perbaikan tata kelola penyembelihan/pembayaran hewan dam.

Makalah yang disusun bersama ini dipaparkan Gus Faiz, panggilan akrab KH Muhammad Faiz Syukran Ma’mun. Putra KH Syukron Ma’mun ini mengajak para ulama dunia untuk mendiskusikan kembali masalah hewan dam, disembelih di mana dan dagingnya dibagikan kepada siapa?

Menurut Gus Faiz, pertanyaan itu menjadi masalah bersama di era kontemporer seiring dengan beragam perubahan yang telah terjadi. Saat ini jumlah jemaah meningkat drastis di setiap musim haji, mencapai dua hingga tiga juta. Sejalan itu, Kerajaan Arab Saudi juga terus membangun dan memperluas infrastruktur untuk menerima para peziarah di Baitullah di masa-masa mendatang.

Hal ini, pada gilirannya, mengarah pada peningkatan jumlah hewan dam, baik karena Tamattu’, atau karena melakukan larangan atau lainnya. Akibatnya, ada kebutuhan nyata akan sejumlah rumah potong hewan dengan peralatan lengkap dan cukup untuk menampung jumlah hewan kurban yang sangat banyak. Selain itu, diperlukan juga keberadaan orang yang berhak atas daging hewan dam.

Gus Faiz mengapresiasi ijtihad ulama yang membolehkan membawa daging-daging yang disembelih sebagai Dam Tamattu’ dan Qiran ke luar Tanah Suci dan distribusikan kepada orang miskin ke berbagai negara muslim. Sebab, jumlah orang fakir dan miskin di Tanah Suci khususnya, dan Kerajaan Arab Saudi pada umumnya,  memang sangat sedikit.

“Fatwa ini berkontribusi dalam mencapai maslahah seputar nasib daging yang jumlahnya melebihi kebutuhan orang miskin di Tanah Suci,” tegas Gus Faiz.

Namun, lanjutnya, ijtihad ini belum menjawab semua aspek masalah yang ada dan tantangan di masa yang akan datang. Ijtihad ini belum menjawab masalah proses penyembelihan, di mana itu harus dilakukan di Mina atau Mekkah sesuai dengan Firman Allah dan Hadis Nabi.

Pengkhususan Mina dan Mekkah sebagai tempat penyembelihan, kata Gus Faiz, merupakan tantangan besar. Sebab, dibutuhkan pengembangan rumah pemotongan hewan yang ada, atau bahkan pembangunan rumah pemotongan hewan yang baru, baik di pintu masuk dan keluar Mina atau berbagai tempat di Tanah Suci, untuk menampung hewan yang disembelih dalam jumlah besar.

Apalagi, menurut Jumhur Ulama, waktu penyembelihan tidak boleh melewati empat hari, yaitu Hari Idul Kurban dan Hari Tasyriq. Jika jumlah hewan yang disembelih mencapai satu juta ekor, berarti tidak kurang 250.000 ekor penyembelihan dalam satu hari, atau setara dengan penyembelihan sembilan kepala per detik. Ini belum menghitung proses menguliti, memotong, dan mengemas.

Masalah lainnya, jumlah hewan ternak yang sangat besar ini, sebagian didatangkan dari luar Kerajaan Arab Saudi. Setelah disembelih dan dikemas, daging baru diangkut ke luar negeri setelah disimpan dan didinginkan. Ini juga membutuhkan biaya yang besar.

Di sisi lain, tidak baik juga untuk menyerahkan operasi penyembelihan, pengulitan, dan pemotongan hewan dam kepada individu. Penyembelihan harus dilakukan di rumah jagal yang diawasi oleh kerajaan, untuk melindungi para peziarah dan tempat suci dari polusi dan penyebaran penyakit jika hewan kurban disembelih di jalanan.

Gus Faiz mengakui bahwa tidak ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang kekhususan Tanah Suci dan Mekkah sebagai tempat penyembelihan. Sebab, kurban itu sendiri menjadi bagian dari ibadah haji sehingga tidak bisa dilaksanakan kecuali pada waktu dan tempat tertentu, seperti rangkaian ibadah lainnya. “Ini memang pandangan yang kuat dan tidak ada yang membantahnya,” tegasnya.

Meski dalam kesepakatan yang hampir sampai pada derajat Mujma’ Alaih ini, Ibn Abdil Bar menyebutkan pandangan Al-Tabari bahwa diperbolehkan menyembelih hewan kurban di mana pun Mahdi (orang yang membayar Dam) menginginkannya, kecuali Dam Qiran dan Dam karena melanggar larangan berburu. Kedua Dam itu tidak dapat disembelih kecuali di Tanah Suci.

“Saya pikir pernyataan ini tidak mudah diterima, dan sepengetahuan saya, saya tidak menemukan ulama yang mendukungnya, membolehkan Dam Tamattu’ disembelih di negerinya, kemudian membagikannya kepada tetangganya,” sebut Gus Faiz.

