Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Negara Penghasil Sawit Wajib Lakukan Studi ke Muba

Negara Penghasil Sawit Wajib Lakukan Studi ke Muba

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 14 Nov 2020
  • visibility 2.893
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INOVASI dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau Bahan Bakar Nabati (BBN) oleh Pemerintah Kabupaten Muba tidak hanya menyedot perhatian nasional, namun juga ada delapan negara tertarik dengan inovasi tersebut.

Hal itu terungkap saat diskusi virtual Musi Banyuasin 2030: Menuju World Capital of Sustainable Energy Based on Palm Oil Hasil Kolaborasi MarkPlus, Inc. dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut Prof Chiaki Ogino dari Kobe University Japan mengaku terobosan iniasi inovasi Bupati Muba Dodi Reza Alex merupakan langkah konkret dan realitas dalam Penerapan Sains Teknologi dalam Mendorong Ekonomi Kreatif dan Keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Meningkatkan Daya Saing Masyarakat.

“Tentu ini harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, ini menjadi terobosan yang baru dan menjadi energi baru terbarukan yang sangat dibutuhkan di masa yang akan datang,” ujarnya belum lama ini.

Senada diucapkan Prof Dr Mohammed N Abduirazaq dari Management and Science University MSU. Ia menyebutkan, terobosan yang dilakukan Pemkab Muba ini sangat pantas dan wajib diikuti oleh negara yang memiliki perkebunan sawit.

“Ini terobosan yang sangat baik, kalau implementasinya nanti sudah dimulai tentu negara-negara penghasil kelapa sawit harus melakukan study di Kabupaten Muba,” ucapnya.

Wahyu Caesarendra ST MEng PhD dari Universiti Brunei Darussalam mengaku melalui seminar The 4th First 2020 International Conference menjadi salah satu solusi untuk mencari solusi menerapkan Sains Teknologi dalam Mendorong Ekonomi Kreatif dan Keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM). “Inisiasi inovasi biofuel Muba salah satu jawaban untuk realisasi ke depannya nanti,” sebutnya.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya menilai Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya sebagai gudang energi tetapi juga memiliki sektor lain yang maju dan besar seperti pertanian. Kekayaan tersebut diharapkan mampu mendorong pemerintah Muba untuk optimalisasi pengelolaan serta produksi energi berkelanjutan untuk menyongsong tahun Indonesia emas dengan sustainable development goal.

“Muba punya potensi besar sebagai percontohan energi berkelanjutan bagi daerah hingga negara lain, contohnya program perkebunan rakyat,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk menyongsong visi 2030 tersebut harus dimulai dengan perencanaan program di tahun 2021 hingga 2030 yang diyakini sebagai tahun relief atau penuh bantuan mengingat investasi, ekspor, dan konsumsi masyarakat turun drastis. Sehingga diperlukan strategi untuk recovery dan membuat negara luar melirik Indonesia khususnya Musi Banyuasin.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin optimis daerah yang sedang dipimpinnya mampu menjadi ibu kota energi berkelanjutan berbasis kelapa sawit di tahun 2030.

Mengingat saat ini sudah berjalan beberapa program terkait keberlanjutan salah satunya produksi bensin dari kelapa sawit. Keunggulan ini untuk mencapai tujuan Muba di tahun 2025 menjadi nation of champion sustainable economy atau juara nasional tentang ekonomi berkelanjutan.

Ketua Panitia The 4th Forum In Research, Science, and Technology (First) 2020 International Conference, Rita Martini didampingi Koordinator Keynote Speaker, Martha Aznury mengatakan, seminar Internasional yang sudah keempat kalinya digelar ini dilakukan secara virtual atau online mengingat masih dihadapi pada pandemi COVID-19.

“Untuk Sumsel dan khususnya Indonesia, kami merasa sangat pantas dan pas mengundang pak Bupati Muba Dodi Reza menjadi keynote speaker. Beliau punya inovasi yang sustanaible dan Kepala Daerah di Sumsel yang sangat menguasai bahasa Inggris, mengingat pada seminar internasional nantinya pembicara akan menggunakan bahasa Inggris aktif,” bebernya.

