Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Kabut Asap Datang Lagi, Kondisi Udara Berbahaya, Perlukah Palembang Bikin Even Besar Lagi di Saat Musim Kemarau ?

Kabut Asap Datang Lagi, Kondisi Udara Berbahaya, Perlukah Palembang Bikin Even Besar Lagi di Saat Musim Kemarau ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2019
  • visibility 1.191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HAMPIR satu bulan lebih Provinsi Sumsel, terutama Kota Palembang dilanda kabut asap, titik panas hilang ketika hujan membasahi Sumsel, namun, kini asap kembali mengepung Palembang dan sekitarnya.

Kondisi pekat terlihat di pagi hari sejak bangun shubuh, dan mulai terlihat parah sekitar pukul 14.00 hingga petang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh unsur terkait, terutama Pemda Sumsel, dari modifikasi cuaca, hingga sampe-sampe memadamkan titik api dilokasi kebakaran hutan dan kebun, bahkan sejumlah kepala daerah, Kapolda, Pangdam ikut terjun kelapangan memadamkan api, namun kabut asap masih mengepung.

Diperkirakan hujan hingga akhir oktober ini belum tentu turun, nah, strategi apa lagi yang akan dilakukan agar kabut asap tidak lagi mengepung Palembang, dan tidak bikin udara menjadi buruk ?

Dari laporan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumsel, kondisi udara mencapai angka 391 [kemarin] atau berada dalam kategori berbahaya.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengakui saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Sumsel dan berakibat pada kabut asap serta kondisi udara di Sumsel.

Dari laporan yang diterima pihaknya, nilai ISPU menyentuh angka 391 atau berada dalam kategori berbahaya.  “Saat ini paling banyak karhutla terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI). Karena, lahan di OKI merupakan lahan gambut sehingga menyulitkan untuk dilakukan pemadaman,” ujarnya.

Selain di OKI, terpantau juga sejumlah titik panas seperti OKU Timur, Ogan Ilir (OI), dan beberapa daerah lainnya. Tercatat, Rabu (23/10/2019) jumlah titik panas atau hotspot yakni sebanyak 172 titik. Pihaknya juga telah menerjunkan delapan helikopter untuk melakukan waterboombing di OKI, Banyuasin dan Ogan Ilir (OI).

“Saat ini kami juga menyiapkan satu pesawat untuk melakukan TMC untuk mendatangkan hujan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II, Bambang Beny Setiadji menambahkan, saat ini potensi awan hujan tetap ada. Namun, dalam kondisi yang minim atau kecil. “Sejauh ini kami melihat potensi awan hujan sangat kecil. Tapi, prakiraan ini akan terus diupdate untuk mendapatkan akurasi yang baik,” katanya.

Peristiwa kabut asap bukan kali ini saja terjadi, hampir setiap musim kemarau, penyebabnya tak lain dampak dari kebakaran hutan lahan dan perkebunan, baik milik swasta maupun perorangan. Apalagi Sumsel sebagian besar lahan di Sumsel merupakan lahan jenis gambut yang berpotensi menyimpan api.

Karhutla kerap terjadi di saat musim kemarau, sudah selayaknya menjadi pengalaman bagi pemda, sudah seharusnya seluruh pemda di Sumsel yang daerah lahannya berpotensi menyebabkan karhutla membuat program jauh-jauh hari sebelum musim kemarau tiba.

Seperti contoh, Palembang pernah ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Sea Games dan Asean Games, di dua even akbar tersebut Palembang menjadi perhatian serius pemerintah pusat, maklum dua event olahraga tersebut, tamu dan atlet berasal dari beragam negara, bahkan di event Asian Games tahun lalu jumlah Negera berasal dari seluruh benua Asia.

Penanganan karhutla lebih masif dan jauh-jauh hari sudah dilakukan, karena tanpa keseriusan untuk mengantisipasi masalah kahutlahbun tersebut akan memperburuk citra Sumsel dan Indonesia di mata dunia.

Bahu membahu pusat daerah, bahkan perusahaan perkebunan untuk menjaga Palembang tetap berudara bersih dan layak untuk even sekelas Internasional tersebut, hasilnya memang di Asian Games dan Sea Games, Palembang bebas asap. Tapi, Kok bisa ya bebas asap saat Asian Games dan Sea Games dibanding saat ini ?

Artinya dari even tersebut punya dampak yang cukup besar bagi masyarakat di Sumsel, khususnya Palembang. Bukan saja dari sisi ekonomi maupun pariwisatanya, namun masyarakat Sumsel-Palembang dapat menghirup udara yang bersih tanpa terserang penyakit ISPA dan lainnya.