“Namun, dalam konteks keadaan saat ini dan yang akan datang di mana terjadi peningkatan jumlah jemaah, pernyataan ini layak dipertimbangkan, diteliti dan didialogkan,” tandasnya.

Meski harus dikaji lebih mendalam, pandangan Gus Faiz mendapat apresiasi dari peserta seminar yang hadir. Mereka menilai lontaran ide tersebut menarik dan realistis untuk kondisi dunia Islam saat ini.

Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklajuti wacana yang dilontarkan Gus Faiz untuk dibahas dalam forum Bahtsul Masail Perhajian yang melibatkan seluruh ormas Islam, baik MUI, NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Anak Sejahtera Palembang Sasar Anak 3-4 Tahun, Fokus Pengasuhan Jadi Perhatian

    Taman Anak Sejahtera Palembang Sasar Anak 3-4 Tahun, Fokus Pengasuhan Jadi Perhatian

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO. ID – Taman Anak Sejahtera Palembang mulai diarahkan bukan sekadar sebagai fasilitas bermain anak. Melalui TAS “Wong Kito”, Pemkot Palembang menaruh perhatian pada pengasuhan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak usia dini, terutama kelompok usia 3 hingga 4 tahun. Fasilitas tersebut diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan dukungan Kementerian Sosial RI melalui […]

  • Beni Bakal Undang Retno Galih Sejarah di Muba

    Beni Bakal Undang Retno Galih Sejarah di Muba

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    UJIAN disertasi program Doktor Program Studi Peradaban Islam Pascasarjana di UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (9/10/2019) yang diikuti arkeolog senior Sumsel Retno Purwanti berjalan lancar dan dinyakakan lulus oleh penguji. Dalam kesempatan tersebut, pada ujian Retno Purwanti yang juga merupakan arkeolog dari Badan Arkeologi Sumatera Selatan turut dihadiri Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. “Alhamdulillah hari […]

  • Hasil Kacamata, MU Nol, PS Palembang Kosong

    Hasil Kacamata, MU Nol, PS Palembang Kosong

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 891
    • 0Komentar

    MUBA United gagal meraih kemenangan hadapi PS Palembang. Pada laga perdana Putaran Kedua Liga 3 Wilayah Sumsel 2019, kedua kesebelasan bermain imbang 0-0 di Stadion Atletik, Jakabaring Sport City, Palembang, kemarin. Pada laga tersebut Laskar Ranggonang -julukan Muba United- tanpa menurunkan Wijay, mantan gelandang Sriwijaya FC karena cedera. Dalam starting eleven hanya ada dua pemain senior. […]

  • Menag Gus Yaqut Lantik PWGP Ansor Sumsel, Ini Dewan Penasehatnya

    Menag Gus Yaqut Lantik PWGP Ansor Sumsel, Ini Dewan Penasehatnya

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

        PENGURUS Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sumatera Selatan masa bakti 2020-2024 resmi dilantik, Senin (24/5/2021). Pelatinkan  dilakuikan di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Palembang. Pelantikan dihadiri langsung Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas yang juga Ketua Umum PP GP Ansor. Sejumlah tokoh berpengaruh serta Kepala Daerah di Sumsel turut dilibatkan pada kepengurusan PW GP […]

  • Borong 16 Medali Emas, Atlet Silat Muba Juara Umum

    Borong 16 Medali Emas, Atlet Silat Muba Juara Umum

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    ATLET pencak silat Kabupaten Musi Banyuasin kembali mengukir prestasi di tingkat Provinsi, kali ini atlet silat Muba yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Muba berhasil keluar sebagai juara umum. Dengan membawa pulang sebanyak 16 medali emas dan 5 medali perak pada ajang kejuaraan daerah (Kejurda) Tingkat Provinsi Sumsel yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia […]

  • Lindungi Pasien Isoman COVID-19, Pemkab Muba Keluarkan Panduan Khusus

    Lindungi Pasien Isoman COVID-19, Pemkab Muba Keluarkan Panduan Khusus

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    HINGGA 18 Juli 2021 sebanyak 212 warga Musi Banyuasin melakukan isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19. Rinciannya, 183 orang ber-KTP Muba dan 39 orang luar Muba. Isolasi mandiri direkomendasikan bagi orang yang dinyatakan positif COVID-19 melalui rapid antigen dan tidak bergejala. Lama isolasi 10 hari setelah ada gejala atau positif ditambah 3 hari setelah bebas dari […]

expand_less
WordPress Archive Awebani – Restaurant WordPress Theme Aweber Connect Jetpack CRX Addon Awesome Gallery - Instagram, Flickr, Facebook galleries on your site Awesome Support Jetpack CRX Addon AWSM – One Page CV / Resume & Personal Portfolio WordPress Theme Awwa – Portfolio WordPress Theme Axel – Single Property Real Estate Theme Axial – Construction Company Elementor Template Kit Axios – Digital Agency WordPress Theme Axole – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme