Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Religi » Wonosobo Keberagaman Indonesia Sebenarnya

Wonosobo Keberagaman Indonesia Sebenarnya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
  • visibility 963
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, WONOSOBO – Singkong goreng, salak, dan lemper terhidang di meja menemani carica, buah khas Wonosobo, Jawa Tengah. Sang tuan rumah, Kyai Haji Ahmad Haidar Idris tampak gayeng menerima tamu dari Istana siang itu.

Imam Masjid Agung Al Manshur, Wonosobo itu mempersilakan Doktor Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan untuk mencicipi carica, sejenis buah pepaya mini. Deputi Lima Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramordhawardani turut menemani mereka, Kamis (15/11), siang itu.

Tak lama berselang, KH Ahmad Haidar mengajak Moeldoko menuju Masjid Agung. Disana telah berkumpul sekitar 300 an orang memenuhi sebagian masjid yang telah berusia sekitar 200 tahun itu.

Mereka yang hadir bukan hanya muslim yang menjadi jamaah tetap masjid. Namun juga penganut agama lain, bahkan para pemeluk aliran-aliran minoritas turut hadir.

Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia bahkan perwakilan dari luar negeri. Para tamu itu sedang ikut serta dalam Festival Hak Asami Manusia (HAM) yang dimulai Selasa (13/11) lalu. Tidak kurang dari 66 organisasi dari dalam dan 5 lembaga internasional mengirimkan utusan.

Pada kesempatan itu Moeldoko mengingatkan alasan mereka berkumpul saat ini di Wonosobo. Berkumpulnya antar umat beragama bukan untuk menyamakan keyakinan. Tapi membangun kesadaran bersama ikut mengembangkan dan memahami nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberagaman itu menjadi potensi, bukan malah menjadi ancaman,” kata Moeldoko pada para hadirin. Potensi tersebut yang harus membentuk harmonisasi. “Seperti gamelan. Semua unsur bunyi dengan harmonis yang bisa jadi kekuatan,” Moeldoko mengibaratkan.

Mantan Panglima TNI itu sangat mengapresiasi yang hadir adalah mereka yang peduli pada toleransi. “Inti toleransi adalah tidak ada lagi minoritas dan mayoritas,” kata Moeldoko. Selama bangsa ini masih mempersoalkan mayoritas dan minoritas, tidak akan pernah maju. Wonosobo dipenuhi oleh berbagai agama dan rukun. Tapi semua hidup rukun sehingga Wonosobo menjadi model daerah yang toleran.

Pemilihan Wonosobo sebagai tuan rumah bukanlah tanpa alasan. Kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai kota yang peduli pada kesetaraan HAM.

Kota dataran tinggi yang berudara sejuk ini, pada masa penjajahan Belanda dikenal sebagai kota yang menjadi tempat peristirahatan.

Ciri-ciri tata kotanya masih dipengaruhi arsitektur Eropa. Misalnya, infrastruktur trotoar yang tinggi. Namun setelah deklarasi Human Rights City pada 2014, pemerintah daerah memperbaiki infrastrukturnya. Fasilitas kota yang lebih ramah bagi pengguna kursi roda.

Pemerintah daerahnya pun berbenah. Mereka menggagas sebagai daerah ramah hak asasi manusia (HAM) yang layak dihuni semua golongan. Masyarakat mendapatkan pelayanan kebutuhan dasar sebagai warga negara.

Kebutuhan dasar manusia seperti pangan, pendidikan, kesehatan, hingga rasa aman didapatkan sama bagi setiap warga. Tak heran jika Wonosobo mendapat gelar sebagai kabupaten ramah HAM.

Kesadaran masyarakat Wonosobo pada HAM tak lepas dari sejarah Masjid Al Manshur. Masjid ini dikenal sebagai pusat penyebaran agam islam di bumi Wonosobo, dan menjadi pendirian cikal bakal Kabupaten Wonosobo.

Tokoh penyebar Agama Islam di wilayah Wonosobo yakni Kyai Walik. Kyai Walik sendiri disebut sebagai perancang kota, yang dikenal sangat dekat di hati masyarakat. Masjid Al Manshur juga diketahui sebagai pekaringan atau tempat berjemur para wali. Di Masjid ini juga dikenal karena terdapat bencet atau jam matahari yang menjadi pathokan waktu salat.

Salah satu tradisi di Al Manshur, setiap sabtu selalu menggelar pengajian yang disebut setonan. Jamaah datang dari berbagai daerah dan terus mengalami peningkatan. Setidaknya 1.500 orang hadir setiap Sabtu.

