Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Dr. Tarech Rasyid, M.Si: Dari Kuala Merdeka ke Kampus Merdeka

Dr. Tarech Rasyid, M.Si: Dari Kuala Merdeka ke Kampus Merdeka

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2020
  • visibility 2.335
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Berangkat dari mengurusi anak jalan melalui Yayaysan Kuala Merdeka, kini Tarech Rasyid  dipercaya mengelola Universitas Iba Palembang menjadi kampus merdeka.

Tangan dinginnya diharapkan bisa menjadikan kampus yang terletak di Jalan Mayor Ruslan ini menjadi kampus yang bisa melahirkan geerasi muda yang merdeka dan berakhlak.

“Ketika saya memimpin Kuala Merdeka, titik tekannya adalah pemberdayaan anak jalanan dengan menggunakan konsep pendidikan “children street education”. Pola pendidikan ini dilakukan di jalanan tempat anak jalanan mangkal. Di situ kami menggelar pendidikan dengan menggunakan alat pembelajaran seperti permainan “ular tangga” yang sudah  dimodifikasi dengan konsep-konsep Hak-Hak Anak,” ujarnya ketika diwawancarai di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Sementara itu, ketika dia memimpin Universitas IBA, maka akan melakukan percepatan untuk mewujudkan Kampus Merdeka- Merdeka Belajar. Dalam Merdeka belajar, mahasiswa memiliki hak belajar baik di prodi yang berbeda dari prodi asalnya di kampus yang sama selama satu semester (20 SKS) maupun di kampus berbeda atau lintas kampus dan magang selama dua semester (40 SKS).

Kalau di “Kuala Merdeka”, Tarech Rasyid memang  terlibat dalam pendidikan anak jalanan sejak tahun 1995. Anak jalan yang dididik itu terdiri dari tiga kategori, yaitu: (1) anak jalanan 24 jam berada di jalan, dan putus komunikasi dengan orangtuanya, (2) anak jalanan 6-8 jam yang masih berkomunikasi dengan orangtuanya, dan (3) anak jalanan yang hanya 2 jam di jakanan dan masih intensif berkomunikasi dengan orangtuanya.

Sementara itu, di Kampus Merdeka, terutama “Merdeka Belajar” doktor alumnus UGM ini mengatakan  bahwa dia terlibat dalam mendidik mahasiswa yang memiliki hak belajar di empat Fakultas (Hukum, Ekonomi, Pertanian, dan Teknik) dengan tujuh Program Studi (ilmu hukum, manajemen, akutansi, agroteknologi, agrobisnis, tehnik Mesin, dan Teknik Sipil). Mahasiswa yang mengambil Program Studi tertentu itu dapat belajar di lain prodi di universitas yang sama, juga dapat belajar di prodi yang berbeda di lain kampus, disamping itu mereka juga dapat magang di dunia usaha dan dunia industri, termasuk di instansi pemerintah.

Anjal dan sekolah demokrasi

Mengurusi anak-anak jalanan (anjal), sudah dilakukan Tarech Rasyid ketika belum banyak orang peduli pada anjal. Kini, setelah pemerintah menjadikan urusan anjal sebagai program pemerintah, aktivis ini justru dipercaya sebagai pimpinan kampusnya untuk periode 2020-2024. Seebelumnya, dia membangun demokrasi melalui sekolah informal. Namanya, Sekolah Demokrasi. Aktivitas Tarech Rasyid tidak begitu saja langsung menggeluti dunia anjal. Suami Rina Bakrie ini justru mengawali kariernya setelah menamatkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 1986.

Selanjutnya dia menjadi dosen di Universitas Persada Indonesia, Jakarta, lalu IAIN Raden Fatah Palembang, dan sampai sekarang terdaftar sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Ida Bayumi (UIBA), Palembang. Sebelum akhirnya dilantik  menjadi rektor.

Selain pernah menjadi wartawan, Tarech dan kawan-kawannya, tahun 1990 mendirikan Kelompok Studi Kebudayaan Kali Musi (KSKKM). Sempat pula ia menerbitkan bulettin kebudayaan Dinamika dan kehadirannya mampu menggairahkan kehidupan seni-budaya di daerah ini. Namun, kegiatan itu terpaksa terhenti karena keberadaan mereka di Taman Budaya Sriwijaya yang kemudian dibangun untuk kawasan Mal Palembang Squere, digusur sebab aktivitas mereka dinilai berbahaya.