Coba dech bikin lagi even besar sekelas Asian Games dan Sea Games di saat musim kemarau,  dengan mengundang puluhan negara, so pasti pemerintah pusat akan lebih fokus lagi mencegah karhutla yang menyebabkan kabut asap. Palembang pun pasti ibarat anak kesayangan, yang akan terus dikunjungi dari kelas Dirjen, Menteri, Presiden dan Wakil Presiden.  Insya Allah kabut asap juga tidak separah  seperti tahun ini. Sorri hanya sekedar masukan…agar masyarakat di Sumsel terutama di Palembang dapat ikut menikmati udara yang segar.[**]

 

Penulis : one

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pertamax Hari Ini di Sumsel Masih Rp16.300, BBM Ini Malah Naik

    Harga Pertamax Hari Ini di Sumsel Masih Rp16.300, BBM Ini Malah Naik

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Harga Pertamax di Sumatera Selatan (Sumsel) masih bertahan di Rp16.300 per liter pada Selasa, 1 September 2026. Tidak ada perubahan harga untuk Pertamax pada awal bulan ini. Namun, pengguna beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya harus merogoh kocek lebih dalam karena harganya mengalami kenaikan. Pertamax Turbo misalnya, kini dijual Rp20.000 per liter di Sumsel. Harga […]

  • Rinjani Memeluk Turis Brasil, Kisah Duka, Jurang & Cinta Jatuh Terlalu Dalam

    Rinjani Memeluk Turis Brasil, Kisah Duka, Jurang & Cinta Jatuh Terlalu Dalam

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    “Naik gunung itu bukan cuma perkara kaki yang kuat, tapi juga hati yang siap, karena kadang, alam bukan sedang marah, kita saja yang terlalu gegabah”. BEGITULAH, kisah duka menyayat datang dari atap Lombok, Gunung Rinjani, yang katanya jadi tempat paling romantis buat menikmati sunrise, tapi juga diam-diam menyimpan tebing curam dan sunyi yang mematikan. Korbanya […]

  • 6 Cara Jaga Anak Lebih Aman Saat Berinternet

    6 Cara Jaga Anak Lebih Aman Saat Berinternet

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.763
    • 0Komentar

    SEIRING meningkatnya frekuensi dan intensitas pemanfaatan internet dalam kehidupan anak di situasi pandemi COVID-19, penting untuk dapat menjaga anak lebih aman saat berinternet. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti berkomunikasi dengan jujur dan terbuka dengan anak tentang cara berinteraksi di dunia maya. Ataupun memanfaatkan fitur perlindungan teknoloogi yang sudah ada, termasuk memberitahu anak cara […]

  • Satu Diamankan dan Satu Larikan Diri,  Polisi Temukan 1 Hektare Ladang Ganja Siap Panen di Sungai Penuh Jambi

    Satu Diamankan dan Satu Larikan Diri, Polisi Temukan 1 Hektare Ladang Ganja Siap Panen di Sungai Penuh Jambi

    • calendar_month Sabtu, 23 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 686
    • 0Komentar

    TIM Satresnarkoba Polres Kerinci menemukan ladang ganja seluas satu hektare yang berlokasi di Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh. Kapolres Kerinci, AKBP Agung Wahyu Nugroho, S.I.K., M.H., mengatakan, anggota Satresnarkoba awalnya mendapatkan informasi dari warga, ada penemuan ladang ganja pada tanggal Rabu (20/10) lalu, sekira pukul 13.00 WIB di KM 10 Puncak, […]

  • Sekda Sumsel Temui Menhub, Ada Apa ?

    Sekda Sumsel Temui Menhub, Ada Apa ?

    • calendar_month Selasa, 17 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Sekretaris daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), Nasrun Umar menemui Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi untuk menyampaikan dua hal pokok penting di kantor Kementrian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Dua hal pokok bahasan yang disampaikan Sekda Sumsel, yakni terkait serah terima lima unit bus air bantuan Kemenhub, dan pengaturan […]

  • Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru bersama dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto mencanangan Desa Batu Mas dan Desa Mangulak di Wilayah OKU Timur sebagai kampung tangguh anti intoleransi dan radikalisme. Pencanangan kampung tangguh ini dilakukan di Balai Rakyat Pemda OKU Timur, Kamis (2/6). Menurut Herman Deru langkah  deteksi  dini yang dilakukan Polda Sumsel, Pemkab […]

expand_less
WordPress Archive Zahrah – Flower Shop & Store WooCommerce Elementor Template Kit Zakat – Onepage Nonprofit Charity Help WordPress Theme Zalo fashion – WooCommerce theme Zamzam – App Landing Elementor Template Kit Zamzam - Umrah & Hajj Tour Travel Elementor Template Kit Zanine – Architecture Agency Elementor Template Kit Zank – Shoes Fashion Store WooCommerce ZANNA – Elementor WooCommerce Theme Zapedah – Cycling Club WordPress Theme Zapp Proxy Server Plugin for WordPress