Mereka datang dari organisasi Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, bahkan aliran-aliran lain yang hingga kini tersisihkan. Mereka mengaji di masjid yang sama, kitab yang sama. Sepulang mereka, seringkali membawa carica sebagai buah tangan. Seperti sajian siang itu.[**]

Penulis : KSP

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • April, KMHDI Tuan Rumah Acara TOT

    April, KMHDI Tuan Rumah Acara TOT

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    KESATUAN Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Training of Trainer (TOT) April mendatang. Ketua Pimpinan Daerah KMHDI Sumsel, I Wayan Darmawan mengatakan, selain mengenalkan organisasi ini, juga hendak memohon bantuan dan support dari Pemprov untuk pelaksanaan TOT. I Wayan TOT mengatakan nanti akan dilaksanakan selama 4 hari dengan peserta dari […]

  • 440 Ribu Nakes dan 23 Ribu Vaksinator Persiapkan Vaksinasi

    440 Ribu Nakes dan 23 Ribu Vaksinator Persiapkan Vaksinasi

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    UPAYA Pemerintah dalam menyiapkan vaksin COVID-19 terus dilakukan. Selain mempersiapkan penyediaan vaksin COVID-19 dengan melewati tahapan-tahapan pengujian klinik, hingga dikeluarkannya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) nanti, kesiapan tenaga kesehatan juga terus dilakukan. 440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 hingga ke seluruh daerah. Oscar Primadi […]

  • Dukung Sumsel Mandiri Pangan,  SMAN 14 Palembang Tanam Sayur dan Ternak Lele

    Dukung Sumsel Mandiri Pangan, SMAN 14 Palembang Tanam Sayur dan Ternak Lele

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.401
    • 0Komentar

    BANYAK cara yang telah dilakukan olah masyarakat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), untuk turut andil dalam mensukseskan gerkan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)  yang sebelumnya telah dicanangkan   Gubernur H  Herman Deru. Salah satunya adalah SMA Negeri 14 Palembang dengan melibatkan para  pelajar memanfaatkan lahan dilingkungan   sekolah untuk ditanami sayuran, tanaman obat, buah-buahan, tanaman hias, serta budidaya ikan […]

  • Lima Komisi DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel 2017

    Lima Komisi DPRD Setujui Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sumsel 2017

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Gubernur Sumsel Alex Noerdin, menghadiri Rapat Paripurna XLVI DPRD Prov. Sumsel dengan Agenda, Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Komisi-Komisi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2017, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (26/7/2018). Dalam agenda rapat itu diketahui Lima komisi menyatakan sepakat dan menyetujui atas Laporan Hasil […]

  • Puncak Peringatan HKN ke-58 di Kabupaten Muba, Ada Apa Saja !

    Puncak Peringatan HKN ke-58 di Kabupaten Muba, Ada Apa Saja !

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Sekayu – Puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (28/11/2022). Tak hanya berlangsung semarak, acara yang dihelat di Opproom Pemkab Muba tersebut juga bertabur penghargaan.   Sejumlah kecamatan, desa dan Puskesmas di Kabupaten Muba mendapatkan penghargaan dari Pemkab Muba dalam hal capaian layanan kesehatan yang telah dilakukan. Selain itu […]

  • Pilih Ngantor di Kelurahan Sukajaya, Apa yang Dilakukan Wawako Palembang ? Nah, Keluhannya -pun Gak Jauh Beda, Kan ? Yang Pasti PR-nya Bertambah, dengan Sabar Ini Jawab Finda

    Pilih Ngantor di Kelurahan Sukajaya, Apa yang Dilakukan Wawako Palembang ? Nah, Keluhannya -pun Gak Jauh Beda, Kan ? Yang Pasti PR-nya Bertambah, dengan Sabar Ini Jawab Finda

    • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.218
    • 0Komentar

    TERUS fokus terhadap keluhan warga masyarakat Kota Palembang, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda masih memilih untuk ngantor di Kantor Kelurahan melalui kegiatan kunjungan kerjanya yang kali ini dilakukan di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang. Diketahui, kunjungan kerja yang dilakukan Wakil Walikota Palembang tersebut juga bukan tanpa alasan, dengan fokus di Kelurahan  Sukajaya, berbagai aspirasi warga […]

expand_less
WordPress Archive Vihara – Ashram & Oriental Buddhist Temple Elementor Template Kit Vihara | Ashram Oriental Buddhist Temple WordPress Theme + RTL Viho – HTML, React Js, Angular , Nuxt Js, Next Js, Vue Js, Django , .NET Core & Laravel Dashboard Vikinger - BuddyPress and GamiPress Social Community Vilan Corporate, Shop & Forum WordPress Theme Villague – Private Villa & Resort elementor Template Kit Villahoya - Villa Vacation Rental Elementor Template Kit Villenoir – Wine Template Kit Villoz – Villa & Holidays Rental WordPress Theme Vimuse – HTML5 Media Player