Yayasan Kuala Merdeka

Tak kapok, lalu Tarech bersama para seniman Palembang menerbitkan Bulettin Kebudayaan Pradeka yang kemudian dibreidel oleh Departemen Penerangan Provinsi Sumatera Selatan, lantaran memuat teks ”Proklamasi Indonesia Emas” yang ditandatangani Tarech Rasyid bersama Anwar Putra Bayu, serta memuat pula kritik-kritik terhadap budaya korupsi di kalangan birokrasi dan budaya politik Orde Baru. Sebagai bentuk perhatiannya terhadap anak jalanan, bersama seniman dan aktivis LBH Palembang, Tarech Rasyid kemudian menggagas pendirian Yayasan Kuala Merdeka (YKM). Atas prakarsa Tarech, Chairil Syah, Anwar Putra Bayu, JJ Polong, dan Muhammad Yamin, lalu berdirilah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengurusi anak jalanan pada tahun 1995.

Mereka memberikan advokasi dan perlindungan serta mendidik anak jalanan. Rumah Singgah anak jalanan disiapkan di Jalan Letnan Mukmin, Palembang. Jumlah anjal yang mereka bina mencapai 318 orang.Para anjal dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu; anak yang berada di jalanan selama 24 jam, anak yang 16 jam di jalanan, serta anak yang berada di jalanan hanya 2-4 jam.. Mereka semua dibina dan diberi pemahaman akan hak-haknya serta diberi bekal keterampilan seperti mengelola barang-barang daur-ulang untuk kemudian dijual kembali Pembinaan terhadap kelompok anjal itu dibina secara terpisah dengan pendekatan yang berbeda.

Terhadap masalah-masalah perempuan, Tarech pun ikut peduli dengan mendirikan Masyarakat Kajian Perempuan Paranusa (MKPP), keprihatinanya terhadap marjinalisasi seniman perempuan mendorongnya menerbitkan antologi puisi ”Perempuan Musi I” dan ”Perempuan Musi II”. MKPP kemudian berubah menjadi Yayasan PUSPA Indonesia (Pusat Studi Pemberdayaan Perempuan dan Anak Indonesia). Juga mendirikan Komite Indenpenden Pemantau Pemilu Daerah (KIPPda) Sumsel, serta Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) di Sumsel.

Pada tataran praktis, Tarech pun terjun ke jalanan melakukan demontrasi mengusung suara rakyat tertindas dan ketidakadilan, jauh sebelum reformasi bergulir. Tahun 1999, Tarech mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Anak Indonesia (LBHAI) dan menggagas pendirian lembaga keuangan untuk masyarakat marjinal dengan nama Balai Ponjen Rakyat. Juga mendirikan Sekolah Rakyat untuk anak-anak marjinal. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Di sela-sela kegiatan menyelesaikan doktornya di Universitas Padjadjaran 2007 lalu,  Tarech Rasyid masih menyisihkan waktu mendirikan Sekolah Demokrasi di Banyuasin. ”Ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat sipil untuk membangun demokrasi di tingkat lokal guna mencapoai kesejahteraan dan keadilan sosial,” jelasnya. Bagi yang lulus dari Sekolah Demokrasi akan memperoleh sertifikat kelulusan. Tarech menjadi Koorditar Program Sekolah Demokrasi, istrinya Rina Bakrie sebagai Direktur Eksekutif Yayasan PUSPA Indonesia yang dipercaya Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID) untuk melaksanakan program Sekolah Demokrasi tersebut. Program Sekolah Demokrasi di Sumsel ini merupakan satu dari lima sekolah serupa di Indonesia.

Dipilihnya Banyuasin ketika itu dengan berbagai pertimbangan, antara lain karena anggota DPRDnya 70 % tamatan SMA.Para siswa, dikhususkan berasal dari Banyuasin.

Di hari kemerdekaan RI k-75, semangat juang menjadi spirit khusus dalam membangun pendidikan. Sebagai akademisi yang juga menggeluti dunia pergerakan dan budaya, Tarech Rasyid pun akan berbicara soal nasib seninam di era pandemi. Bersama Dr. Didi Suhendi, M.Hum, Maspril Aries, dan Dr. Darwin Effendi, M.Pd, mereka akan mengupas dan membolak-bolik persoalan  seninam dari sudut pandang berbeda. Webinar Plus Dewan Kesenian Palembang (DKP) menjadi sarana mereka beragumentasi sehingga nantinya akan menjadi masukan bagi seninam dan pihak terkait lainnya dalam menyikapi pandemi. Art Normal-Iklim berkesenian menuju kenormalan baru, menjadi tema dialog dalam kemasan silaturahmi dan gelar kartya yang digagas DKP, Rabu (19/8).  Anak jalanan, sekoilah demokrasi, dunia pergerakan, dan aktivitas budaya memang xenantiasa melingkari perjalanan kehidupan Tarech Rasyid.