Lanjutnya, tercatat ada 211 peserta yang ikut pada seminar The 4th First 2020 International Conference ini, dimana peserta yang terbanyak dari luar negeri yakni dari Malaysia dan Taiwan, sedangkan dari Indonesia diikuti praktisi, akademisi dan  mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya dan Universitas Negeri Malang. [***]

Ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Segera Miliki Balai Penyuluhan Perikanan Menaungi 5 Provinsi

    Sumsel Segera Miliki Balai Penyuluhan Perikanan Menaungi 5 Provinsi

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.504
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru berkomitmen akan mendukung penuh rekomendasi pembangunan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan, (BP3) Palembang oleh Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Selain dapat menjaga habitat berbagai jenis ikan di Sumsel, keberadaan BP3 ini juga diharapkannya dapat meningkatkan kesejahteraan warganya. Menurut HD, soal pembangunan ini […]

  • Selamat Hari Kesehatan Dunia, 7 April 2021

    Selamat Hari Kesehatan Dunia, 7 April 2021

    • calendar_month Kamis, 8 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    KESEHATAN adalah hak dan bukan keistimewaan. Bersama lawan COVID-19, kita bangun dunia yang lebih sehat untuk semua. Selamat Hari Kesehatan Dunia 7 April 2021 #HariKesehatanDunia.[***] covid19

  • Resmi, Pertamina Kelola SES

    Resmi, Pertamina Kelola SES

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi mengalih kelola wilayah kerja (WK) Southeast Sumatra (SES) dari operator lama CNOOC SES Ltd. Selanjutnya WK SES dioperasikan oleh PHE Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) sebagai operator baru. WK SES merupakan salah satu penghasil minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Hingga […]

  • Duh, Capai 1.400 Ton per Hari, Wawako Palembang : Seluruh Kelurahan Wajib Olah Sampah

    Duh, Capai 1.400 Ton per Hari, Wawako Palembang : Seluruh Kelurahan Wajib Olah Sampah

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    PENGELOLAAN sampah yang menjadi fokus utama Pemerintah kota Palembang saat ini ternyata menjadi target dalam memperoleh piala Adipura tahun 2020 mendatang. Namun dibalik target tersebut tentunya ada beberapa hal yang harus dibenahi mulai dari armada yang ada serta kesiapan per kecamatan dalam mengelolah sampah yang ada di wilayah setempat. Hal ini dibenarkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti […]

  • Resmikan Ruas Tol di Sumsel, Presiden: Bakauheni – Palembang Kini Hanya 3,5 Jam Perjalanan

    Resmikan Ruas Tol di Sumsel, Presiden: Bakauheni – Palembang Kini Hanya 3,5 Jam Perjalanan

    • calendar_month Selasa, 26 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo meresmikan ruas tol Kayu Agung – Palembang sepanjang 42,5 kilometer pada Selasa, 26 Januari 2021. Peresmian tersebut menandakan bahwa ruas tol yang merupakan bagian dari Jalan Tol Kapalbetung (Kayu Agung – Palembang – Betung) sepanjang 111,69 kilometer tersebut telah dapat digunakan oleh masyarakat. “Alhamdulillah jalan tol Kayu Agung – Palembang sepanjang 42,5 […]

  • Lho..Katanya Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera, Tapi, Kok, Angka Kemiskinan Hanya Naik Tipis, Kenapa ?   

    Lho..Katanya Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tertinggi di Sumatera, Tapi, Kok, Angka Kemiskinan Hanya Naik Tipis, Kenapa ?   

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru mengaku tak puas pada beberapa Kabupaten/Kota yang memiliki APBD menonjol, namun belum mampu mengurangi angka kemiskinan di daerahnya secara signifikan, karena alasan itu pula Ia memastikan akan memperketat evaluasi APBD di 17 kab/kota di Sumsel. “Saya minta betul, saat evaluasi APBD nanti dilihat. Kalau tujuannya tidak sama, muaranya tidak sama untuk […]

expand_less
WordPress Archive Massive – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Master Addons – Forefront Addons for Elementor Master Carousel for WPBakery Page Builder Master – Esport Team & Gaming Community Elementor Template Kit Master Popups – WordPress Popup Plugin for Email Subscription Master Slider jQuery Slider Plugin Master Slider – Touch Layer Slider WordPress Plugin Master WhatsApp Chat For WordPress Masterstudy Education – LMS WordPress Theme MasterStudy LMS Mobile App – Flutter v.3 iOS & Android