 

Palembang, 20 Agustus 2020

Muhamad Nasir

Kandidat Doktor Universitas Negeri Jakarta dan Dosen Universitas PGRI Palembang

 

 

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tanggapan Daerah Terkait Rencana Evaluasi Pemilihan Kepala Daerah Oleh Mendagri

    Ini Tanggapan Daerah Terkait Rencana Evaluasi Pemilihan Kepala Daerah Oleh Mendagri

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.316
    • 0Komentar

    WACANA Menteri Dalam Negeri [Mendagri] Tito Karnivian yang berencana mengevaluasi sistem pemilihan umum secara langsung mendapat tanggapan dari berbagai pihak di daerah. “Evaluasi saha sajam tapi pemilihan kepada daerah melalu mekanisme DPRD perlu kajian dan tidak diberlakukan sama,”Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS Sumsel Mgs Saiful Padli, kemarin. Dia menilai sebaiknya, untuk […]

  • Cegah Abrasi, Manfaatkan Eceng Gondok untuk Bikin Tanggul di Pulau Kemaro

    Cegah Abrasi, Manfaatkan Eceng Gondok untuk Bikin Tanggul di Pulau Kemaro

    • calendar_month Senin, 25 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.207
    • 0Komentar

      DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU) Kota Palembang membangun tanggul di Pulau Kemaro guna mencegah abrasi dari dorongan arus air Sungai Musi. Sejumlah alat berat pun diturunkan,bahkan puluhan Pegawai Harian Lepas (PHL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU) Kota Palembang, juga melakukan gotong rotong. Terlihat juga gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di […]

  • Pedagang Sabu dari Muaraenim Tertangkap di Lahat

    Pedagang Sabu dari Muaraenim Tertangkap di Lahat

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Lahat – Sepandai-padainya tupai melompat akhirnya kena ciduk juga, inilah pelajar bagi para pengedar barang haram, tak selama profesi tersebut dapat berjalan mulus, meskipun nyari vulus di bisnis tersebut lancar dan tak perlu buang-buang tenaga. Hari sial pun pasti ada, demikian yang dialami Pariz Alhadi (28) Warga Jalan Dr. Ak. Gani, Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim. Ia […]

  • Bakal Rame, Sejumlah Menteri Bakal Diundang Hadiri Peresmian Pabrik Aspal Karet di Muba

    Bakal Rame, Sejumlah Menteri Bakal Diundang Hadiri Peresmian Pabrik Aspal Karet di Muba

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Musi Banyuasin berencana bakal mengundang sejumlah menteri dalam peresmian Pabrik Aspal Karet [Instalasi Pengolahan dan Uji Gelar Aspal Karet Berbasis Lateks Terpravulkanisasi], pada tanggal 26 Oktober 2020. Pembangunan pabrik aspal karet merupakan inovasi baru dalam rangka hilirisasi untuk mendongkrak petani karet di Muba. Untuk memantapkan persiapan peresmian tersebut, digelar rapat yang dipimpin Bupati Muba […]

  • Ada Tol Trans Sumatera, Bisa Naikan PAD OKI

    Ada Tol Trans Sumatera, Bisa Naikan PAD OKI

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    KABUPATEN Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel semakin diuntungkan dengan adanya proyek infrastruktur Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Tidak hanya memberi kemudahan arus barang dan orang, Jalan tol juga berpotensi menambah penerimaan bagi daerah ini khususnya dari sektor PBB jalan tol.   Untuk itu, Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BP2D) OKI bersama instansi berwenang lainnya; KPP Pratama Kayuagung, […]

  • Kapolri Soroti Tol & Pos Mudik, Sumsel Sudah Siap?

    Kapolri Soroti Tol & Pos Mudik, Sumsel Sudah Siap?

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 122
    • 0Komentar

    MALAM takbiran biasanya diiringi dengan gema beduk dan takbir yang bersahutan. Tapi di balik suasana religius itu, ada satu ‘rapat sunyi’ justru menentukan apakah mudik berjalan mulus atau penuh drama. Lewat video conference nasional, Listyo Sigit Prabowo tak sekadar memberi arahan normatif. Ia justru menyoroti persoalan krusial yang sempat muncul di lapangan mulai dari kendala […]

expand_less
WordPress Archive Edus – Online Education Elementor Template Kit Edutech – Education WordPress Theme Eduti – Education Elementor Template Kit Eduvision – Online Course Multipurpose Education WordPress Theme Effective Lottie Animation Addon For Elementor Effigy – A Clean and Professional Music WordPress Theme eFlorist – Flower Boutique & Decoration Elementor Template Kit eForm easySubmission – Direct Form Edit & Extended Format String eForm – WordPress Form Builder Efpose – Multipurpose Blog and Newspaper Theme